● online
- Analisis Genetik Ternak Lokal....
- Teori Fisika dalam Perspektif Memahami Konsep Kuan....
- Biostatistika....
- Komunikasi Keperawatan Untuk SMK X, Program Keahli....
- Paradigma Dakwah: Konsepsi dan Dasar Pengembangan ....
- Pengantar Metodologi Ekonomi Islam....
- Horor Tanah Jawa: 26 Kisah Horor di Pesantren....
- Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sunda Abad ke-19: Tafsir atas Ilustrasi-ilustrasi Junghuhn
Rp 80.750 Rp 95.000| ISBN | 978-602-0708-23-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Sunda Abad ke-19: Tafsir atas Ilustrasi-ilustrasi Junghuhn
Penulis : Hawe Setiawan
Tebal : 244 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) adalah romantikus Eropa yang sejak dini cenderung berjarak dengan gemerlap peradabannya sendiri. la memilih alam sebagai tempat terindah untuk berpaling. Di Jawa, dalam kesempatan sebagai pegawai kolonial Belanda, Junghuhn gemar “memotret” keindahan alam melalui lukisan-lukisannya yang hidup, terutama sekali lanskap daerah yang paling ia sukai: Sunda.
Representasi visual lanskap alam Sunda abad ke-19 dalam ilustrasi-ilustrasi Junghuhn dapat menjadi titik tolak untuk melakukan refleksi ulang atas hubungan seni, ilmu, dan filsafat. Lebih jauh, mosaik peninggalan Junghuhn dapat melengkapi alat-alat yang dibutuhkan untuk sekadar mendefinisikan ulang identitas kesundaan.
Lanskap alam Sunda telah menimbulkan minat ilmiah untuk menelisik rincian morfologinya; menggugah tanggapan estetis atas keelokannya; dan mendorong permenungan filosofis mengenai keluasan dan kebesarannya. Junghuhn adalah kasus tempat ketiga aspek pemikiran itu berjumpa dalam satu titik temu.
Tags: cantrik pustaka, sejarah
Sunda Abad ke-19: Tafsir atas Ilustrasi-ilustrasi Junghuhn
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.111 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Ada persepsi di kalangan sebagian sejarawan dan peneliti dunia Timur Tengah kuno bahwa bangsa Arab tidak punya mitologi khas, yakni kepercayaan akan dewa-dewa dan turunannya, seperti halnya mitologi pada bangsa Yunani dan Romawi. Sejumlah mitologi yang ada di dunia Arab dianggap mengambil dari mitologi-mitologi bangsa-bangsa di luar Arab seperti Yunani, Romawi, dan Mesir Kuno. Melalui… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Keberhasilan sebuah program, termasuk program pembelajaran, harus didukung oleh berbagai komponen baik input maupun proses, sehingga menghasilkan output vang diharapkan. Dalam pembelajaran sejarah, selama ini belum tersedia model yang dapat digunakan untuk mengevaluasi program pembelajaran secara komprehensif. Oleh karena itu, kehadiran buku Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah ini akan banyak membantu bagi para dosen sejarah, guru… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Buku ini berusaha untuk menelusuri sejarah komoditi Kopi Mandailing yang ditanam di wilayah Tapanuli. Wilayah Tapanuli yang dimaksud di sini adalah tempat berdiam penduduk beretnik Mandailing dan Angkola. Kopi Mandailing adalah suatu brand atau merk dagang yang dipakai untuk kopi yang berasal dari daerah Mandailing. Namun, sejak masa lalu banyak daerah-daerah lain di Tapanuli yang… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Walid Fikri Tebal : 272 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Semua bangsa kuno di dunia memiliki kepercayaan akan dewa-dewa jahat yang dianggap merusak, membawa bencana, melahirkan penderitaan, membuat prahara, serta menyakiti dan menakut-nakuti manusia. Hampir semua kejahatan dan keburukan yang menimpa mereka dianggap sebagai ulah para… selengkapnya
Rp 67.150 Rp 79.000Penulis : Zainal Arifin Mochtar dan Muhidin M. Dahlan Tebal : 700 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Buku Kronik Otoritarianisme Indonesia: Dinamika 80 Tahun Ketatanegaraan Indonesia mengungkap rupa otoritarianisme yang membayangi Indonesia selama delapan dekade. Zainal Arifin Mochtar menulis analisis dari sudut ketatanegaraan, sementara Muhidin M. Dahlan… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Penulis : Bernice de Jong Boers dan Helius Sjamsuddin Tebal : 129 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa tahun 1815, membawa dampak yang sangat luar biasa dalam sejarah umat manusia; penderitaan tidak saja oleh penduduk pulau itu sendiri dan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara berproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola permukiman yang terpencar, besarnya migrasi ke… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Pada masa Revolusi bagi para menak yang terlibat dalam elite birokrasi merupakan masa “keruntuhan” bagi kekuasaannya sebagai korps pegawai birokrasi. Karena sejak awal kemerdekaan yang kemudian tampil memimpin republik adalah para pemimpin priyayi nasionalis. Pada masa kekuasaan kolonial Belanda hubungan antara pangreh praja dan para pemimpin nasionalis tidaklah terlalu harmonis, terkecuali beberapa orang pangreh praja… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Helius Sjamsuddin Tebal : 490 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merupakan kajian sejarah yang mencoba memahami perubahan- perubahan sosial-politik yang terjadi dalam sejarah panjang Kerajaan Sintang khususnya tanpa mengabaikan kerajaan-kerajaan lain di Kalimantan Barat pada umumnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan suatu historiografi Sintang yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Pada bulan Juli 1946 Piet Hidskes mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada Depot Speciale Troopen (DST, Depot Pasukan Khusus), korps elite dari Koninklijke Nederlansch-Indisch Leger (Pasukan Hindia-Belanda) di bawah komando Kapten Westerlingyang menerima carte blanche untuk menumpas pemberontakan di Indonesia dan melakukan aksi-aksi pembersihan. Setelah mengikti pelatihan selama enam bulan, Hidskes ditempatkan di Sulawesi Selatan. Dia kemudian terlibat… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.