Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Kitab Shalat, Doa, Zikir....
- Manusia, Lingkungan, Dan Sungai: Transformasi Sosi....
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Tata Kecantikan K....
- Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi....
- Satra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak....
- Pengantar Geografi Industri....
- Bioteknologi Pangan....
- Aksara Serang dan Perkembangan Tamadun Islam di Su....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 5: 1950-2007
Rp 104.000 Rp 130.000| ISBN | 978-602-433-833-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi |
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan antikolonial.
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 5: 1950-2007
Penulis : Harry A. Poeze
Tebal : xviii + 475 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan antikolonial.
Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris itu berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan ‘perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomasi’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali- dari Maret 1946 sampai september 1948.
Sesudah pembebasan, Tan Malaka mulai dengan menghimpun pengikutnya yang telah bercerai-berai. pada November 1948 ia mendirikan partai baru yang bernama Partai Murba. Pembentukan dan perkembangan partai terganggu oleh serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan batalyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai panglima yang bengis dan kejam. Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda. Ia ikut bergerilya ke Gunung Wilis. Dalam pamflet yang ditulisnya tiap hari ia menyerang Soekarno dan Hatta, dan TNI. Bahkan ia memproklamirkan dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serentak TNI beraksi. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa Tan Malaka di eksekusi oleh satuan lokal TNI di Desa Selopanggung 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Perlawanan pendukungnya terhadap Belanda, TNI, dan Republik diteruskan. Namun, dukungan dari rakyat tidak terwujud, dan di desember 1949, waktu Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, Partai Murba menghentikan perlawanan bersenjata.
Buku ini memuat riwayat petualangan peringatan Tan Malaka dan percobaan Partai Murba untuk menjadi partai kiri yang terbesar. Tan Malaka sendiri hampir dilupakan, khususnya waktu Orde Baru. Sesudah itu ada kebangkitan kembali Tan Malaka. Banyak buku dari dan mengenai Tan Malaka diterbitkan. Bahkan kuburannya dibuka dalam tahun 2009. Partai Murba hidup merana, dan sekarang tidak ada kegiatan lagi. Yang paling aktif sekarang ialah keluarga adat Tan Malaka, yang didukung oleh pemerintah provinsi. Tetapi, sosok Tan Malaka masih kontroversial.
Tags: biografi, obor indonesia
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 5: 1950-2007
| Berat | 600 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.129 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Emalia Iragiliati Sukarni Tebal : xii + 428 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Siapakah di antara pemuda yang berada di balik Peristiwa Rengasdengklok? Salah satu di antara pemuda yang berperan penting dalam peristiwa tersebut bernama Sukarni atau Bung Karni. Beberapa jam setelah Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Yanuar Arifin Tebal : 120 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Imam al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang andal. Pemikirannya tentang pendidikan Islam terangkum dalam kitab-kitabnya yang banyak. Di antaranya ialah kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan Ayyuhal Walad. Pemikiran Imam al-Ghazali dalam bidang pendidikan Islam mencakup berbagai aspek… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Yanuar Arifin Tebal : 120 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Kitab Ta’lim Muta’alim karya Az-Zarnuji merupakan salah satu karya monumental di bidang pendidikan. Sebab, kitab ini tidak hanya menjadi rujukan utama bagi para pakar pendidikan Islam pada masa klasik, tetapi juga pada masa modern. Di… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Harry A. Poeze Ukuran : 16 x 24 cm Tebal : 414 hlm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara… selengkapnya
Rp 112.000 Rp 140.000Penulis : C. Guillot Tebal : 460 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 cm Penerbit : Mata Bangsa Deskripsi : Sesudah tahun 1830 di pedesaan Jawa muncul pelbagai kelompok Kristen yang terlepas dari aktivitas misionaris Eropa. Claude Guillot memaparkan di sini riwayat salah satu kelompok tersebut dengan menelusuri perjalanan hidup pemimpinnya, Sadrach Surapranata (1835-1924). Berasal… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Abu Dzar berasal dari suku Ghifar yang dikenal sebagai suku penyamun pada masa pra-Islam. Namun, ia termasuk orang yang paling awal memeluk Islam dan kemudian menjadi sahabat dekat Nabi Muhammad. Ia merupakan ahlus shuffah, yang setiap saat belajar dan mendapat bimbingan langsung dari Nabi—sekaligus tinggal dan menetap—di serambi belakang Masjid Nabi. Ketaatannya kepada Nabi tak diragukan,… selengkapnya
Rp 56.100 Rp 66.000Helen Keller adalah seorang perempuan yang lahir normal seperti bayi lainnya. Tiba-tiba penyakit misterius saat ia baru berusia 19 bulan membuatnya buta dan tuli selamanya. Tetapi kondisi itu tidak mematikan semangatnya untuk memahami diri dan dunianya. Adalah Anne Sullivan, seorang guru yang penuh cinta, datang bagai peri pembawa cahaya bagi dunia Helen yang gelap gulita…. selengkapnya
Rp 63.200 Rp 79.000Penulis : Achmad Mukafi Niam dan Syaifullah Amin Tebal : xxviii + 240 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Rene Turos Deskripsi : Mengenang Gus Dur tiada habisnya. Guyonannya yang sederhana namun penuh makna, seolah melekat pada kebesaran namanya. Arif, bijak, cerdas, merakyat, dan sederet kata indah lainnya sulit kita temukan pada… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Sunan Giri bernama asli Jaka Samudra. Lahir sekitar tahun 1365 M di Blambangan. Ayahnya orang Aceh. Ibunya bernama Dewi Sekardadu anak Prabu Menak Sembuyu, Raja Blambangan. Menginjak dewasa, Jaka Samudra menimba ilmu ke Pasai, sembari menemui sang ayah di sana. Kelak, Jaka Samudra mendirikan “Pesantren Giri” di Desa Sidomukti, Kebomas. Muridnya bertebaran sampai mancanegara, seperti… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Almas Isa Muazzam Tebal : 188 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : Pada tahun 2009, Habib Umar bin Hafidz menempati urutan ke-36 sebagai ulama yang sangat berpengaruh di dunia. Sepuluh tahun kemudian, yakni pada 2019, beliau menempati urutan ke-8 sebagai ulama yang sangat berpengaruh di dunia. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan reputasi,… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.