Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Bahasa dan Sastra » Puisi » Ketenangan Hati Kabuliwallah
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Ketenangan Hati Kabuliwallah

Rp 34.000 Rp 40.000
Hemat Rp 6.000
Stok Tersedia
Kategori Puisi

Penulis     : Rabindranath Tagore

Tebal         : 104 hlm

Ukuran     :

Penerbit   : Diva Press

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Ketenangan Hati Kabuliwallah

Ibu Mini adalah seorang yang gampang khawatir. Sedikit saja terjadi keributan di jalan, baginya seakan-akan semua pemabuk di dunia ini sedang berlari menuju rumah kami. Ia tak mampu mengusir dari benaknya—walaupun pengalaman hidupnya (yang tidak banyak)—kecemasan bahwa dunia ini penuh dengan banyak pencuri, penjahat, pemabuk, ular, macan, malaria, ulat bulu, kecoak, dan perampok berkulit putih. Dia tidak begitu senang dengan Rahamat, si Kabuliwallah itu. Dia berkali-kali mengingatkanku untuk benar-benar mengawasi Kabuliwallah. Jika aku menertawakan kecurigaannya, ia akan ganti mengajukan serentetan pertanyaan, “Apakah tidak pernah ada anak orang lain yang hilang? Apakah di Afghanistan tidak ada perbudakan? Apakah sangat mustahil bagi seorang Afghanistan yang berbadan besar menculik seorang anak kecil?”

Suatu pagi aku sedang duduk, memeriksa lembar-lembar evaluasi data. Aku menengok ke luar dan kulihat Rahamat dengan tangan diborgol, berjalan diiringi dua orang polisi di belakangnya. Aku mendengar, sebagian darinya, sebagian lagi dari Rahamat, ada tetangga kami yang berutang pada Rahamat sesuatu untuk cadar Rampuri. Ia mencoba berbohong tentang utangnya, mereka bertengkar, dan Rahamat menikamnya hingga tewas.

• Kabuliwallah
• Ketenangan yang Lembut
• Hari Libur
• Pada Tengah Malam
• Dilarang Masuk
• Kepala Kantor Pos

Tags: ,

Ketenangan Hati Kabuliwallah

Berat 100 gram
Kondisi Baru
Dilihat 556 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: