Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Spiritual » Kiai Menggugat Gus Dur Menjawab
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Kiai Menggugat Gus Dur Menjawab

Rp 55.250 Rp 65.000
Hemat Rp 9.750
ISBN978-623-6699-04-1
Stok Tersedia
Kategori Spiritual

Penulis       : RMI (ed.)

Tebal           : 246 hlm

Ukuran       :

Penerbit     : IRCiSoD

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Kiai Menggugat Gus Dur Menjawab

“Wawasan Gus Dur sangat luar biasa. Mengagumkan. Pikiran-pikirannya melampaui zamannya. Gus Dur telah membaca banyak sekali ilmu pengetahuan, bukan hanya yang terdapat dalam “kitab-kitab kuning”, tetapi juga karya-karya intelektual dunia.” —KH. Husein Muhammad “Gus Dur sangat simpatik dan apresiatif kepada khazanah kebudayaan lokal. Gus Dur memasuki akar-akar kebudayaan yang ada, tetap merawat karakternya, sembari mencarikan titik-temunya dengan weltanschauung Islam.” —Edi AH Iyubenu Ini mungkin pertama kalinya Gus Dur diadili di luar “pengadilan” organisatoris. Pasalnya, beliau dianggap oleh publik sebagai sangat “berbahaya”, serta menjadi bahan stigmatisasi, cemooh, dan kecaman bahkan pemurtadan terhadapnya. Maka dalam perbincangan sejumlah kiai sepuh—antara lain, KH. Fuad Hasyim (Buntet Pesantren), KH. Ayip Usman (Kempek), Kiai Ibnu Ubaidillah, dan Kiai Chozin Nasuha, akhirnya muncul gagasan untuk mengundang Gus Dur pada pertemuan RMI Jawa Barat.

Para ulama itu sepakat meminta Gus Dur untuk memberikan pengarahan dan pertanggungjawaban beliau atas pernyataan-pernyataan, pandangan-pandangan, dan langkah-langkahnya selama ini yang sangat menggelisahkan dan menggeramkan publik, termasuk para kiai, terutama dalam isu-isu keagamaan.

Maret 1989, sidang “gugatan” itu berlangsung di Pondok Dar al-Tauhid, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat. Dihadiri oleh sekitar 200 kiai “penggugat”. Simaklah keseruan dialognya, aroma intelektualitasnya, di dalam buku bersejarah yang sangat fenomenal ini.

Tags: ,

Kiai Menggugat Gus Dur Menjawab

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.238 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: