• Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sosial Politik » Rezim Lokal di Indonesia: Memaknai Ulang Demokrasi Kita
click image to preview activate zoom
Diskon
20%

Rezim Lokal di Indonesia: Memaknai Ulang Demokrasi Kita

Rp 96.000 Rp 120.000
Hemat Rp 24.000
ISBN978-602-433-561-8
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Rezim Lokal di Indonesia: Memaknai Ulang Demokrasi Kita

Penulis     : Longgina Novadona Bayo, dkk

Tebal         : viii + 478 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi :

Demokrasi kerap dianggap sebagai sebuah proyek nasional yang tunggal dan bersifat seragam. Padahal, struktur kesempatan politik di berbagai konteks jelas berbeda-beda dan menimbulkan pengaruh serta akibat yang juga berbeda. Oleh karena itu, studi tentang demokrasi dan demokratisasi perlu diperkuat dengan mengedepankan perspektif lokal, lebih dari pada perspektif pusat (nasional). Di tingkat lokal-lah terletak pusat-pusat kekuasaan yang satu sama lain saling berinteraksi. Dan di tingkat lokal pula imajinasi-imajinasi genuine tentang praktik berdemokrasi dapat ditemukan.

Buku ini adalah hasil studi di 11 daerah yang bermuara pada kesimpulan bahwa rezim lokal yang berbeda-beda dapat dipetakan dalam lima varian rezim: formalis-elitis, konsosiasional, pluralis-kompromis, sosio-kultural, dan formalis-deliberatif. Melalui pemetaan ini, buku ini menawarkan gairah baru untuk melanjutkan dan melakukan re-settingagenda demokrasi Indonesia secara lebih substantif dan tidak melulu terjebak dalam demokrasi electoral. Caranya adalah dengan mengembangkan demokrasi asimetris, yaitu demokrasi yang memahami dan mengakomodasi lokalitas sebagai modal dasar dalam pembangunan demokrasi.  Dengan demikian, proses demokratisasi ke depan dapat berlangsung ‘di daerah-daerah, dari daerah-daerah, untuk Indonesia’. Dengan logika seperti itulah demokrasi asimetris hadir sebagai  bottom-up, sehingga sungguh-sungguh menjadi langkah politik bersama untuk mengelola kebhinekaan Indonesia.

 

Tags: ,

Rezim Lokal di Indonesia: Memaknai Ulang Demokrasi Kita

Berat 700 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.220 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: