Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Logika Penemuan Ilmiah
- Harmoni dalam Keragaman Jejak Budaya Toleransi di
- Investigasi Kelompok; Prototipe Pembelajaran Menul
- Dinamika Sejarah Umat Islam
- Kitab Mujarobat
- Kantor Pos dan Siklus Musim Semi
- Tekstualitas Al-Qur'an; Kritik Tajam Terhadap Ulum
- Metodologi Penelitian Hubungan Internasional Edisi
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Filsafat Nusantara dan Kearifan Lokal
Rp 85.000 Rp 100.000| ISBN | 978-623-359-075-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Buku berjudul Filsafat Nusantara dan Kearifan Lokal ini mendeskripsikan unsur-unsur konstruktif yang membingkai potret kultural "nusantara" atau yang menjejaki fakta-fakta historikal bertumbuhkembangnya kearifan Iokal Melayu dari dua bangsa serumpun; Indonesia dan Malaysia. Meskipun deskripsi itu tidak utuh dalam pengertian kultural dan historis, tetapi pendekatan filosofis, sebagaimana terwakili oleh istilah "filsafat" yang digunakan di depan kata "nusantara" menegaskan buku ini berisi hasil kajian yang memberikan pemahaman mendalam tentang esensi kenusantaraan dan kearifan lokal Indonesia-Malaysia. Deskripsi kultural historis dan kajian filosofis yang kental menghiasi latar pemikiran para penulis, dengan kata lain menunjukkan bahwa kajian dalam buku ini tidak saja menggunakan langkah-langkah ilmiah yang objektif, metodis, dan sistematis, tetapi juga menggunakan pemikiran reflektif mendalam terkait nusantara dan kearifan lokal.
Filsafat Nusantara dan Kearifan Lokal
Penulis : Zaid Ahmad, dkk. (Editor)
Tebal : 344 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Buku berjudul Filsafat Nusantara dan Kearifan Lokal ini mendeskripsikan unsur-unsur konstruktif yang membingkai potret kultural “nusantara” atau yang menjejaki fakta-fakta historikal bertumbuhkembangnya kearifan lokal Melayu dari dua bangsa serumpun; Indonesia dan Malaysia. Meskipun deskripsi itu tidak utuh dalam pengertian kultural dan historis, tetapi pendekatan filosofis, sebagaimana terwakili oleh istilah “filsafat” yang digunakan di depan kata “nusantara” menegaskan buku ini berisi hasil kajian yang memberikan pemahaman mendalam tentang esensi kenusantaraan dan kearifan lokal Indonesia-Malaysia. Deskripsi kultural historis dan kajian filosofis yang kental menghiasi latar pemikiran para penulis, dengan kata lain menunjukkan bahwa kajian dalam buku ini tidak saja menggunakan langkah-langkah ilmiah yang objektif, metodis, dan sistematis, tetapi juga menggunakan pemikiran reflektif mendalam terkait nusantara dan kearifan lokal.
Keberadaan filsafat nusantara dan kearifan lokal Indonesia dan Malaysia diketahui umum terbentang secara horizontal dalam dua budaya bangsa serumpun yang disebut sebagai kebudayaan Melayu atau identitas kemelayuan. Beberapa hasil kajian yang dilakukan oleh peneliti atau penulis dan peminat studi Melayu lainnya menunjukkan bahwa identitas kemelayuan adalah sebuah unit historis dan diakui sebagai entitas hidup di “Dunia Melayu” sampai hari ini. Berdasarkan konsep “Melayu” itu, maka istilah “keserumpunan” yang selalu menyertai rekognisi kita saat menyebutkan Indonesia dan Malaysia, bukanlah nama suatu kerajaan tertentu, melainkan suatu dunia yang disebut “Alam Melayu” atau “Peradaban Melayu.” Sama dengan kajian filsafat nusantara dan kearifan lokal dalam buku ini, kesadaran identitas “kemelayuan” diintrodusir melampaui batas-batas politik negara, dan karena itu selalu terbuka untuk dikonstruksi ulang.
Filsafat Nusantara dan Kearifan Lokal
| Berat | 500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.592 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Buku ini membahas seputar relasi negara dan metafisika. Yakni, metafisika sebagai bingkai emas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga lahir peradaban luhur lagi unggul. Yaitu, negara yang dipimpin oleh penguasa dengan kemampuan yang hebat untuk membawa seluruh rakyatnya kepada balairung kemakmuran dan kebahagiaan sejati. Buku yang ditulis oleh al-Farabi (257 H/870 M)—atau dalam dunia Latin… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Umberto Eco Tebal : 216 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : “…Pada prinsipnya, disiplin (itu) belajar segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berbohong. Jika sesuatu tidak bisa digunakan untuk berbohong, sebaliknya hal itu tidak dapat digunakan untuk mengatakan yang sebenarnya: tidak sebenarnya bisa digunakan ‘untuk memberitahu’ sama sekali.” Umberto Eco
Rp 57.800 Rp 68.000Fundamentalisme dipandang sebagai ancaman utama bagi perdamaian dunia saat ini, kesimpulan yang mustahil diabaikan sejak peristiwa di New York pada 11 September 2001. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan “fundamentalisme”? Sejak kata itu diciptakan oleh kaum evangelis Protestan Amerika pada tahun 1920-an, penggunaan istilah “fundamentalis” telah meluas hingga mencakup beragam kaum konservatif radikal dan puritan… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Seyyed Hossein Nasr Tebal : 248 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Manusia mana pun niscaya selalu merindukan puncak keagungan yang menandai segala dimensi eksistensialnya, yakni hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam (semesta). Itulah jalan ideal spiritualitas yang notabene merupakan ikon kebermaknaan hidup manusia di antara makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Spiritualitas… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Filsafat modern menganalisis tentang kekinian. Semangat kekinian ini tumbuh sebagai perlawanan terhadap cara berpikir tradisional Abad Pertengahan yang dianggap sudah tidak relevan dan cenderung mengekang kebebasan berpikir. Zaman modern diawali dengan zaman Renaisans sebagai pendobraknya, lalu mencapai puncaknya di zaman Pencerahan (Aufklärung atau Enlightenment). Di zaman ini terdapat dua peristiwa penting, yaitu Revolusi Inggris dan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Konsumerisme merupakan isu yang lekat pada kehidupan manusia modern dewasa ini. Ketika kita merunut awal mula kemunculannya, konsumerisme sangat dekat dengan hasrat-hasrat terkait pencarian manusia terhadap kekuasaan dan kesenangan yang dianggap sebagai suatu nilai mendasar yang perlu untuk dikejar atau dipenuhi dalam hidup. Konsumerisme juga berkaitan erat dengan variabel ekonomi yang dipandang secara deterministik. Nilai-nilai… selengkapnya
Rp 52.700 Rp 62.000Penulis : Deby Ibmar Tebal : 168 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : “Buku Dedy Ibmar, Tuhan Yang Berpikir, mengangkat sesuatu yang seperti sudah hilang dari wawasan intelektual kita: Permulaan metafisika dalam Islam. Dalam landscape kedangkalan pemikiran picik dogmatis yang sepertinya hanya mempertanyakan apakah suatu pemikiran tanda kekafiran… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : Epictetus Tebal : 446 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Epictetus mengelola sekolah filsafat yang berkembang pesat di Nicopolis pada awal abad kedua Masehi. Diskusi-diskusinya yang penuh semangat dipuji karena kehebatan retorisnya dan ditulis oleh Arrian, muridnya yang paling terkenal. Bersama dengan Enchiridion, panduan ide-ide utamanya, dan… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Tak bisa dimungkiri bahwa sejak tahun 1960-an, terutama setelah terbitnya buku Hans-Georg Gadamer yang sangat masyhur, Wahrheit und Methode, hermeneutiknya menjadi fokus perhatian banyak filsuf. Bersamaan dengan itu, ide-idenya tentang pemahaman dan penafsiran telah diterapkan pada serangkaian pembahasan yang luas: dari persoalan penafsiran dalam kajian seni dan kesusastraan, isu-isu pengetahuan dan objektivitas dalam ilmu-ilmu sosial,… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Salah satu pendiri filsafat Barat, Plato (sekitar 427-347 SM), lahir dalam keluarga bangsawan Athena selama periode kerusuhan sosial dan politik setelah pecahnya Perang Peloponnesos (431-404 SM). Sebagai pemuda, Plato sendiri memiliki aspirasi politik, tetapi harapannya untuk reformasi ditantang ketika, pada tahun 399 SM, Socrates, pemikir dan guru filsafat terkemuka pada masa itu, dijatuhi hukuman mati… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.