Selamat datang di Pustaka Kita | Jalur Tepat Intelektual Transaksi cepat dan praktis via web, langsung tahu harga buku dan ongkir Tinggal klik, bayar, konfirmasi, buku dikirim Juga bisa belanja melalui WA, SMS, dan Line dengan klik PESAN LANGSUNG BACA! Cara Belanja dan Syarat & Ketentuan. Sila tanyakan yang tidak/belum jelas
Beranda » Sejarah » Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

OFF 15%
Kode : 978-979-461-834-9
Berat : 300 gram
Stok : Ready Stock
Kondisi : Baru
Kategori : Sejarah
Dilihat : 748 kali
Review : Belum ada review
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat!
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 55.250 Rp 65.000
Ready Stock / 978-979-461-834-9
Rp 55.250 Sebelum Rp 65.000
(OFF 15%) Hemat Rp 9.750
Tentukan Pilihan!

Bagikan informasi tentang Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

Penulis       : Jan Newberry

Tebal           : xiv + 284 hlm

Ukuran       : 15 x 23 cm

Penerbit     : Obor

Deskripsi:

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pintu belakang rumah kampung. Buku ini adalah sebuah buku etnografi perkotaan yang menyorot sebuah lingkungan kampung di sudut kota kraton Yogyakarta, Jawa Tengah,  selama pemerintahan Orde Baru.  Bertolak dari perspektif warga kampung itu buku ini mengupas budaya kelas pekerja sebagai cara untuk memahami interaksi antara masyarakat kampung dengan kekuasaan negara dan dampak kekuasaan negara, terutama pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kaum perempuan. Berdasarkan  kisah-kisah kehidupan kampung itu, buku ini dibagi atas tiga bagian yang secara ringkas dapat diungkapkan dengan istilah-istilah rumah, rumahtangga, dan rumah-kediaman.

“Rumah” adalah arsitektur fisik rumah kampung dan hubungannya (arsitektur) dengan pola pertukaran sosial dan hubungan keluarga. Bagi warga miskin kampung, rumah tradisional Jawa jauh dari jangkauan, tetapi bentuk fisik rumah kampung masih mencerminkan nilai-nilai kunci dalam kehidupan bertetangga di kampung. Bab ini membahas perubahan-perubahan yang terjadi dalam satu rumah dan satu keluarga dalam lingkup sejumlah rumah yang memiliki pertalian darah. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan beberapa keluarga, perbaikan rumah dilakukan namun sambil tetap mempertahankan sejumlah aspek sosial kunci dari bentuk rumah. Rumah adalah sumberdaya ekonomi yang penting, yang tercermin dalam praktek-praktek kekerabatan. Karena itu hal-hal seperti mengasuh anak, mengangkat anak, warisan, hubungan kakak-beradik dan anak-anak juga dibahas dalam bagian ini.

“Rumahtangga” diartikan di sini sebagai ekonomi rumahtangga, yang sering dibedakan dari ekonomi formal berdasarkan pekerjaan berbayar.  Bagian ini mempersoalkan garis pemisah antara umum dan pribadi ini atas dasar kisah-kisah kaum perempuan kampung dan kegiatan mereka sehari-hari. Jaringan pertukaran antar-perempuan di kampung mendukung  kegiatan-kegiatan budaya kampung, seperti slametan, tetapi jaringan pertukaran itu juga terkait dengan tugas dari pemerintah, yakni tugas bagi kaum perempuan untuk mendukung upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga masyarakat. Bab ini mengupas bagaimana kaum perempuan dengan cara-cara mereka mendukung penghidupan kaum laki-laki yang menganggur dan setengah menganggur dan anak-anak muda yang tinggal di kampung itu. Bab ini mengajukan argumen bahwa pembangunan masyarakat di bawah pemerintah Orde Baru melalui program-program seperti Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dimaksudkan untuk menghasilkan pekerja-pekerja yang sangat murah demi meningkatkan keunggulan banding Indonesia. Mendorong kaum perempuan untuk diam di rumah dan melakukan kegiatan ibu rumahtangga guna mendukung keluarga mereka dan masyarakat bertentangan dengan  sejarah panjang kaum perempuan Jawa, yakni tradisi bekerja di luar rumah. Negara berhasil karena masyarakat digunakannya sebagai landasan bagi kesejahteraan sosial,  pola yang juga digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemerintah Jepang di zaman perang.

Penggunaan kaum perempuan kampung sebagai alat untuk menghasilkan reproduksi sosial berbiaya rendah bertumpu pada ideologi  kehidupan-rumahtangga-yang-tepat.  Istilah “rumah-kediaman” di sini berkaitan dengan ide bahwa tempat kaum perempuan sejatinya adalah di rumah, mengasuh anak, masyarakat, dan, pada akhirnya, negara. Bagian ini membahas hasil-hasil penelitian mengenai asal usul ideologi perempuan-tempatnya-di-rumah di Barat, dan kemudian membahas bagaimana ideologi itu berkembang dan digunakan Indonesia. Ide kerumahtanggaan menyiratkan adanya suatu tatanan moral tertentu dan ide tertentu mengenai keluarga dan peranan kaum perempuan yang menempati tempat utama dalam visi pemerintah Order Baru mengenai masyarakat. Organisasi-organisasi kemasyarakatan yang dibangun kaum perempuan pada zaman kemerdekaan diserap oleh pemerintah Orde Baru, yang menggunakan program-program yang dijalankan organisasi-organisasi itu untuk memberikan pelayanan sosial berbiaya murah. Kisah dua perempuan, Bu Sae dan Bu Apik,  menunjukkan  bagaimana PKK dan tatanan moralitas dukungan negara digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kampung. Ketika retorika pemerintah Orde Baru mengenai perempuan yang baik digunakan untuk landasan kegiatan-kegiatan kampung, maka berbagai ide direproduksi meski tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari  warga kampung. Bersamaan dengan itu, masyarakat kampung juga direproduksi.

Tags: ,

Ulasan customer dinonaktifkan: Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

Produk Terkait Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa

OFF 15%
PESAN LANGSUNG
Menggugat Historiografi Indonesia

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 29.750 Rp 35.000
Ready Stock / 978-602-258-007-2
Rp 29.750 Rp 35.000
Ready Stock / 978-602-258-007-2
OFF 15%
PESAN LANGSUNG
Sejarah Ambon Sampai Akhir Abad ke-17

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 34.000 Rp 40.000
Ready Stock / 978-602-258-355-4
Rp 34.000 Rp 40.000
Ready Stock / 978-602-258-355-4
OFF 15%
PESAN LANGSUNG
Bertahan Ditengah Krisis: Komunitas Tionghoa dan Ekonomi Kota Cirebon

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 51.000 Rp 60.000
Ready Stock / 978-602-8335-01-0
Rp 51.000 Rp 60.000
Ready Stock / 978-602-8335-01-0

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 16%
PESAN LANGSUNG
Peradilan Tata Usaha Negara Edisi 2

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 90.630 Rp 107.800
Ready Stock / 978-602-8610-89-6
Rp 90.630 Rp 107.800
Ready Stock / 978-602-8610-89-6
OFF -780%
PESAN LANGSUNG
Sistem Hukum dan Negara Hukum

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 244.630 Rp 27.800
Ready Stock / 978-602-5879-60-9
Rp 244.630 Rp 27.800
Ready Stock / 978-602-5879-60-9
OFF 15%
PESAN LANGSUNG
Menjadi Manusia Otentik

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 56.780 Rp 66.800
Ready Stock
Rp 56.780 Rp 66.800
Ready Stock
SIDEBAR

Alamat:

Pringgading, Desa Guwosari,
Kec. Pajangan, Kab. Bantul, DIY 55751

Toko Online Lainnya: