● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)
Rp 76.000 Rp 95.000| ISBN | 978-602-6799-13-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Novel |
Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)
Penulis : Makinuddin Samin
Tebal : 500 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Javanica
Deskripsi :
Demak tak pernah sanggup tidur nyenyak setelah menghancurkan Majapahit pada tahun 1478 dan menobatkan Nyo Lay Wa sebagai raja boneka. Kekuatan yang masih setia pada Majapahit bisa memberontak kapan saja. Penguasa Demak, Trenggana, pun menggalang kekuatan untuk menaklukkan tanah Jawa. Dahanapura dan Tuban menjadi dua wilayah pertama yang bakal ditundukkan. Dahanapura siap menyambut pasukan Demak setelah mengungsikan rakyatnya dan lontar-lontar warisan Majapahit. Di Tuban, telik sandi disebar, seluruh pasukan disiagakan. Namun, Demak dibayang-bayangi kekuatan yang ingin membelokkan tujuan perang. Penumpang gelap itu ingin mengubah perang penaklukan Jawa menjadi perang antar-keyakinan. Mereka ingin menghapus agama leluhur Jawa sekaligus aliran agama Rasul yang dianggap sesat, terutama Aliran Tuban Sunan Kalijaga dan Aliran Lemahbang Syekh Siti Jenar.
Laskar Demak pimpinan Sunan Kudus berhasil menghancurkan Dahanapura yang mengobarkan perang puputan. Tuban terpaksa menyerah dalam hitungan hari. Atas nasihat Sunan Kalijaga, Adipati Tuban Arya Gegilang menjalankan Siasat Wijaya untuk melawan Demak. Strategi perang warisan Raden Wijaya ketika menumpas pasukan Tartar itu dijalankan selama 19 tahun tanpa henti. Perang telik sandi, persekongkolan, pengkhianatan, dan balas dendam terjadi sepanjang waktu.
Ketika Demak berupaya menaklukkan Panarukan, Arya Penangsang, keponakan Trenggana, diam-diam menyiapkan kekuatan perang di Jipang Panolan demi membalas dendam atas kematian ayahnya, Pangeran Surawiyata, yang tewas oleh siasat Raden Mukmin, putra Trenggana. Dendam Arya Penangsang dan persekutuan antar-kadipaten yang digalang jaringan telik sandi Tuban pun mengancam ambisi Demak menjadi penguasa tunggal Nusantara. Gempa bumi melanda berkali-kali, pertanda huru-hara besar bakal terjadi. Tanah Jawa berada dalam prahara.
Ahangkara (Sengketa Kekuasaan dan Agama)
| Berat | 500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.760 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Wawan Kurniawan Tebal : 174 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Referensi penulis tentang ke-bissu-an dengan latar Bugis sangat kuat sehingga mampu mengeksplorasi nilai lokal dengan kental.” Prof. Dr. Agus Nuryatin “Dalam novel Seratus Tahun Kebisuan, karakterisasi tokoh disajikan dengan lugas.” Dr. Seno Gumira Ajidharma “Penulis… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Sir Arthur Conan Doyle Tebal : 144 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Dalam cerita “Misteri di Wisma Wisteria”, Holmes bakal dipertemukan dengan lawan yang sama-sama tangguh. Diawali dengan kejadian aneh ketika Tuan Eccles ditinggalkan sendirian di Wisma Wisteria setelah malam sebelumnya ia diundang menginap oleh… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Puthut EA Tebal : 348 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : “Anda bisa membaca novel ini dari setiap bab bernomor ganjil sampai tuntas, baru kemudian membaca bab genap; atau membaca novel ini sebagaimana lazimnya, dari awal sampai akhir; atau tidak membacanya sama sekali. Dan itulah golongan… selengkapnya
Rp 74.800 Rp 88.000Penulis : Achmad Munif Tebal : xii + 232 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Gava Media Deskripsi : Mengisahkan kehidupan seorang mahasiswa yang terjebak menjadi Pekerja Seks Komersial, rahasia yang disimpan rapat itu kemudian terungkap, dan menjadi perbincangan serta perdebatan di kampus. Dunia mahasiswa yang penuh idealisme terusik dan tergoncang. Novel… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Ivan Noveli Tebal : vi + 202 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Saat hewan-hewan berbicara padamu, itu adalah bahasa kejujuran. Bahkan ketika kamu ragu pada dunia sekitarmu, hatimu bisa saja mengkhianati kepastian yang ada. Seperti kisahku yang ada di tanganmu, tentang hewan-hewan yang berbicara padaku, kejujuran,… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Supali Kasim Tebal : 184 hlm Ukuran : 14,8 x 20 cm Penerbit : Pustaka Kita Deskripsi : “Kesenian itu harusnya cukup menghibur saja. Tapi Mama Slamet telah membawa berokan sebagai alat untuk menyebarkan alirannya sendiri, yang justru mencampur adukkan akidah agama.” “Maksud aliran itu apa?” “Pemahaman dia terhadap agama itu dikait-kaitkan dengan… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000Aku Isnan. Aku seorang bek. Jika Tuhan tak berkehendak lain, aku akan tetap jadi bek. Insyaallah. Kenapa ingin jadi bek? Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. Apakah setiap keinginan harus dijelaskan? Aku bisa saja mengarangnya, tapi tentu itu bukan jawaban sesungguhnya. Sejujurnya aku memang tak tahu. Tak seorang pun mengajariku alasan yang tepat mengapa aku ingin… selengkapnya
Rp 83.300 Rp 98.000Penulis : Solzhenitsyn Tebal : 882 hlm Ukuran : 15,5 x 23,5 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Selama bertahun-tahun saya merasakan hati ini berat untuk menerbitkan buku yang sudah lama selesai ini: Kewajiban saya kepada mereka yang masih hidup telah melebihi beban kewajiban saya kepada mereka yang sudah meninggal. Namun sekarang ketika Badan… selengkapnya
Rp 195.500 Rp 230.000Penulis : Ersta Andantino Tebal : 332 hlm Ukuran : 13,5 x 20 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : Mbesok yen wis tekaning patikoe, donjo brono iki separo dibagi adil kanggo anak poetoekoe, separo kanggo anak poetoekoe sing ndoewe tondho toh poetih sing ono woeloene. Anak poetoekoe koewi sing biso ngresiki donjo brono iki lan… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Penulis : Khrisna Pabichara Tebal : 336 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Tiada perkawinan dalam keluarga kami dengan hamba sahaya. Sekaya apa pun, sementereng apa pun, sehebat apa pun, putramu tidak layak bagi putriku. Cuih!” Sappe sengaja meludah karena ia tahu bahwa ludah adalah penghinaan kasar, apalagi dalam acara pinang-meminang. “Aku… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.