Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Kisah Orang Biasa....
- Nasihat Langit Penenteram Jiwa - Buku 3: Menerapka....
- Horor Tanah Jawa: 13 Kisah Hantu Paling Seram di R....
- Sosiologi Politik Perspektif dan Pendekatan Kontem....
- Pantun....
- Pemodelan Dengan Matematika....
- Baca Buku Ini Saat Engkau Marah....
- The Decision Book: Lima Puluh Pola Pemikiran Strat....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Mencari Keadilan bagi Yang-Lain: Pandangan Etis-Politis Emmanuel Levinas
Rp 55.250 Rp 65.000| ISBN | 978-602-6645-87-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Mencari Keadilan bagi Yang-Lain: Pandangan Etis-Politis Emmanuel Levinas
Penulis : David Tobing
Tebal : 208 hlm
Ukuran :
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
Emmanuel Levinas, filsuf Yahudi itu, punya pengalaman pahit di abad ke-20. Enam kerabatnya—kedua orang tua dan dua saudaranya, serta kedua mertuanya—mati di tangan para serdadu. Mereka adalah korban sebuah gagasan politik yang berdarah-dingin terhadap ‘yang-lain’: Nazisme.
Di atas dasar pengalaman kelam itulah, Levinas membangun pemikiran filsafatnya. Ia menolak pemikiran gurunya, Martin Heidegger, dengan menyatakan bahwa bukan metafisika yang merupakan filsafat pertama (first philosophy), melainkan etika. Melalui trajektori etis ini, Levinas meletakkan dasar filsafatnya bukan pada soal bagaimana memahami struktur realitas, yang—baginya—mustahil terpahami secara lengkap, melainkan pada bagaimana memberikan tanggung jawab etis terhadap realitas di luar diri subjek, terhadap ‘yang-lain’ (the others). Banyak literatur tentang Levinas, karenanya, selalu menonjolkan sisi etisnya. Sedikit lebih maju dari literatur kebanyakan itu, buku ini, selain memaparkan konsep keadilan etis Levinas, juga mendedahkan konsep keadilan politisnya. Sebuah upaya filosofis yang menarik refleksi etis Levinas dari ranah yang personal ke ranah yang komunal.
Tags: cantrik pustaka, filsafat
Mencari Keadilan bagi Yang-Lain: Pandangan Etis-Politis Emmanuel Levinas
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.239 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Buku Filsafat Pendidikan ini mengajak pembaca untuk melakukan perjalanan mendalam ke dunia filsafat yang memaparkan analisis filosofis terhadap persoalan seputar pendidikan. Perenungan mendalam dapat dimulai dengan menelusuri ulang berbagai konsep dan aliran filsafat pendidikan sehingga mendapatkan hakikat pendidikan dan strateginya meretas berbagai tantangan zaman. Selain itu, filsafat pendidikan tidak sekadar menghubungkan berbagai perspektif unik dan… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Proyek filsafat modern ingin menguasai dunia lewat pemikiran rasional dan utuh. Tetapi, ternyata hal itu mengandung kelemahan. Maka bermunculan filsuf-filsuf yang mengkritisi proyek filsafat modern tersebut. Fenomena ini merupakan periode baru dalam sejarah filsafat, yaitu periode postmodern di era kontemporer. Dengan demikian, filsafat Yunani Kuno lahir untuk mengkritisi mitos. Filsafat Abad Pertengahan muncul untuk menundukkan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : M. Amin Abdullah Tebal : 352 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Dalam sejarah pemikiran dan peradaban Islam, khususnya sepeninggal Nabi Muhammad Saw., pernah muncul paham atau aliran teologi/kalam, seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah. Ketiga aliran kalam tersebut merupakan tonggak sejarah pemikiran yang tidak dapat dihapus dari khazanah intelektual Islam klasik…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Dalam dialog karya Schopenhauer ini, salah satu dari dua tokoh di dalamnya lebih mengedepankan pandangan konservatif dan populer tentang mengapa iman itu penting, memuliakan, dan dibutuhkan dalam masyarakat. Satu tokoh lainnya, yang tampaknya adalah diri Schopenhauer sendiri, menghabiskan waktunya untuk meragukan itu semua. Dalam salah satu argumennya dia berkata, “… pendidikan ada di tangan para… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Ilyas Supena Tebal : 218 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sering kali kita mendengar hukum Islam sebagai momokyang menakutkan untuk dipelajari, nyatanya tidak seperti itu. Konsep yang matang, pendekatan dan pendalaman yang menyeluruh menjadi bagian keberhasilan untuk mempelajari hukum Islam. Lahirnya buku Ini berbeda dengan buku… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Dalam rangka memahami ilmu pengetahuan secara utuh, kritis, rasional, dan menyeluruh, perspektif filsafat menjadi penting digunakan. Dan inilah kemudian yang dikenal sebagai filsafat ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, filsafat ilmu pengetahuan adalah memandang (mempelajari) ilmu pengetahuan dalam perspektif filosofis. Buku ini secara gamblang menjelaskan filsafat ilmu pengetahuan secara detail dan komprehensif, mulai dari pengertian, sejarah,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Imam Al-Ghazali Tebal : 208 hlm Ukuran : 11,5 x 15,5 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Sekiranya seluruh makhluk bersatu untuk menghitung segala yang diciptakan Allah, kemudian menghitung berbagai hikmah di balik penciptaan satu makhluk saja, tentu mereka tak mampu melakukannya.” Imam Al-Ghazali. Tidak ada makhluk yang tercipta sia-sia di alam… selengkapnya
Rp 41.650 Rp 49.000Pada tahun 1961, intelektual Perancis yang produktif Jean-Paul Sartre diundang untuk memberikan ceramah di Institut Gramsci di Roma. Hadir pula beberapa pemikir Marxis terkemuka Italia, seperti Enzo Paci, Cesare Luporini, dan Galvano Della Volpe, yang kontribusinya terhadap diskusi panjang dan luar biasa dikumpulkan dalam buku ini. Sartre mengajukan pertanyaan “Apa itu subjektivitas?”—sebuah pertanyaan yang kini… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Afthonul Afif Tebal : 304 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Prestasi terbesar yang pernah diciptakan oleh otak manusia bukanlah Piramida Agung di Giza, Borobudur, atau Jembatan Golden Gate, tetapi kemampuannya dalam membayangkan masa depan. Mengapa otak begitu keras kepala ketika diminta untuk tidak lagi membayangkan masa depan karena hal… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Agama sudah menjadi bagian integral dari kebudayaan manusia selama ribuan tahun, namun hanya dalam dua abad terakhir ini para pemikir meyakini bahwa agama bisa dijelaskan dengan analisis kritis dan ilmiah. Kapan dan bagaimana agama muncul? Kekuatan atau motif apa yang menciptakannya? Apakah agama itu rasional atau emosional? Apakah agama dapat memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat?… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.