Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Ekonomi » Ekonomi Bisnis » Free Trade Zone; Menuju Kawasan Ekonomi Khusus di Batam, Bintan, dan Karimun
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Free Trade Zone; Menuju Kawasan Ekonomi Khusus di Batam, Bintan, dan Karimun

Rp 90.780 Rp 106.800
Hemat Rp 16.020
ISBN978-602-50193-7-1
Stok Tersedia
Kategori Ekonomi Bisnis
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Free Trade Zone; Menuju Kawasan Ekonomi Khusus di Batam, Bintan, dan Karimun

Penulis     : Ady Muzwardi

Tebal         : xx +132 hlm

Ukuran     : 17,5 x 25 cm

Penerbit   : Expert

Deskripsi :

Free Trade Zone (FTZ) merupakan salah satu katalisator pembangunan nasional. Penetapan suatu wilayah menjadi FTZ tidak lepas dari proses politik. Pelaksanaan FTZ sejak diresmikan tahun 2009 menghasilkan hal positif bagi pertumbuhan ekonomi di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Tujuan dari FTZ adalah untuk mempercepat akselerasi masuknya investasi dan membuat kawasan ini mempunyai daya saing yang tinggi dibandingkan kawasan-kawasan sejenis yang berada di Negara tetangga dan Asia Pasifik. Sesuai dengan undang-undang kawasan FTZ berlaku selama 70 tahun sejak tanggal ditetapkan setelah itu menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tetapi baru 7 tahun diresmikan, pemerintah berniat merubah status Batam sebagai kawasan FTZ menjadi KEK sehingga hal ini membuat kawasan Bintan dan Karimun di proyeksikan juga menjadi KEK.
Proyeksi perubahan status FTZ ke KEK di kawasan BBK, karena beberapa permasalahan yaitu lesunya perekonomian di Kepulauan Riau. Selain itu, Batam dinilai gagal bersaing dengan kawasan sejenis seperti Shenzhen dan Iskandar, dan kisruh antara Badan Pengusahaan Batam dengan Pemko Batam terkait wewenang. Buku ini merangkum perjalanan BBK sebagai kawasan FTZ, mulai dari konsep FTZ, penerapan FTZ, dan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan FTZ.

Tags: ,

Free Trade Zone; Menuju Kawasan Ekonomi Khusus di Batam, Bintan, dan Karimun

Berat 200 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.500 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: