● online
- Literasi Politik....
- Yogyakarta: Kota Pendidikan Minus HAM....
- Isu dan Aktor Politik Luar Negeri....
- La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1....
- Seri Yuk Mewarnai Sayuran Hijau....
- Bukan Semillah....
- Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin....
- Belajar dan Pembelajaran Pada Bidang Teknologi Inf....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Semiotika dan Hipersemiotika: Kode Gaya dan Matinya Makna
Rp 102.000 Rp 120.000| ISBN | 978-602-0708-25-6 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Budaya |
Buku ini dimulai dengan definisi semiotika yang mencengangkan dari Umberto Eco. Secara tandas ia mewedarkan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah “sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie).” Definisi Eco ini secara eksplisit menegaskan betapa sentral konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri. Eco lalu melanjutkan: “Bila sesuatu tidak dapat digunakan untuk mengungkap dusta, maka sebaliknya ia tidak dapat pula digunakan untuk mengungkap kebenaran (truth)—ia pada kenyataannya, bahkan tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan apa-apa”.
Semiotika dan Hipersemiotika: Kode Gaya dan Matinya Makna
Penulis : Yasraf Amir Piliang
Tebal : 386 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
Buku ini dimulai dengan definisi semiotika yang mencengangkan dari Umberto Eco. Secara tandas ia mewedarkan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah “sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie).” Definisi Eco ini secara eksplisit menegaskan betapa sentral konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri. Eco lalu melanjutkan: “Bila sesuatu tidak dapat digunakan untuk mengungkap dusta, maka sebaliknya ia tidak dapat pula digunakan untuk mengungkap kebenaran (truth)—ia pada kenyataannya, bahkan tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan apa-apa”.
Bertolak dari definisi tersebut, Yasraf Amir Piliang mengembangkan secara kreatif apa yang ia sebut sebagai hipersemiotika. Hipersemiotika, dengan demikian, adalah teori tentang dusta—tetapi juga dimaksudkan sebagai ikhtiar pelampauan atas selubung dusta demi merengkuh secara penuh (atau mungkin tak sepenuhnya utuh) tentang kebenaran yang terserak di dalam relasi-relasi sublim tanda, gaya, kode, makna, iklan, seni, agama, dan hal-hal yang menyehari di sekitar kita.
Tags: budaya, cantrik pustaka
Semiotika dan Hipersemiotika: Kode Gaya dan Matinya Makna
| Berat | 450 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.708 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Di Tanah Jawa, sosok kuntilanak digambarkan sebagai perempuan berambut panjang, berwajah pucat, dan berbaju putih yang kerap muncul di berbagai tempat, seperti pohon besar, rumah, bahkan gedung perkantoran. Karenanya, kuntilanak bukan lagi sekadar cerita hantu, namun simbol ketakutan yang mengakar dalam budaya dan legenda masyarakat Jawa. Buku ini mencoba mengajak pembaca memasuki dunia yang penuh misteri melalui… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Buku ini ini mencoba menelisik eksistensi adat pada sistem pengelolaan pemerintahan dan politik lokal pasca-Orde Baru, yakni dari sentralisasi ke desentralisasi. Fokus bahasannya lebih pada aras penggunaan simbol-simbol tradisi atau adat dalam berbagai segmen kehidupan, terlebih pada soal politik lokal khususnya pada masyarakat Ternate. Beberapa kesimpulan yang ditemukan dalam buku ini adalah sebagai berikut. Pertama,… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : 305 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Ketika memperbincangkan kebudayaan Jawa dan para pendukungnya, kita akan segera mengetahui bahwa orang Jawa mengenal etika dan etiket yang dipergunakan oleh orang Jawa dalam berinteraksi, baik dengan sesamanya, maupun dengan lingkungan fisik dan metafisik di sekitarnya. Etika dan etiket itu terkandung dalam alam pemikiran orang Jawa yang berlandaskan pada tata nilai dan filsafat yang mendalam…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Seno Gumira Ajidarma Tebal : 386 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Ini bukan tentang film, melainkan ideologi—sebagaimana tiada yang melebihi film dalam menanggung beban nasionalisme di Indonesia. Sejak pemutaran pertama Darah dan Doa di Istana Merdeka pada 1950; pengalaman Orde Baru yang memisahkan film dari… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Amrizal dan Sri Kamaliasari Tebal : 210 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Kebudayaan Melayu atau Budaya Melayu merupakan kebudayaan secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Kebudayaan Melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional Indonesia khususnya dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya. Buku Budaya… selengkapnya
Rp 97.325 Rp 114.500Buku Musik Keroncong ini membahas tentang sejarah musik keroncong, periode perkembangan musik keroncong, jenis-jenis musik keroncong, penyajian lagu keroncong, para seniman dan penyanyi musik keroncong, serta perkembangan musik keroncong saat ini. Selain itu, penulis juga mencoba menjelaskan tentang penyebaran musik keroncong di Indonesia dan peranannya sebagai warisan budaya bangsa. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia,… selengkapnya
Rp 61.880 Rp 72.800Penulis : H. Ach. Fatchan Tebal : 194 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku Metode Penelitian Kualitatif Pendekatan Etnografi dan Etnometodologi ini berisi pemaparan konsep penelitian kualitatif dan aplikasinya dengan menggunakan pisau analisis etnografi dan etnometodologi. Seperti diketahui, dijumpai banyak pendekatan atau pisau analisis dalam suatu penelitian kualitatif,… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 344 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Seni tidak bisa berbuat apa-apa tanpa selera, kata Clement Greenberg. Di telatah dunia yang kian mengglobal, selera dengan cepat bertukar tempat, pengaruh-memengaruhi, mudah menggelinding dan menggumpal menjadi “konsensus selera”. Konsensus selera hadir dengan tengara… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Penulis : Balai Arkeologi Palembang Tebal : 370 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pantai Sumatra yang panjang meliputi pantai timur dan pantai barat yang dipisahkan oleh serangkaian pegunungan Bukit Barisan pada bagian tengah pulau. Kedua pantai ini memiliki kondisi geografis yang berbeda. Pantai timur merupakan pantai yang lebar… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.