● online
- A Little More Diary....
- Filsafat Ilmu (Suatu Pendekatan Praktis)....
- Seni Perang....
- Mozaik Tradisi Keluarga Minangkabau: Tradisi Pendi....
- Panduan Praktikum Farmakologi....
- The Joy of Slow Living; Prinsip, Manfaat, dan Akti....
- Para Pelancong Muslim: Catatan Perjalanan Menjelaj....
- Banjir Besar Zaman Nabi Nuh: Riwayat dalam al-Qura....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI
Rp 81.158 Rp 95.480| ISBN | 978-623-7715-18-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi |
Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI
Penulis : Hasani Ahmad Said
Tebal : 216 hlm
Ukuran : 14,5 x 20,5 cm
Penerbit : Manggu
Deskripsi :
Tokoh mufasir Nusantara ternyata sudah diakui sampai ke luar negeri. Mufasir merupakan seorang yang ahli dalam bidang tafsir ayat-ayat suci Al-Quran. Buku Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI membahas tentang potret literatur tafsir nusantara, membumikan tafsir nusantara, jaringan ulama tafsir nusantara dari abad XVI-XXI, dan jaringan ulama tafsir dan pembaruan pemikiran tafsir di nusantara abad XVI-XXI. Potret literatur tafsir nusantara membahas seputar Islam dan khazanah tafsir nusantara, literatur tafsir nusantara dalam diskursus akademik, jejak tafsir nusantara, Islam nusantara dan tafsir nusantara, serta potret metodologi yang dipakai dalam tafsir nusantara. Sebagai upaya membumikan tafsir nusantara, sejak pra-kemerdekaan, Islam sudah menunjukkan wajah beraneka ragam dan memunculkan banyak nama seperti: Islam abangan, islam puritan, islam skiptualis, islam subtantif, islam literal, islam ekstrim, islam militan, islam tradisionalis, islam modernis, termasuk islam nusantara yang sempat diperdebatkan keberadaannya. Jaringan ulama tafsir yang mengakar di Nusantara baik itu di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan di selatan Philipina sudah banyak ditemukan dalam berbagai literatur, jaringan ulama dalam tulisan ini lebih baik menitik beratkan pada ulama tafsir Nusantara jejaknya dapat ditelusuri. Pembaruan pemikiran tafsir nusantara memotret pembaharuan ulama tafsir di Indonesia berdasarkan keberadaan kitab turjuman al-mustafid karya Syaikh abdurrauf ibn Ali al-Fanshuri al-Jawi, Kitab Mar’ah Labid li Kasyf Ma’na al-Qur’an al-Majid karya al-‘Allamah al-syaikh Muhammad bin Umar Nawawi, Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus, Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Dijelaskan pula mengenai pembaruan ulama tafsir di Malaysia, pembaruan ulama tafsir di Thailand, Pembaruan ulama tafsir di Singapura dan Pembaruan ulama tafsir di Brunei Darussalam. Buku Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI ini bisa jadi kajian yang agak langka referensi tulisan dan pakarnya.
Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 907 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Reni Nuryanti Tebal : 406 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Nama Amr bin Ash sangat terkenal dalam sejarah Islam. Sahabat dekat Nabi Muhammad dan panglima besar penakluk Mesir, Afrika Utara, dan Palestina ini juga seorang politikus kontroversial, bahkan dianggap sebagai pengkhianat dan pemberontak: dari menolak membaiat Ali, berpihak kepada Muawiyah dalam Perang Shiffin, hingga peristiwa tahkim (arbitrase) yang merupakan puncak dari konflik besar pertama yang berdarah-darah di… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis. Riwayat hadisnya bahkan mengungguli orang-orang yang paling dekat dengan Nabi, seperti Aisyah dan istri-istri beliau lainnya, dan para Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali). Atau para sahabat Muhajirin yang masuk Islam di Mekkah sebelum hijrah, sementara Abu Hurairah masuk Islam saat Perang… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Sunan Kudus memiliki kepribadian multikultural. Hal ini dapat dilihat melalui strategi dakwahnya yang menggunakan pendekatan kultural. Ia memperhatikan dan menghormati unsur-unsur tradisi atau adat-istiadat lama yang sudah berkembang di masyarakat. Artinya, walaupun ia membawa nilai-nilai baru, tetapi ia tetap berangkat dari kesadaran toleransi dan penghargaan terhadap unsur-unsur dalam masyarakatnya. Walaupun Sunan Kudus terkenal dengan nama… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Buku ini akan mengungkapkan bagaimana bentuk representasi yang diperjuangkan masyarakat Cepu atas Arya Penangsang sebagai tokoh lokalnya. Hal ini menjadi penting sebab pada masa lalu Arya Penangsang bukan sekadar tokoh Cepu, tetapi tokoh dari Kadipaten Jipang yang memiliki wilayah luas diperkirakan meliputi beberapa daerah di Pesisir (Blora, Bojonegoro, Lasem, Rembang, Pati, dan sebagian Kudus). Secara… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : John Man Tebal : 432 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : “Di mana gerangan Jenghis Khan? Ia tidak mati. Inilah yang terjadi: Seorang raja di sebuah negeri nun jauh memiliki putri seelok mentari. Jenghis Khan meminta perawan itu. Sang raja diam-diam berkata pada putrinya: ini sebilah pisau,… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Pada saat Jepang menyatakan menyerah kalah terhadap Sekutu, banyak sekali pasukan militer Jepang yang masih berada di Indonesia. Meskipun ada pengangkutan para pasukan militer Jepang untuk kembali ke Jepang oleh Sekutu, pada kenyataannya terdapat sekitar 1000 orang masih berada di Indonesia. Sampai akhirnya mereka pun tetap tinggal di Indonesia. Menurut data Yayasan Warga Persahabatan (YWP)… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Gus Dur mendapat gelar “Bapak Pluralisme”, karena pemikiran-pemikiran dan kebijakan-kebijakannya yang mendukung pluralisme di Indonesia. Selain itu, ia juga mendapat julukan “Bapak Tionghoa Indonesia” yang diberikan oleh Perkumpulan Sosial Rasa Dharma di Klenteng Tay Kek Sie, Semarang, Jawa Tengah. Julukan ini diberikan karena ia adalah pembela kaum minoritas yang terdiskriminasi dan tertindas di Indonesia. Tionghoa… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Kedalaman pengetahuan, orisinalitas pemikiran, dan pengaruh Imam al-Ghazali di dunia Barat maupun Timur menjadikan dirinya sebagai ilmuwan yang unik. Dalam dirinya, terkumpul hampir semua jenis pemahaman intelektual dan keagamaan pada eranya. Ia selalu memberi warna, wacana, dan pemikiran baru dalam bidang teologi, fiqh, filsafat, tasawuf, dan sebagainya. Namun, karena tidak pernah puas dengan berbagai disiplin… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.