Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Teknik » Penjadwalan Produksi Baja Slab
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Penjadwalan Produksi Baja Slab

Rp 66.980 Rp 78.800
Hemat Rp 11.820
ISBN978-602-262-488-2
Stok Tersedia
Kategori Teknik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Penjadwalan Produksi Baja Slab

Penulis : Sitnah Aisyah Marasabessy

Tebal : xiv + 148 hlm

Ukuran : 21 x 26 cm

Penerbit : Graha Ilmu

Deskripsi :

Secara umum, industri baja menghasilkan dua bentuk produk setengah jadi, yaitu slab dan billet. Proses produksi slab terdiri atas proses peleburan (steelmaking), pencetakan (casting), pemotongan, penyimpanan sementara (piling), pemanasan ulang (reheating), pengerolan (rolling), dan penyelesaian akhir (finishing). Peleburan, pencetakan, dan pemotongan dilakukan di Continuous Caster (CC). Penyimpanan sementara slab dilakukan di Slab Yard (SY), pemanasan ulang di Reheat Furnace (RF), serta proses pengerolan dan penyelesaian akhir dilakukan dalam Hot Strip Mill (HSM). Sistem produksi slab mesti mempertimbangkan adanya production push yang mengharuskan pencetakan semua baja cair menjadi slab, sebab baja cair tidak dapat disimpan, dan production pull yaitu kualifikasi produk akhir di HSM harus sesuai dengan permintaan konsumen. Jumlah produksi slab di CC sangat ditentukan oleh status persediaan di SY, serta permintaan dari RF dan HSM. Persediaan di SY harus memenuhi persyaratan produksi yang dibutuhkan oleh RF dan HSM. RF memproses slab berdasarkan kualifikasi yang ditentukan oleh HSM. Meski antarsatu proses dengan proses lain saling berhubungan, namun masing-masing memiliki fungsi, tujuan dan pembatas yang berbeda. Operasi pada setiap mesin dilaksanakan untuk mencapai fungsi tujuan dari masing-masing mesin, dan seringkali fungsi-fungsi tujuan tersebut saling bertentangan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi penjadwalan produksi untuk menghasilkan sequencing dan batching yang memaksimalkan utilisasi di setiap tahap, memaksimalkan fungsi tujuan terintegrasi di keempat tahap, sekaligus meminimalkan konflik tujuan antara keempat tahap tersebut.
Buku ini mengembangkan model penjadwalan terintegrasi pada CC, SY, RF, dan RM dengan meminimasi penalty total. Buku ini menggunakan dasar-dasar model penjadwalan CC, SY, RF, dan RM yang telah dikembangkan oleh berbagai riset sebelumnya. Model-model tersebut masih melaksanakan penjadwalan produksi pada keempat tahap secara terpisah. Karena adanya beberapa kesulitan antara lain munculnya kejadian-kejadian real-time yang mengganggu operasi system dan konflik tujuan penjadwalan antara satu proses dengan proses lain, maka dibutuhkan suatu model penjadwalan produksi slab yang mengintegrasikan CC, SY, RF, dan RM serta memberikan hasil maksimal.

Tags: ,

Penjadwalan Produksi Baja Slab

Berat 200 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.841 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: