Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon mulai 10%;
  • Buku dijamin ASLI;
  • Tidak Menjual buku bajakan;
  • Pengiriman ke seluruh Indonesia;
  • Pengiriman ke luar negeri sila WA kami;
  • Pembayaran: Transfer (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay)
Beranda » Sosial Politik » Pagar-Pagar Tembok Diplomatika
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Rp 63.750 Rp 75.000
Hemat Rp 11.250
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Penulis     : Tulus Warsito

Tebal         : 16 x 24 cm

Ukuran     : 206 hlm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Ketika masyarakat dunia merayakan pergantian tahun 2018 ke 2019, pegawai negeri Amerika Serikat (AS) sedang terancam, karena pertikaian antara Presiden Trump dan Kongres mengenai pembangunan kembali Tembok Perbatasan dengan Mexico. Sesuai dengan janji kampanyenya, Trump bersikeras untuk dapat memperbaharui Tembok Mexico dengan biaya sekitar AS$ 5 miliar. Sementara Kongres berkeberatan dengan besarnya ongkos itu mengingat cara lain untuk menanggulangi alasan ancaman versi Trump masih dimungkinkan sebagai alternatif.
Selain mahal dan kontroversial, proyek bentangan panjang perbatasan AS-Meksiko ini, merupakan salah satu dari 26 tembok dan pagar baru lainnya telah dipasang di perbatasan politik di seluruh dunia, dalam 23 tahun sejak jatuhnya Tembok Berlin. Tembok-tembok ini dibangun oleh rezim totaliter maupun demokrasi, termasuk India, Thailand, Israel, Afrika Selatan, dan Uni Eropa. Selalu, tembok penghalang itu dibenarkan untuk alasan keamanan—negara harus dilindungi dari teroris, kartel narkoba, pemberontak, atau pembom bunuh diri yang bersembunyi di sisi lain.
Buku ini disusun untuk dapat memahami lebih lanjut mengapa tembok-tembok pagar terus dibangun, sementara tembok-tembok yang lain diruntuhkan ataupun dikukuhkan sebagai contoh buruk dalam pelajaran sejarah. Benarkan batas fisik dengan julukan “Tembok” itu masih harus dipertahankan ketika sistem komunikasi manusia memasuki model “masyarakat 5.0” yang sumbunya bertengger di awan (cloud). Sebaliknya, dapatkah kita percaya jika masyarakat manusia tak lagi mengabdi kepada negara-bangsa, beralih dalam pelukan pemerintahan dunia (world government) atau dalam penaklukan ke-khilafah-an misalnya, dengan demikian terus secara serta merta tak ada lagi tembok-tembok monster yang kita kenali sekarang ini? Di lain sisi, dibangunnya tembok tidak secara langsung dapat menghilangkan ancaman narkoba, migrasi ilegal, melainkan justru mengentalkan pasar gelap atau penyelundupan.

Tags: ,

Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 150 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Buku Terkait
Cloud Hosting Indonesia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: