Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Pedoman Penatalaksanaan Gizi Atlet
- Representasi Ukhuwah dalam Karya Sastra Santri
- Guru Posting Berdiri, Murid Update Berlari: Transf
- Love in the Kingdom of Oil
- Pengantar Filsafat Ilmu; Lengkap dan Praktis
- Road Map Kebijakan Luar Negeri Indonesia (2015-202
- Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin
- Laku Prihatin
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-623-293-674-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Penulis : Maulana Rumi
Tebal : 218 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Diva Press
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
Dapat dikatakan bahwa karya-karya Rumi, juga para sufi yang lain, tidak lain merupakan puisi-puisi abadi dalam pemahamannya yang luas dan mendalam. Kenapa abadi? Karena karya-karya itu sebenarnya merupakan bayang-bayang langsung dari kemahaindahan Tuhan yang abadi, yang tidak mungkin lekang oleh siang, oleh malam dan oleh segala atribut apa pun yang menunjuk kepada kefanaan waktu.
Jadi, dapat diungkapkan bahwa pendar-pendar keindahan abadi yang berbungkus puisi-puisi itu berlayar dengan nyata di tengah hamparan tak terkira samudra kefanaan yang mengepung segala partikel di alam semesta ini. Sungguh sangat menakjubkan bahwa kefanaan itu ternyata dikodratkan untuk “sanggup” menampung perahu-perahu keabadian yang senantiasa dilabuhkan oleh orang-orang terkasihNya di sepanjang sejarah kehidupan.
Tidak usah bingung. Tidak usah cemas. Karena kita sebagai para pembaca puisi-puisi abadi itu dianugerahi kemungkinan untuk bersentuhan langsung dengan genangan madu spiritual yang dikandungnya. Tentu saja mesti dengan adanya isti’dad atau kesiapan rohani yang seharusnya kita sematkan terlebih dahulu di dalam diri kita. Artinya adalah bahwa harus ada “alat komunikasi” yang tersambung dengan puisi-puisi abadi itu. Tanpa adanya kesiapan itu, puisi-puisi abadi sekalipun hanya akan terpampang sebagai deretan idiom-idiom yang kusam, layu dan tidak berdaya.
Tags: diva press, puisi
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.448 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Ini adalah kisah cinta yang sangat lembut, yang berdetak keras melawan tabu tradisi Timur. Dengan kepekaan yang tinggi, Gibran menggambarkan hasratnya sebagai seorang pemuda untuk Salma Karami, gadis Beirut yang pertama kali mengungkapkan kepadanya rahasia-rahasia cinta. Tapi itu adalah cinta yang ditakdirkan oleh konvensi sosial yang memaksa Salma menikah dengan pria lain. Menggambarkan kebahagiaan dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Muhammad Ibraim Salim Tebal : 376 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Kemampuan Imam Syafi’i dalam bidang bahasa, sastra, dan syair benar-benar diakui oleh para pakar bahasa dan sastrawan ulung. Sebagaimana kehebatan Syafi’i di bidang fiqh, hadits, dan ushul fiqh.” (Dr. Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-Indunisi;… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Seno Gumira Ajidarma Tebal : 108 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Manusia itu bebas, atau ditentukan kodrat? Dari dasar lautan, Wisanggeni sang Buronan, menyerbu kahyangan mencari jawab. Seru seperti cerita silat. Bijak seperti buku filsafat. Ringan seperti hiburan.
Rp 51.000 Rp 60.000Sejauh ini, kita mengenal perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. melulu berupa pembacaan kitab maulid, baik Berzanji atau Dayba’i, atau bagaimana ia dimeriahkan dengan pengajian, atau disemarakkan dengan riasan pada rumah, atau dirayakan di jalanan, juga ditingkahi aneka perlombaan. Ternyata, di tempat yang lain, ada rupa-rupa perayaan yang rancak, tapi tak terungkap. Nah, Eko Sabto kini… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Objek-objek yang kelihatannya berjauhan sifat dan hakikatnya itu dikondensasikan dalam satu bayangan tunggal. Dalam keadaan demikian, pembaca yang tidak mampu merunutbentukancitraan simbolik akan terganggu pemaknaannya meskipun pembaca yang bersangkutan cukup tercekam dengan pesona imaji surealistis itu. (Abdul Wachid B.S., penyair) Zawawi termasuk penyair alam yang besar karena bakat bersajaknya yang besar. Ia mampu mengeksploitasi lingkungan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Faruq Juwaidah Tebal : 104 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” (Faruq Juwaidah)
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Octavio Paz Tebal : 76 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : aku menelusuri jalan-jalan diriku di bawah matahari abadi, dan di sampingku kau berjalan bagai pohon, kau berjalan ibarat sungai, dan berkata kepadaku seperti aliran sungai, kau tumbuh umpama gandum di antara tanganku, kau berkelejatan penaka… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Deddy Arsa Tebal : 80 hlm Ukuran : cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Tapi khatib-khatib di masa ketika pihak pemberontak telah dikalahkan telah dijemput dari rumah istrinya, dinaikkan ke atas truk dan diturunkan di sawah berawa-rawa untuk di benamkan hidup-hidup. Khatib-khatib lain tidaklagi berani berkata apa-apa di atas mimbar, dan shalat… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Eka Budianta dan Toeti Heraty Roosseno Tebal : xxviii + 388 hlm Ukuran : 13,5 x 18cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Sepuluh penulis senior bersepakat untuk bersatu dalam 10 MERETAS BATAS! Meretas Batas? Ya, usia bukan batasan dalam melahirkan karya, mengingat para Penulis ini berusia di atas 60 – bahkan melewati 80… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000Kenangan ketiga sowan kepadamu dengan tubuh Gemetar, kau dengar suara hujan di bahunya Yang basah: kesedihanmu yang dulu, resonan Sekilas seperti kilat dari jendela kereta melaju Meski ini nonsens, tetap saja kau merasa Gembira, terpukau pada kemurnian mata ular itu Yang menghangatkan sesuatu dalam dadamu Semenjak pejam hanyalah dendam yang hitam Dan tak pernah bisa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.