Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- 12 Laws of the Universe: 12 Hukum Abadi Alam Semes....
- Mineral Optik: Panduan Pengenalan Mineral Transpar....
- Yuk, Nulis Puisi....
- Guru, Motivator Belajar: Teknik Memotivasi Siswa d....
- Analisis dan Desain Berorientasi Objek Edisi 2....
- Perkembangan dan Pergolakan Politik di Negara-Nega....
- Riset-Riset Konstruksi Skala Psikologi....
- Manajemen Sumberdaya Perairan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 2: Maret 1946-Maret 1947
Rp 112.000 Rp 140.000| ISBN | 978-979-461-730-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi, Sejarah |
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Menjelang kapitulasi Jepang ia diutus ke Jakarta. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris ini berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Ia memberi kesan yang mendalam dan segera terlibat dalam pembentukan kebijakan di tingkat tertinggi. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan ‘perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomasi’.
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 2: Maret 1946-Maret 1947
Penulis : Harry A. Poeze
Ukuran : 16 x 24 cm
Tebal : 414 hlm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Menjelang kapitulasi Jepang ia diutus ke Jakarta. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris ini berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Ia memberi kesan yang mendalam dan segera terlibat dalam pembentukan kebijakan di tingkat tertinggi. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan ‘perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomasi’. Januari 1946 Tan Malaka mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Tan Malaka selalu dihadapkan dengan empat sekawan pimpinan Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Amir Sjarifoeddin serta gerakan komunis-sosialis yang berpengaruh dan yang menuduh Tan Malaka sebagai penganut Trotsky. Jilid kedua biografi Tan Malaka menggambarkan secara rinci nasib Tan Malaka dan pengikutnya dalam tawanan. Ia difitnah sebagai dalang di balik Peristiwa 3 Juli 1946 untuk menyelubungi fakta bahwa peristiwa itu sebetulnya menyerupai kup Panglima Besar Soedirman yang ingin berkuasa. Dalam risalah yang menegangkan rahasia Peristiwa 3 Juli diungkapkan. Walaupun Tan Malaka masih dalam tawanan, teman-teman sehaluannya berhasil muncul kembali sebagai oposisi melawan Perjanjian Linggajati yang dianggap sebagai kapitulasi terhadap Belanda. Akan tetapi semuanya berakhir dengan kekalahan lagi.
Tags: biografi, Indonesia, minangkabau, obor indonesia, tan malaka
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 2: Maret 1946-Maret 1947
| Berat | 600 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.606 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Yusana Sasanti Dadtun Tebal : 160 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini memberikan gambaran sistem produksi dan perdagangan minuman keras di Batavia dan dampaknya terhadap masyarakat pada akhir abb XIX. Kesimpulan buku ini adalah bahwa keseluruhan peraturan pemerintah (1873 dan 1898) tersebut dikeluarkan guna mengontrol… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : William Basil Worsfold Tebal : 232 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Melalui pengamatan yang tajam dan tulisan yang detail, Mengunjungi Jawa 1890 menghidupkan kembali keindahan dan keragaman Jawa pada akhir abad ke-19. William Basil Worsfold membawa pembaca menjelajahi Batavia, Buitenzorg, candi-candi Hindu, hingga kebun kopi yang… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Abd. Rahim Hamid dan M. Saleh Tebal : 179 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar bagi para mahasiswa dan pemerhati bidang ilmu sejarah, namun tidak semata bagi para pemula dalam bidang ilmu ini. Hal itu nampak dalam penyajian materi yang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Sejarah Arab Sebelum Islam (1) Geografi, Iklim, Karakteristik, dan Silsilah (2) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah (3) Daulah, Mamlakah, Kabilah, dan Imarah [Lanjutan] (4) Kondisi Sosial-Budaya, (5) Politik, Hukum, dan Tata Pemerintahan (6) Agama dan Kepercayaan (7) Sumber Daya Alam dan Perekonomian (8) Bahasa dan Literasi (9) Kesusastraan Arab adalah salah satu peradaban penting dan… selengkapnya
Rp 126.650 Rp 149.000Pembangunan jalan kereta api yang dimulai pada tiga dasawarsa ketiga akhir abad ke-19, merupakan bagian dari pengenalan teknologi Barat di Hindia Belanda. Jalan kereta api merupakan perkembangan dari kebutuhan sarana transportasi, yang sebelumya sudah dibangun jalan raya. Sebelum jalan kereta api dibangun, di Hindia Belanda telah terbangun jaringan jalan, mulai dari jalan setapak hingga jalan… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Dalam daftar ulama-ulama atau tokoh-tokoh NU, nama KH. Idham Chalid layak dimasukkan ke dalam daftar tokoh atau ulama NU sepanjang masa. Hal itu tidak lepas dari kiprah, jasa, dan pemikirannya yang memberikan kontribusi sangat besar bagi bangsa maupun NU. Namanya sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya akademisi dan warga Nahdliyin. Di bidang politik, namanya… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Buku Manusia dan Sejarah membahas mengenai eksistensi kesejarahan (historisitas) manusia. Sejarah sebagai suatu eksistensi manusia memiliki tiga arti. Sejarah dapat diartikan sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah dan sejarah sebagai nilai. Manusia berbuat untuk mengejar dan mencapai suatu nilai. Nilai adalah sesuatu yang dipandang berharga, mulia atau luhur. Sejarah sebagai kisah senantiasa berarti sebagai kisah… selengkapnya
Rp 29.750 Rp 35.000Penulis : Muhammad Luthfi Jum’ah Tebal : 512 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Peradaban Islam pada masa keemasan banyak melahirkan para pemikir genius di berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan filsafat. Dimulai dari era Abbasiyah I (132-232 H), dilakukan penerjemahan besar-besaran karya-karya asing—sebagian besar… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Sulaiman al-Qanuni adalah kisah pemimpin terbesar Turki Utsmani. Di Barat ia dijuluki “Magnificent”, gelar yang berkorelasi dengan kehidupannya yang luar biasa. Dia mulai berkuasa pada usia 25 tahun pada tahun 1520. Sebelum kematiannya, pada tahun 1566, dia telah mengubah struktur kekuasaan dan geografi Eropa Timur, dan menjadikan Turki sebagai kekuatan angkatan laut yang dominan di… selengkapnya
Rp 92.000 Rp 115.000Penulis : Nadhira Z.P. Tebal : 104 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Perang Aceh dapat disebut sebagai mimpi buruk bagi Belanda selama menduduki Indonesia. Perlawanan rakyat Aceh terjadi selama kurang lebih 31 tahun. Dimulai dari tahun 1873 hingga 1904. Bahkan setelahnya masih ada perlawanan dari rakyat di… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.