Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Bahasa dan Sastra » Sastra » Sosiologi Sastra Setelah Marxisme
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Sosiologi Sastra Setelah Marxisme

Rp 57.800 Rp 68.000
Hemat Rp 10.200
ISBN978-623-359-220-8
Stok Tersedia
Kategori Sastra
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Sosiologi Sastra Setelah Marxisme

Penulis     : Aprinus Salam

Tebal         : xvi + 128 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Kelahiran Posmarxisme salah satunya didorong oleh kekecewaan terhadap Marxisme ortodoks. Pada perjalanannya, posmarxisme tumbuh-kembang ke dua arah: posmarxisme (berisi para pemikir yang menyesali dan menentang Marxisme sebelumnya [ortodoks]) dan posmarxisme (berisi para pemikir yang memformulasikan kembali teori Marx dengan gerakan-gerakan baru seperti postrukturalisme, posmodernisme, dan feminisme gelombang kedua) Posmarxisme inilah yang akan lebih banyak disoroti di dalam buku ini.

Pemikiran-pemikiran utama Marx yang dianggap problematis tidak serta-merta diadopsi dan dijadikan dasar posmarxisme. Namun, “warisan” Marx tersebut diformulasikan ulang, dengan istilah-istilah dan pendekatan yang bisa sangat berbeda, dikolaborasikan dengan pemikiran-pemikiran di luar Marxisme, sehingga menjadi konstruksi kritik-kritik ”baru”. Kritik-kritik baru ini digunakan para posmarxis sebagai “politwal response” untuk menghadapi kapitalisme dan segala bentuk ortodoksi. Meskipun demikian, posmarxisme cenderung berjarak dengan pergulatan aktual (melalui partai, gerakan, dan kelompok sosial). Posmarxisme justru lebih mengarah pada praktik intelektual-akademik.

Buku ini menyoroti gagasan-gagasan penting dari tokoh-tokoh setelah Marxisme Slavoj Zizek, Giorgio Agamben, Jacques Ranciere, Jean-Luc Nancy, dan Antonio Negri, dan tetap berpijak pada pemikiran Marx, Althusser, dan Gramsci sebagai tiga tokoh penting awal perkembangan pemikiran Posmarxisme. Buku ini, meski tidak secara sempurna menyajikan penelusuran filosofi-historis antara pemikiran Marxisme ortodoks/struktural dan posstruktural, mengupayakan adanya gambaran ringkas yang dapat disajikan dari sebagian pemikir Posmarxis tersebut; serta sebagai ilustrasi kerja-kerja pemikiran Posmarxis dalam kajian sastra.

 

Tags: ,

Sosiologi Sastra Setelah Marxisme

Berat 200 gram
Kondisi Baru
Dilihat 234 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: