Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Redaksi
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Tanju

Rp 38.250 Rp 45.000
Hemat Rp 6.750
ISBN978-623-189-539-4
Stok Tersedia
Kategori Puisi
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Tanju

Penulis     : Hasan Aspahani

Tebal         : 60 hlm

Ukuran     : 14 x 20 cm

Penerbit   : Diva Press

Deskripsi :

Sajak-sajak di buku ini, sebagian besar, saya tulis dalam perjalanan. Awal September 2016, Taiwan Leisure Farm Development Association mengundang sejumlah jurnalis Indonesia bertandang. Terikutlah saya di program bernama Indonesia Media Trip itu. Kami mengunjungi beberapa daerah wisata pertanian yang seluruhnya ada di pinggiran Taiwan.

Saya membaca sajak-sajak Cina Klasik dari terjemahan Sapardi Djoko Damono. Cina punya sejarah persajakan yang kuat dan panjang. Puisi sangat penting di Cina. Nama-nama Tu Fu, Li Po, dan lain-lain sampai hari ini masih dibaca dan dikaji sajak-sajaknya.

Taiwan memang bukan Cina daratan, negeri Li Po dan Tu Fu. Tapi selama di Taiwan, melihat pemandangan alam yang kami kunjungi, sajak-sajak Cina yang saya baca, dan saya terjemahkan, seperti mewujud. Saya seperti terbius. Saya seakan kerasukan Li Po.

Gunung, sungai, kupu-kupu, langit, sawah, hujan, semua mengingatkan saya pada sajak-sajak Cina yang pernah saya baca.

Saya mula-mula curiga, jangan-jangan ini sajak yang instan. Tapi saya singkirkan perasaan itu. Tidak, saya membela diri, saya sudah siap untuk menerima momen puitik itu. Jika yang dibutuhkan adalah permenungan, saya sudah lebih dahulu dan sejak lama merenungkannya, ya lewat sajak-sajak Cina yang saya baca dan saya terjemahkan itu. Maka, saya terus saja menikmati momen puitik itu, saya terus menuliskan sajak-sajak saya di gawai saya dalam perjalanan antartempat yang kami kunjungi di Taiwan.

Hasan Aspahani

Tags: ,

Tanju

Berat 100 gram
Kondisi Baru
Dilihat 5 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: