Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Geologi Medis: Pengantar Pemanfaatan Sumberdaya Ge....
- Kartografi Visualisasi Data Geospasial....
- Pengantar Studi Seni Rupa....
- Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya Edisi....
- Desain Multimedia Pembelajaran....
- Ekranisasi Awal: Bringing Novels to The Silver Scr....
- Seri Yuk Mewarnai Hewan Laut....
- Politik Hukum dan Positivasi Syariat Islam di Indo....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940
Rp 170.000 Rp 200.000| ISBN | 978-602-7696-34-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Kuntowijoyo
Tebal : 739 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Ircisod
Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940
Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara berproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola permukiman yang terpencar, besarnya migrasi ke luar daerah, struktur dan organisasi sosial ekonomi, kepribadian orang Madura yang ‘individual centered’, dan kepemimpinan politik di tangan ulama.
Pendek kata, ekologi tegal telah membentuk sejarah Madura secara menyeluruh, yakni sejarah dengan tema pokok tarik-menarik kekuatan politkm antara ulama lokal dan pemerintah. Kajian semacam ini penting bagi akademisi, pengamat sosial, teknokrat, para pengambil kebijakan, dan siapa pun yang tertarik sejarah sosial. Sebab, pengetahuan tentang latar sejarah sosial suatu masyarakat sangatlah dibutuhkan untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul dalam gelombang perubahan sosial kita di peralihan abad ini.
Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940
| Berat | 800 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.589 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Alfred Russel Wallace Tebal : 570 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : The Malay Archipelago merupakan karya monumental Alfred Russel Wallace, naturalis Inggris yang menjelajahi Nusantara selama delapan tahun dalam salah satu ekspedisi ilmiah paling berpengaruh abad ke-19. Melalui perjalanan panjang melintasi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,… selengkapnya
Rp 136.000 Rp 160.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 517 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Beberapa waktu belakangan, identitas Kebangsaan Indonesia yang majemuk (seolah) sedang terancam. Menguatnya politik identitas—khususnya identitas agama, lebih khususnya lagi Islam—dan berkembangnya organisasi Islam trans-nasional dipersepsikan sebagai ancaman bagi keindonesiaan. Kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Penulis : Leo Agung Tebal : 245 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejarah intelektual sebagai studi tersendiri muncul di Eropa pada awal abad ke-20. Sejarah intelektual lebih menekankan pada pemikiran, ide-ide, atau nilai-nilai yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dari masa kuno hingga dewasa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Donggala yang menjadi fokus kajian dalam buku ini adalah sebuah kota dengan masyarakat yang heterogen, sejak lama telah berinteraksi dengan dunia luar, dan merupakan salah satu lahan garapan sejarah lokal yang belum banyak disentuh oleh sejarawan. Muklis Paeni2 menyatakan bahwa sejarah lokal berhubungan dengan kisah dari hal ikhwal masa lampau masyarakat yang berada pada suatu… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Usman Thalib dan L. Rahman Tebal : 315 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejak dikenal sebagai rempah, pala (Myristica fragrans) telah menjadi komoditas primadona dalam perdagangan lokal maupun global. Orang-orang Cina, India, Arab, dan Persia yang terlibat dalam perdagangan di Nusantara pada abad ke-15–17 menjadikan pala… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 844 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kampus Universitas Gadjah Mada di Siti Hinggil Kraton Kesultanan Yogyakarta menjadi saksi bisu dari perdebatan yang menarik antara Muhamad Yamin dan Soejatmoko tentang filsafat sejarah nasional. Perdebatan ini berlangsung dalam sebuah perhelatan akademik pertama dari… selengkapnya
Rp 297.500 Rp 350.000Penulis : Abang Ishar Ay Tebal : xxii + 339 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi Buku sejarah Kesultanan Melayu Sanggau merupakan sebuah buku yang mengungkapkan fakta-fakta sejarah Sanggau masa lalu dan diungkapkan secara ilmiah dalam buku ini. Memang fakta sejarah Sanggau ini telah lama dilupakan atau memang sengaja ditenggelamkan… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000Penulis : Muhammad Ali Fakih Tebal : 220 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini menjelaskan tentang sejarah Islam di 11 negara Asia Tenggara, dan corak kebudayaan atau eksistensi Islam di tiap-tiap negara itu. Untuk konteks Indonesia, porsi penjelasannya lebih besar ketimbang negara lain. Ini karena selain secara… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Yusana Sasanti Dadtun Tebal : 160 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini memberikan gambaran sistem produksi dan perdagangan minuman keras di Batavia dan dampaknya terhadap masyarakat pada akhir abb XIX. Kesimpulan buku ini adalah bahwa keseluruhan peraturan pemerintah (1873 dan 1898) tersebut dikeluarkan guna mengontrol… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Harry A. Poeze Ukuran : 16 x 24 cm Tebal : 395 hlm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 125.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.