● online
- Kiat Menulis Artikel Ilmiah....
- Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan....
- Muhammad : Juru Damai di Tengah Benturan Imperium ....
- Studi Keilmuan Al-Quran....
- SIM: Super Intensif Matematika SMP/MTs Kelas IX....
- Para Pencerah Hati dan Pikiran Umat....
- Elektronika Digital dan Sistem Embedded....
- Metode Penelitian Kebijakan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Makassar Bugis di Pantai Utara Australia
Rp 34.000 Rp 40.000| ISBN | 978-602-258-539-8 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : A.A. Cense dan H.J. Heeren
Tebal : 100 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Makassar Bugis di Pantai Utara Australia
Peta Asia Tenggara yang dibuat orang Bugis kira-kira pada tahun 1828 memberi kesan betapa jauh dan luasnya wilayah pelayaran orang-orang Bugis dan Makassar pada waktu itu. Pada peta ini, yang pernah dibicarakan oleh C.C.F.M. Le Roux pada tahun 1935, di bagian utara Australia masih terbaca bagian kata “ge” yang menurut Prof. Dr. A.A. Cense selengkapnya harus berbunyi “Marege”, yaitu nama penduduk Australia Utara seperti yang dikenal dalam bahasa Makassar dan Bugis.
Hubungan antara Sulawesi Selatan dan tanah Marege inilah yang menjadi pokok pembicaraan dari kedua karangan yang sekarang terbit di bawah satu judul, Pelayaran dan pengaruh kebudayaan Makassar-Bugis di pantai utara Australia. Meskipun membicarakan hal yang sama, dewan redaksi berpendapat bahwa karangan-karangan tersebut dianggap penting untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, diperkenalkan sekaligus bukan hanya studi dari Prof. A.A. Cense dan Dr. H.J. Heeren, melainkan juga karya sarjana-sarjana lainnya yang disebut dalam kedua karangan ini. Diperkenalkan pula beberapa pokok dari sejarah dan kebudayaan maritim Indonesia yang masih kurang mendapat perhatian di negeri kita.
A.B. Lapian, sejarawan maritim Indonesia
Tags: budya, penerbit ombak, sejarah
Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Makassar Bugis di Pantai Utara Australia
| Berat | 110 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.831 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Marco Polo Tebal : 472 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Buku yang ada di tangan Anda ini adalah catatan perjalanan paling terkenal yang pernah ditulis. Berisi kisah petualangan Marco Polo—penjelajah paling masyhur pada masanya—yang memulai pelayarannya pada 1271 dengan kunjungan ke Tiongkok, setelah itu ia melayani… selengkapnya
Rp 126.650 Rp 149.000Penulis : Fikrul Hanif Sufyan Tebal : xxxvi + 218 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Fort de Kock adalah nama yang disematkan pada Bukittinggi pada masa kolonial. Keindahan alamnya yang eksotis, ditambah lubang karabao (Karbauwengat)—penamaan di masa kolonial Belanda untuk Ngarai Sianok—yang memukau tiap-tiap mata yang memandang,… selengkapnya
Rp 95.200 Rp 112.000Penulis : Robert Irwin Tebal : 256 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Alhambra, “benteng merah” di bukit berbatu di atas Granada dengan halaman dan taman yang bermandikan air mancur, telah lama menjadi sinonim untuk keindahan. Dalam buku yang menarik ini, Robert Irwin, seorang Arabis dan novelis, meneliti sejarah… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Nisrina Lubis Tebal : 104 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Batavia, yang kini bernama Jakarta, merupakan kota dengan sejarah yang begitu panjang dan kompleks. Sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan di Asia Tenggara selama masa VOC dan kolonial Belanda, Batavia telah menyaksikan berbagai dinamika politik,… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Sugeng Priyadi Tebal : 138 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejalan dengan tuntutan profesionalisme guru, terutama guru sejarah atau IPS, penelitian pendidikan sejarah merupakan salah satu aktivitas yang penting. Guru seharusnya tidak hanya dituntut untuk mengajar saja, tetapi kegiatan riset juga mendesak menjadi bagian yang tidak… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah… selengkapnya
Rp 57.600 Rp 72.000Penulis : Agus Joko Manteus Tebal : 118 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Buku Pegangan Sejarah Gereja Indonesia disusun untuk mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang peristiwa demi peristiwa yang terjadi di tanah air dalam kaitannya dengan karya Allah. Dengan pendekatan yang komprehensif, buku ini menghadirkan gambaran luas sekaligus… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Suwarsono Muhammad Tebal : 306 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini – yang merupakan edisi revisi – diberi judul Arab, Kuno dan Islam: dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius. Edisi pertamanya ditulis dengan judul Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik. Peradaban Islam masa depan adalah kapitalisme… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Filsafat sejarah merupakan jantung filsafat Hegel. Dalam buku yang sangat berpengaruh ini, Hegel tidak menulis sejarah, tetapi menulis filsafat. Jika sejarah membicarakan apa yang telah terjadi (masa lampau), atau dalam perkembangannya yang maju membahas apa yang akan terjadi (masa depan), maka sejarah dalam kerangka filsafat membicarakan apa yang ada, yang memiliki efisiensi abadi-yakni rasio.
Rp 102.000 Rp 120.000Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Selama itu pula kota ini tak lepas dari ancaman, namun selalu selamat dari penyerangan rata-rata setiap empat puluh tahun. Hingga akhirnya, sultan Usmani, Mehmet II, pemuda 21 tahun yang haus keagungan, berhasil melewati tembok pertahanan kota dengan bala tentaranya yang… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.