Kontak Kami

( pcs) Checkout

Selamat datang di Pustaka Kita | Jalur Tepat Intelektual Transaksi cepat dan praktis via web, langsung tahu harga buku dan ongkir Tinggal klik, bayar, konfirmasi, buku dikirim Tidak melayani COD, semua pembayaran melalui bank Baca! Cara belanja dan syarat & ketentuan. Sila tanyakan yang tidak/belum jelas
Beranda » Bahasa dan Sastra » Novel » Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

Kategori:
OFF 20%
Kode : 978-602-6799-13-5
Berat : 500 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 386 kali
Review : Belum ada review
Rp 76.000 Sebelum Rp 95.000
(OFF 20%) Hemat Rp 19.000
Tentukan Pilihan!

# Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama) kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

Penulis     : Makinuddin Samin

Tebal         : 500 hlm

Ukuran     : 14 x 21 cm

Penerbit   : Javanica

Deskripsi :

Demak tak pernah sanggup tidur nyenyak setelah menghancurkan Majapahit pada tahun 1478 dan menobatkan Nyo Lay Wa sebagai raja boneka. Kekuatan yang masih setia pada Majapahit bisa memberontak kapan saja. Penguasa Demak, Trenggana, pun menggalang kekuatan untuk menaklukkan tanah Jawa. Dahanapura dan Tuban menjadi dua wilayah pertama yang bakal ditundukkan. Dahanapura siap menyambut pasukan Demak setelah mengungsikan rakyatnya dan lontar-lontar warisan Majapahit. Di Tuban, telik sandi disebar, seluruh pasukan disiagakan. Namun, Demak dibayang-bayangi kekuatan yang ingin membelokkan tujuan perang. Penumpang gelap itu ingin mengubah perang penaklukan Jawa menjadi perang antar-keyakinan. Mereka ingin menghapus agama leluhur Jawa sekaligus aliran agama Rasul yang dianggap sesat, terutama Aliran Tuban Sunan Kalijaga dan Aliran Lemahbang Syekh Siti Jenar.

Laskar Demak pimpinan Sunan Kudus berhasil menghancurkan Dahanapura yang mengobarkan perang puputan. Tuban terpaksa menyerah dalam hitungan hari. Atas nasihat Sunan Kalijaga, Adipati Tuban Arya Gegilang menjalankan Siasat Wijaya untuk melawan Demak. Strategi perang warisan Raden Wijaya ketika menumpas pasukan Tartar itu dijalankan selama 19 tahun tanpa henti. Perang telik sandi, persekongkolan, pengkhianatan, dan balas dendam terjadi sepanjang waktu.

Ketika Demak berupaya menaklukkan Panarukan, Arya Penangsang, keponakan Trenggana, diam-diam menyiapkan kekuatan perang di Jipang Panolan demi membalas dendam atas kematian ayahnya, Pangeran Surawiyata, yang tewas oleh siasat Raden Mukmin, putra Trenggana. Dendam Arya Penangsang dan persekutuan antar-kadipaten yang digalang jaringan telik sandi Tuban pun mengancam ambisi Demak menjadi penguasa tunggal Nusantara. Gempa bumi melanda berkali-kali, pertanda huru-hara besar bakal terjadi. Tanah Jawa berada dalam prahara.

 

Belum ada review untuk Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

Silahkan tulis review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*







Produk Terkait Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)

OFF 20%
Rp 70.400 Rp 88.000
Ready Stock / 978-602-6799-10-4
OFF 20%
Rp 70.400 Rp 88.000
Ready Stock / 978-602-6799-15-9
OFF 15%
Rp 34.000 Rp 40.000
Ready Stock / 978-602-258-209-0

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 15%
Rp 48.450 Rp 57.000
Ready Stock / 978-602-386-175-0
OFF 15%
Rp 41.650 Rp 49.000
Ready Stock / 978-602-386-179-8
OFF 15%
Rp 45.900 Rp 54.000
Ready Stock / 978-979-29-0670-7

ALAMAT

Perumnas Guwosari Blok VI B
Pringgading, Guwosari, Pajangan, Bantul
D.I. Yogyakarta 55751
Surel: cs@pustakakita.com
WA: 08812608035, 082328979777
Telegram: 08812608035

SIDEBAR
})