● online
- Fenomena Berislam
- Seperti Sebuah Ayunan di Taman Bermain
- Mencegah Perkawinan Usia Anak pada Remaja; Melalui
- Horor Tanah Jawa: Teror Kuntilanak dan Kisah-Kisah
- Belajar dari Kisah Fakta, Fiktif dan Legenda; Spek
- Sapu Bersih Ujian IPA SD/MI Kelas IV, V, Dan VI
- Panduan Praktis Membuat Robot Cerdas Menggunakan A
- Sherlock Holmes; Misteri Kacamata Berbingkai Emas
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-623-293-674-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Penulis : Maulana Rumi
Tebal : 218 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Diva Press
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
Dapat dikatakan bahwa karya-karya Rumi, juga para sufi yang lain, tidak lain merupakan puisi-puisi abadi dalam pemahamannya yang luas dan mendalam. Kenapa abadi? Karena karya-karya itu sebenarnya merupakan bayang-bayang langsung dari kemahaindahan Tuhan yang abadi, yang tidak mungkin lekang oleh siang, oleh malam dan oleh segala atribut apa pun yang menunjuk kepada kefanaan waktu.
Jadi, dapat diungkapkan bahwa pendar-pendar keindahan abadi yang berbungkus puisi-puisi itu berlayar dengan nyata di tengah hamparan tak terkira samudra kefanaan yang mengepung segala partikel di alam semesta ini. Sungguh sangat menakjubkan bahwa kefanaan itu ternyata dikodratkan untuk “sanggup” menampung perahu-perahu keabadian yang senantiasa dilabuhkan oleh orang-orang terkasihNya di sepanjang sejarah kehidupan.
Tidak usah bingung. Tidak usah cemas. Karena kita sebagai para pembaca puisi-puisi abadi itu dianugerahi kemungkinan untuk bersentuhan langsung dengan genangan madu spiritual yang dikandungnya. Tentu saja mesti dengan adanya isti’dad atau kesiapan rohani yang seharusnya kita sematkan terlebih dahulu di dalam diri kita. Artinya adalah bahwa harus ada “alat komunikasi” yang tersambung dengan puisi-puisi abadi itu. Tanpa adanya kesiapan itu, puisi-puisi abadi sekalipun hanya akan terpampang sebagai deretan idiom-idiom yang kusam, layu dan tidak berdaya.
Tags: diva press, puisi
Bawalah Mayatku pada Kekasihku
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.395 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : D. Zawawi Imron Tebal : 176 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : lima hari berbantal ombak berselimut angin baru kutiba di pantai losari pisang panggang dan sarung makassar yang merah kesumba mengajarku hidup di laut karena lama di darat aku tak betah olle ollang memanjat ombak… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Maman Suryaman, dkk Tebal : 102 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Proses pembacaan puisi bukanlah pencarian bahan-bahan yang diwujudkan ke dalam data-data statistik. Diperlukan pergulatan yang mendalam terhadap konvensi-konvensi dasar yang memadai. Apalagi membaca puisi-puisi modern, konvensi ini menjadi sangat penting dan berarti. Kompleksitas kesusastraan dalam… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Joko Pinurbo Tebal : 84 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: ‘Bagaimana tidurmu semalam? Sarungnya enak kan?… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Arif Rahman banyak menggunakan kata arkhais di dalam puisi-puisinya, tapi tanpa memanjakan pembaca dengan daftar sarikata. Tentu saja, cara ini tidak bertujuan ornamental belaka karena cara demikian boleh jadi akan menutup visi asali jalan puitiknya: seperti melabur gapura berbata merah dengan semen dan lepa. Dengan buku ini, penyair juga terobsesi untuk mengajak pembaca kisah-kisah Nabi… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Ulfatin Ch. Tebal : x + 54 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Berisi puisi-puisi pilihan Ulfatin CH. Tetap dengan cara khas sang penyair dalam menuliskan peristiwa-peristiwa kehidupan. Dengan bahasanya yang sederhana mampu mengantar makna-makna yang sering luput ditangkap.
Rp 23.800 Rp 28.000Penuli : Acep Zamzam Noor Tebal : 96 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Aku tak pernah mengundang bulan Ke dalam pelukan. Aku masih percaya awan Yang akan mempersilakan cahaya lewat Dan menerangi perjalananku Aku tak pernah memohon bintang Menjadi petunjuk. Aku masih percaya malam Yang kegelapannya selalu… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Puisi-puisi di dalam buku ini dihimpun dari proses penciptaan yang panjang, yaitu selama 31 tahun (1993-2024). Hal itu tertera berdasarkan datum yang disemat pada setiap akhir baris masing-masing puisi. Maka, adalah wajar jika citarasa dan gaya puisi-puisinya relatif berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Adapun tali pengikatnya adalah kenabian, yaitu puisi-puisi yang bertema nabawi…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Kenangan ketiga sowan kepadamu dengan tubuh Gemetar, kau dengar suara hujan di bahunya Yang basah: kesedihanmu yang dulu, resonan Sekilas seperti kilat dari jendela kereta melaju Meski ini nonsens, tetap saja kau merasa Gembira, terpukau pada kemurnian mata ular itu Yang menghangatkan sesuatu dalam dadamu Semenjak pejam hanyalah dendam yang hitam Dan tak pernah bisa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Seluruh bagian bangunan itu seakan-akan hidup; bangunan itu menyerapku, lambungnya yang besar mencernaku dengan perlahan. Mungkin ia telah mulai mencernaku saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sana, tetapi aku masih dapat mengingat dengan jelas hari itu ketika untuk pertama kalinya aku tersadar akan kekuatannya. Aku berdiri dengan perlahan. Meskipun tidak ada jiwa lain kecuali… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Binhard Nurrohmat Tebal : 220 hlm Ukuran : cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Ada apa dengan Binhad dan kuburan? Lewat Kuburan Imperium (2019) dan lalu Nisan Annemarie (2020) kita seperti diajak berziarah dari satu makam ke makam lainnya. Bertekun dalam belantara imajinasi tradisional membuat Binhad menemukan gaya pengucapan baru dalam petualangan… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.