Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Nisan Annemarie
Rp 57.800 Rp 68.000| ISBN | 978-602-391-918-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Nisan Annemarie
Penulis : Binhard Nurrohmat
Tebal : 220 hlm
Ukuran : cm
Penerbit : Diva Press
Deskripsi :
Ada apa dengan Binhad dan kuburan? Lewat Kuburan Imperium (2019) dan lalu Nisan Annemarie (2020) kita seperti diajak berziarah dari satu makam ke makam lainnya.
Bertekun dalam belantara imajinasi tradisional membuat Binhad menemukan gaya pengucapan baru dalam petualangan puitiknya. ia membuat sebuah ruang dalam genre puisi lirik, sebuah ruang epik yang menjadi wahana bertemunya suara-suara tradisi para kawi dan modernitas penyair Indonesia.
Gerak kembali ke tradisi adalah sekaligus juga gerak terbalik untuk melihat modernitas sebagai tradisi. Sekujur buku Nisan Annemarie menandai gerak ulang-alik itu. Dalam sajaknya bagaimana puisi modern Eropa pun lahir dari obsesi tentang maut dan neraka. Dalam sajaknya, “terbaring Camus di Lourmain”, ia menggali ketakpastian maut di tengah dunia yang juga tak tentu arah: “Masa depan tak melangkah ke mana pun / dan masa lalu keluyuran dalam kenangan./ Maut di Villeblevin bukan drama apa pun / dan tanah basah di Lormain berlubang.”
Dari pengamatan-pengamatan semacam ini Binhad memperlihatkan bahwa sensibilitas Barat modern pun diorganisasikan di sekitar batu nisan. Seakan maut membuat segalanya menjadi tradisi–menjadi kebaruan-jebaruan masa lalu, menjadi proyek turun-temurun, menjadi avant-gardisme warisan nenek-moyang. (Martin Suryajaya, kritikus dan penulis perkara filsafat)
Tags: diva press, puisi
Nisan Annemarie
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.423 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Muhammad Ibraim Salim Tebal : 376 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Kemampuan Imam Syafi’i dalam bidang bahasa, sastra, dan syair benar-benar diakui oleh para pakar bahasa dan sastrawan ulung. Sebagaimana kehebatan Syafi’i di bidang fiqh, hadits, dan ushul fiqh.” (Dr. Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-Indunisi;… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Bukan baju yang aku cabut dari tubuhku, tapi kulit yang aku sayat dengan kedua tanganku. Tidak, bukan dia yang mengkhawatirkan yang aku tinggalkan di belakangku, tetapi hati yang dihunjam oleh lapar dan haus. Tetapi aku tidak bisa menunda kepergian ini. *** Al-Mustafa setelah bertahun-tahun melalui hari-hari yang penuh duka di dalam dinding kota Orfulis, dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Selain pertanyaan retoris (rethorical question) yang kerap menyela-nyelai puisinya, ekspresi hiperbolis dan satire adalah ‘jalan ninja’ sang penyair. Orisinalitas ada pada cara ia membandingkan. Bukankah pekerjaan penyair hanya membandingkan sesuatu yang diketahui umum dengan gambaran privat yang mengeram di dalam imajinasinya sehingga ia dapat jadi hidangan bersama? Sebagai koki, Ali Zulfikar berhasil menyajikan menu baru… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penuli : Kang Maman Tebal : 172 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sedari bulan tiga Aku pulang ke rumah Meremas cemas dan resah Melangitkan doa 12 tanggalnya Bulan kelima Ibu mertua Kembali pulang ke haribaan-Nya 12 tanggalnya Ketujuh bulannya Ibuku tercinta Pun kembali pulang ke haribaan-Nya Runtuh… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Nina Minareli Tebal : 128 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deksripsi : Saat aku bersandar di kedalaman dadamu Ada gemuruh angin yang menggoncangkan waktu Ada jalan ke tengah hutan yang tak pernah tergambarkan Dan masih ada banyak malam yang tak pernah selesai Memeras hujan dari kesabaran lautan Sementara… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Nak, kelak ketika kau sudah besar Lalu kau membaca buku puisi Arab Kau akan sadar Bahwa kata-kata dan air mata Adalah saudara kembar Di dunia Arab, seorang warga negara butuh proses panjang untuk benar-benar memahami watak bangsanya sendiri. Karena ada banyak penghalang yang sengaja diciptakan dengan cara menekan kebebasan dan penutupan saluran demokrasi. Untuk benar-benar… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Seluruh bagian bangunan itu seakan-akan hidup; bangunan itu menyerapku, lambungnya yang besar mencernaku dengan perlahan. Mungkin ia telah mulai mencernaku saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sana, tetapi aku masih dapat mengingat dengan jelas hari itu ketika untuk pertama kalinya aku tersadar akan kekuatannya. Aku berdiri dengan perlahan. Meskipun tidak ada jiwa lain kecuali… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Arif Rahman banyak menggunakan kata arkhais di dalam puisi-puisinya, tapi tanpa memanjakan pembaca dengan daftar sarikata. Tentu saja, cara ini tidak bertujuan ornamental belaka karena cara demikian boleh jadi akan menutup visi asali jalan puitiknya: seperti melabur gapura berbata merah dengan semen dan lepa. Dengan buku ini, penyair juga terobsesi untuk mengajak pembaca kisah-kisah Nabi… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Dadang Ari Murtono Tebal : 159 hlm Ukuran : x cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : 1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000terlentang ke arah matahari. tanah subur. mata mengerjap ditimpa sinar. menakar kedalaman, menanam benih, –terbayang bunga mekar bergetar, buah berguncang. tegalan gembur. begitu gegap kita garap. bagai gemuruh musim hujan, kita sergap- menyergap. –“terus, benam lebih dalam,” katamu menatap rindang. ya, aku paham. * Puisi-puisi dalam buku ini—sebagaimana kebanyakan tumpuan artikulasi puisi Aslan Abidin—menggarap arena… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.