● online
- Cilacap 1830-1942: Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pel
- Energi Terbarukan
- Teori-Teori Sosial Kontemporer Paling Berpengaruh
- Seri Cerita Dongeng Negeri Nigeria: Drum Ajaib
- Asy-Syamail Al-Muhammadiyah
- Migrasi Internasional di Asia dan Eropa
- Akuntansi Keuangan Menengah
- Teknologi Layanan Jaringan SMK/MAK Kelas XI
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Paradigma Baru Pesantren
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-602-7696-27-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Paradigma Baru Pesantren
Penulis : Abu Yasid
Tebal : 316 hlm
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Penerbit : Ircisod
Deskripsi :
“Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari.”
Zamakhsyari Dhofier, cendekiawan dan penulis buku Tradisi Pesantren.
Pembahasan tentang pendidikan pesantren selalu mengundang diskusi dan bahasan-bahasan yang tidak berkesudahan. Karena pesantren memiliki “magnet” tersendiri yang selalu mampu menarik minat masyarakat untuk dipelajari dan dikaji secara berkesinambungan. Pesantren layak menjadi destinasi keilmuan. Kekhasan sistem manajemen dan atau tata kelola lembaga serta adopsi kearifan intelektual kaum santri menjadi jawaban atas kegersangan pendidikan dewasa ini, yang hanya mengultuskan aspek intelektualitas namun kering nilai.
Buku ini merupakan hasil diskusi dan pemikiran yang diharapkan menjadi tambahan referensi bagi siapa saja yang menjadikan pesantren sebagai destinasi wisata religi. Di antara tema-tema yang menjadi kajian, setidaknya dapat diklasifikasi menjadi beberapa isu, seperti dinamika pesantren, konfigurasi pesantren pada era globalisasi, pesantren transformatif, pesantren inklusif, dan pesantren progresif. Selamat membaca!
Paradigma Baru Pesantren
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.792 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Saya pernah membela praktik filsafat di sebuah program radio di mana salah satu tamu undangan lainnya adalah seorang profesional yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Dia bertanya kepada saya, dengan cukup agresif, apa gunanya filsafat dalam pawai kematian? Jawabannya, tentu saja, tidak banyak—tidak lebih dari sastra, seni, musik, matematika, atau ilmu pengetahuan yang akan berguna… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Zainal Rosyadi dan Siti Uswatun Kasanah Tebal : 172 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Di balik teori-teori psikologi tentang kepribadian, motivasi, dan perilaku, tersembunyi pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya makna menjadi manusia? Di sinilah filsafat manusia hadir—sebagai fondasi reflektif yang menelaah hakikat eksistensi, kebebasan, kesadaran, dan moralitas. Buku… selengkapnya
Rp 57.375 Rp 67.500Penulis : Ilyas Supena Tebal : 218 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sering kali kita mendengar hukum Islam sebagai momokyang menakutkan untuk dipelajari, nyatanya tidak seperti itu. Konsep yang matang, pendekatan dan pendalaman yang menyeluruh menjadi bagian keberhasilan untuk mempelajari hukum Islam. Lahirnya buku Ini berbeda dengan buku… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Paul Ricoeur Tebal : 244 hlm Ukuran : 14,5 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Maraknya kajian wacana dalam pemikiran kontemporer tidak hanya mengindikasikan suatu tema penting filsafat abad ke-20, namun juga suatu kebutuhan yang sangat mendesak untuk re-elaborasi persoalan bahasa yang menandai zaman ini. Bahasa, seperti dikutip Haidegger, adalah tempat… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Imam Al-Ghazali Tebal : 208 hlm Ukuran : 11,5 x 15,5 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Sekiranya seluruh makhluk bersatu untuk menghitung segala yang diciptakan Allah, kemudian menghitung berbagai hikmah di balik penciptaan satu makhluk saja, tentu mereka tak mampu melakukannya.” Imam Al-Ghazali. Tidak ada makhluk yang tercipta sia-sia di alam… selengkapnya
Rp 41.650 Rp 49.000Penulis : Hans-Georg Gadaner Tebal : xxix + 676 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Gadamer sengaja memberi judul bukunya yang monumental ini, Truth and Method (Kebenaran dan Metode), sarat dengan semangat polemik. Kalimat yang dipisahkan oleh kata “dan” menunjukkan adanya ketegangan tertentu. Ia ingin menantang secara konstruktif… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Para sejarawan membagi para tokoh filsafat Yunani Kuno menjadi tiga kelompok, yaitu tokoh-tokoh filsafat pra-Socrates, masa Socrates, dan pasca-Aristoteles. Tokoh-tokoh filsafat pra-Socrates sering pula disebut sebagai filsuf alam. Ini karena para filsuf awal tersebut ingin mengetahui rahasia alam semesta, berusaha mengungkap asal mula alam semesta, atau ingin menemukan bahan dasar alam semesta melalui ketajaman akal… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Salah satu problem besar yang, mungkin, tak terpikirkan dalam sejarah pembentukan konsep negara-bangsa (nation-state) adalah hak asasi sekelompok imigran yang telah kehilangan status kewarganegaraannya. Kita lantas bertanya-tanya: apa yang dapat dilakukan filsafat—terutama filsafat politik—dalam memberikan, setidaknya, status ontologis para imigran yang tengah mencari suaka di negara lain setelah terusir dari negaranya sendiri? Seyla Benhabib, salah… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Afthonul Afif Tebal : 304 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Prestasi terbesar yang pernah diciptakan oleh otak manusia bukanlah Piramida Agung di Giza, Borobudur, atau Jembatan Golden Gate, tetapi kemampuannya dalam membayangkan masa depan. Mengapa otak begitu keras kepala ketika diminta untuk tidak lagi membayangkan masa depan karena hal… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Buku ini hadir justru dari sebuah ketidakmungkinan, sebuah batas, yang, seperti garis tepi, adalah akhir bagi satu ranah, tetapi sekaligus awal bagi ranah yang lain, yaitu ketidakmungkinan ontologi untuk berbicara tentang Wujud. Ranah ontologi, dalam pengertian tradisionalnya, selalu berbatas dengan logos, dengan bahasa, dengan kata. Menyadari keberbatasan itu—sebagaimana juga Martin Heidegger pernah memaklumatkannya dengan satu… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.