● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Awan Theklek Mbengi Lemek
Rp 17.000 Rp 20.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Hersri Setiawan
Tebal : xii + 108 hlm
Ukuran : 12 x 18 cm
Penerbit : Gading Publishing
Awan Theklek Mbengi Lemek
Para penulis yang diasingkan ke Pulau Buru pada dekade akhir tahun 60an, kembali ke daerahnya lebih satu warsa kemudian dengan membawa banyak cerita dan kenangan. Demikianlah misalnya, sastrawan terkemuka Indonesia Pramoedya Ananta Toer menulis dua jilid buku memoarnya di Pulau Buru: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1-2. Penulis lain, Hersri Setiawan menulis kitab tebal sejenis: Memoar Pulau Buru. Kedua karya ini berkisah tentang suka-duka para tahanan politik selama menjalani pengasingan politik tanpa pengadilan di pulau kecil tersebut.
Ada kesan ketika membaca kedua catatan itu, Pulau Buru adalah pulau yang kosong dan hanya para tapol itulah para penghuninya. Maklum kebanyakan catatan, seperti diwakili dua karya itu, memang semata mengisahkan kehidupan para tapol. Sementara para penghuni aseli Pulau Buru hanya sesekali muncul sebagai figuran.
Dalam konteks inilah, buku ini, yang merupakan reproduksi tulisan Hersri Setiawan mengenai kehidupan keluarga, terutama kaum perempuan dan anak di Pulau Buru menjadi penting dan menarik. Menariknya adalah karena ia melaporkan kehidupan masyarakat Pulau Buru dan sekaligus interaksinya dengan para tapol. Pentingnya adalah karena tulisan ini mengangkat suatu kehidupan masyarakat yang dibayangkan belum sepenuhnya terkapitalisasi. Kehidupan Pulau Buru saat itu masih sangat bersahaja. Sejauh pelajaran diambil dari masyarakat Pulau Buru ini, ada secercah gagasan yang bisa dipetik dari tulisan ini bahwa sebagian besar diskriminasi atau pembedaan terhadap perempuan berasal dari, atau bahkan diperburuk, oleh kapitalisme. Inilah mengapa tulisan yang sudah lewat sekian dekade ini tetap penting untuk dibaca.
Tags: budaya, gading publishing, penerbit gading
Awan Theklek Mbengi Lemek
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.687 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : James P. Spradley Tebal : xxiv + 348 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : …. bagi Spradley, “ilmu untuk ilmu” sudah ketinggalan zaman. Ilmu harus mempunyai kegunaan praktis dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Begitu juga halnya dengan penelitian etnografi: seorang peneliti yang berhasil adalah juga seorang problem… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Penulis : Anton Sutandio Tebal : 142 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dalam dunia akademis Indonesia, tidak banyak buku teks yang berbicara mengenai perfilman Indonesia, terlebih lagi dalam genre horor. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya keragaman buku-buku akademik mengenai industri film Indonesia yang semakin hari… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Suku Bajo adalah suku bangsa Nusantara yang hidup di laut. Mereka membangun rumah-rumahnya di atas laut. Mereka dikenal orang-orang darat sebagai orang laut. Karena semenjak dahulu orang-orang Bajo kerap mengembara dengan perahu, populasi mereka pun tersebar di banyak perairan Nusantara. Sebagaimana penduduk Jawa mempunyai agama Jawa dan penduduk Sunda mempunyai Sunda Wiwitan, orang-orang Bajo juga… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000Provinsi Sumatra Utara adalah salah satu provinsi Republik Indonesia di Pulau Sumatra, yang perjalanan sejarahnya terentang jauh sebelum terbentuknya provinsi ini. Jejak-jejak perjalanan budaya di provinsi ini selain dapat diketahui lewat sumber tertulis dan ragam tradisinya, juga tercermin pada berbagai tinggalan materi yang menjadi bahan kajian utama arkeologis. Sebaran data arkeologi di berbagai bentang alam… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Balai Arkeologi Palembang Tebal : 370 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pantai Sumatra yang panjang meliputi pantai timur dan pantai barat yang dipisahkan oleh serangkaian pegunungan Bukit Barisan pada bagian tengah pulau. Kedua pantai ini memiliki kondisi geografis yang berbeda. Pantai timur merupakan pantai yang lebar… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Pada suatu hari, Darmagandhul, seorang murid yang tajam hatinya, bertanya kepada gurunya, Kiai Kalamwadi, tentang awal mula kenapa penduduk Jawa meninggalkan agama Shiwa Buddha dan beralih memeluk agama Islam. Pada saat itulah Kiai Kalamwadi mulai menyadari bahwa rahasia kehancuran Majapahit dan Jawa yang tersembunyi selama berabad-abad patut dibabarkan kepada Darmagandhul, agar menjadi pelajaran bagi generasi mendatang…. selengkapnya
Rp 108.000 Rp 135.000Kehadiran buku berjudul Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi ini merupakan upaya penulis untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari bidang seni pertunjukan dalam memahami perkembangan seni pertunjukan lebih komprehensif, yang temyata banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal non seni. Di antara faktor-faktor eksternal yang sangat dominan pengaruhnya itu ialah politik, sosial, dan… selengkapnya
Rp 85.850 Rp 101.000Penulis : Umberto Eco Tebal : x + 530 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Buku ini bermaksud menggali kemungkinan teoretis suatu pendekatan terpadu terhadap setiap fenomena signifikasi dan/atau komunikasi yang berlangsung antarmanusia. Lebih penting lagi, dia juga ingin menelisik fungsi-fungsi sosial seperti apa yang bisa dimainkan pendekatan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800Dalam konteks studi antropologi di Indonesia, kajian-kajian tentang kelompok suku bangsa minoritas tampaknya telah banyak ditinggalkan para peneliti kita. Sekarang banyak peneliti antropologi yang memusatkan penelitian kepada kajian masyarakat perkotaan dan kehidupan sosial pedesaan sebagai akibat dari dampak pembangunan Indonesia yang dianggap tidak adil dan merata. Dalam konteks ini kajian ini telah memberikan sumbangsih yang… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.