● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Memoar Sidarto Danusubroto; Ajudan Bung Karno
Rp 55.250 Rp 65.000| ISBN | 978-602-258-053-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi |
Penulis : Asvi Warman Adam
Tebal : xviii+320 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Memoar Sidarto Danusubroto; Ajudan Bung Karno
Lahir di Pandeglang 11 Juni 1936, Sidarto Danusubroto hidup pada tiga zaman yang masing-masing mengutamakan idealisme, kekuatan, dan uang. Bersekolah di Yogyakarta, beliau masuk PTIK tahun 1955 dan kemudian melanjutkan pendidikan kepolisian ke AS tahun 1964/1965.
Beliau menjadi ajudan Presiden Sukarno saat peralihan kekuasaan pasca Supersemar yang berdampak kepada interogasi yang dialaminya selama empat tahun. Setelah terhambat sekian lama, antara lain, 7,5 tahun menjabat kolonel, secara perlahan beliau meneruskan karier kepolisian bahkan sempat dua kali menjadi Kapolda. Setelah pensiun beliau bergerak dalam bidang swasta dan peralihan kekuasaan tahun 1998 membawanya ke ranah politik sebagai anggota DPR selama tiga periode.
“Sisi sejarah yang hilang” sebetulnya ungkapan eufisme bahwa telah terjadi manipulasi sejarah yang perlu dijernihkan kembali. Sukarno dijatuhkan dan perannya direduksi dalam sejarah Indonesia. Mengungkapkan “sisi sejarah yang hilang” tidak lain dari memberikan tempat yang tepat dan layak bagi Bung Karno.
Sidarto Danusubroto menjadi saksi bagaimana buruknya tindakan pemerintah terhadap seorang presiden yang masih menjabat walaupun de facto sudah nonaktif. Sukarno tidak pernah diputuskan menjadi tahanan kota bahkan tahanan rumah, namun untuk bepergian dari rumahnya di Batu Tulis di Bogor beliau harus meminta ijin kepada dua Pangdam. Pangdam Siliwangi untuk meninggalkan Bogor dan Pangdam Jaya untuk memasuki wilayah Jakarta dalam rangka berobat ke Rumah Sakit Carolus misalnya. Lebih parah lagi, sesudahnya harus menjalani tahanan rumah di Wisma Yaso.
Uraian tentang Supersemar agak panjang dalam buku ini karena itu merupakan titik balik perubahan kekuasaan di republik ini. Bagian lain mempersoalkan kenapa wajah Sukarno pada saat proklamasi kemerdekaan dihilangkan pada sebuah buku yang ditulis sejarawan yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam terjemahan buku Cindy Adams terdapat dua paragraf yang tidak ada pada buku asli dalam bahasa Inggris yang mengadu domba Sukarno dengan Hatta dan Sjahrir. Siapa yang menambahkan dua alinea tersebut? Sidarto juga mengingatkan bahwa Trikora dicanangkan Presiden Sukarno di Yogyakarta dan setelah itu memang terjadi operasi militer, namun peran diplomasi yang dijalankan Sukarno sangat menentukan terutama dengan memainkan kartu Uni Soviet dan Amerika Serikat sehingga Belanda tidak berkutik.
Pada 10 Desember 1967 saat menjadi ajudan presiden yang ketika itu sudah mengalami penahanan, beliau menerima buku dari Bung Karno yang diberi catatan dengan tulisan tangan “Untuk sdr. Sidarto, dalam edisi Indonesia dari buku ini, saya menulis: Man Totet den Geist nicht (Freeiligrath), yang arti(nya): Djiwa, idee, ideologi, semangat, ta’ dpat dibunuh” Sukarno. 10/12-67.
Tags: asvi warman adam, memoar, ombak, penerbit ombak, sidarto danusubroto
Memoar Sidarto Danusubroto; Ajudan Bung Karno
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.423 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Buku ini akan mengungkapkan bagaimana bentuk representasi yang diperjuangkan masyarakat Cepu atas Arya Penangsang sebagai tokoh lokalnya. Hal ini menjadi penting sebab pada masa lalu Arya Penangsang bukan sekadar tokoh Cepu, tetapi tokoh dari Kadipaten Jipang yang memiliki wilayah luas diperkirakan meliputi beberapa daerah di Pesisir (Blora, Bojonegoro, Lasem, Rembang, Pati, dan sebagian Kudus). Secara… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Buku ini memaparkan kiprah Bapak Antropologi Indonesia. Koentjaraningrat, dalam membangun dan mengembangkan pendidikan ilmu antropologi di berbagai universitas di Indonesia. Bab I adalah pendahuluan yang menjelaskan tentang kedudukan Koentjaraningrat dalam dunia akademik antropologi di Indonesia dan perlunya kiprah beliau dibukukan. Bab II menyajikan informasi tentang latar belakang sosial-budaya dan pendidikan Koentjaraningrat yang lahir di Yogyakarta…. selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Reni Nuryanti Tebal : 196 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Geoffrey Parrinder Tebal : 300 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Al-Qur’an mempersembahkan lebih banyak gelar kehormatan kepada Yesus dibanding sosok-sosok masa silam lain. Ia sebuah “tanda dan bukti nyata”, simbol “kasih”, seorang “saksi” dan “teladan”. Ia dipanggil dengan nama dirinya, Yesus (Isa), memperoleh gelar Almasih (Kristus) dan Putra Maryam, dan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Ketika nyantri di Pesantren Krapyak, saya terkesan kebersahajaan KH. Ali Maksum. Beliau merupakan salah satu ulama khos, yang berpenampilan sederhana dan dekat dengan para santrinya. Setiap menjelang subuh membangunkan para santrinya melalui pengeras suara satu per satu khususnya mereka yang tinggal di Komplek H yang terdiri dari anak-anak kuliahan. Dalam setiap pengajian terutama ngaji tafsir… selengkapnya
Rp 131.750 Rp 155.000Penulis : Earl Drake Tebal : 212 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Earl Drake tak hanya “menemukan” sosok perempuan terbesar dalam sejarah Nusantara yang nyaris tak lagi kita kenal karena namanya tenggelam di antara para pelaku sejarah laki-laki pada zamannya; sejarawan mantan Duta Besar Kanada di Indonesia ini… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Wanita sering dipandang sebelah mata, lemah, dan hanya pantas mengerjakan urusan domestik. Padahal, dalam banyak hal, wanita bisa lebih kuat daripada laki-laki. Rupanya, sistem budayalah yang membuat kaum wanita dipandang lemah atau kuat. Dalam sejarah, budaya Aceh telah melahirkan para wanita tangguh yang memiliki keberanian melebihi kaum Adam. Bahkan, kepiawaian mereka dalam memimpin tak kalah… selengkapnya
Rp 195.500 Rp 230.000Ibnu Sina disebut-sebut sebagai Bapak Kedokteran Modern karena karyanya, Qanun fi ath-Thibb, digunakan sebagai teks standar di Italia, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Jerman dari abad ke-12 hingga abad ke-18. Bahkan, prinsip-prinsip pengobatan dalam kitab itu masih diajarkan di Yale University dan University of California hingga abad ke-19 awal. Temuan-temuan penting Ibnu Sina di dalam kitab… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : M.Kamalul Fikri Tebal : 174 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : Imam Muslim adalah seorang ulama hadits yang terkenal. Ia memiliki peran besar dalam pengembangan disiplin ilmu hadits. Karyanya, Shahih Muslim yang lahir pada abad ke-3 H, menjadi rujukan utama para ulama dan kaum muslim, khususnya yang menaruh perhatian pada hadits… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Thoriq Aziz Jayana Tebal : 178 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : Dalam catatan sejarah, setidaknya ada tiga orang Indonesia yang pernah menjadi imam Masjidil Haram. Mereka ialah Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Nawawi al-Bantani, dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Mereka ialah ulama-ulama Nusantara yang menjadi panutan dan memiliki banyak murid. Lebih… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.