Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sumenep Abad ke-19: Tanah, Pajak, dan Layanan Wajib
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-602-0708-85-0 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sejarah |
Buku ini terdiri dari tiga manuskrip pendek—ditambah satu artikel dari Huub de Jonge—yang menghadirkan potret skematis tentang bagaimana roda pemerintahan Kerajaan Sumenep dijalankan pada abad ke-19. Dokumen pertama berisi gambaran pola administrasi, data pendapatan pajak, dan peluang ekonomi yang ada di daerah tersebut. Dokumen kedua lebih spesifik berbicara tentang suksesi raja, pengukuhan gelar, status barisan, dan sebagainya. Dokumen terakhir berisi catatan layanan wajib dan segala hal yang berkaitan dengan persoalan agrikultur.
Sumenep Abad ke-19: Tanah, Pajak, dan Layanan Wajib
Penulis : Huub de Jonge
Tebal : 162 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
Buku ini terdiri dari tiga manuskrip pendek—ditambah satu artikel dari Huub de Jonge—yang menghadirkan potret skematis tentang bagaimana roda pemerintahan Kerajaan Sumenep dijalankan pada abad ke-19. Dokumen pertama berisi gambaran pola administrasi, data pendapatan pajak, dan peluang ekonomi yang ada di daerah tersebut. Dokumen kedua lebih spesifik berbicara tentang suksesi raja, pengukuhan gelar, status barisan, dan sebagainya. Dokumen terakhir berisi catatan layanan wajib dan segala hal yang berkaitan dengan persoalan agrikultur.
Manuskrip ini, kendati tidak bisa dibilang lengkap, tetaplah merupakan tambang emas informasi tentang hakikat dan akibat dari relasi antara petani, aristokrat, dan bawahan-bawahannya yang berabad-abad lamanya didasarkan pada pungutan pajak dan layanan wajib. Dari laporan ini kita menjadi tahu—meski tidaklah mengejutkan—para mantri, pangeran, regen, dan kolonel adalah elemen-elemen patronasi yang paling diuntungkan di balik derita para kawula dan rakyat jelata dalam upaya membayar pungutan dalam bentuk barang, pekerjaan, dan uang.
Tags: cantrik pustaka, sejarah
Sumenep Abad ke-19: Tanah, Pajak, dan Layanan Wajib
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.221 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Anjarwati Norjanah Tebal : 166 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Dudung Abdurahman dan Syaifan Nur Tebal : 238 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini menyajikan informasi mengenai kelampauan perkembangan Islam di Nusantara. Islam sebagai fakta keagamaan memang selalu menampilkan keunikannya dilihat dari berbagai dimensi, baik mengenai pemahamn ajaran, pemikiran keagamaan, maupun perilaku umatnya secara sosial,… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Perjalanan haji umat Muslim dari berbagai negeri pada masa lalu selalu punya cerita menarik. Namun, tak semua cerita itu ditulis sehingga menjadi data sejarah yang penting dan berharga. Ibnu Jubair adalah pengecualian. Tokoh yang dikenal sebagai ahli sejarah, geografi, sastra, dan ulama besar Andalusia abad ke-12 ini melakukan rihlah untuk menunaikan rukun Islam terakhir itu… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Fathi Fawzi Abdul Muthi Tebal : 250 hlm Ukuran : 13 x 20,5 cm Penerbit : Zaman Deskripsi : Ke sanalah menghadap semua hasrat dan kerinduan umat. Ke sanalah ketundukan dan kekhusyukan ditunjukkan oleh setiap muslim dalam shalat. Ia tetap kokoh berdiri meskipun nafsu serakah banyak manusia mencoba… selengkapnya
Rp 29.750 Rp 35.000Istilah “Seni lukis Indonesia” di dunia Barat memunculkan berbagai asosiasi stereotipe tertentu. Terutama di Belanda, “Seni lukis Indonesia” dengan cepat dihubungkan dengan seni lukis batik Yogyakarta yang ditujukan untuk para wisatawan atau dengan seni lukis populer Bali yang berasal dari desa Ubud. Selain itu istilah “Seni lukis Indonesia” diasosiasikan dengan berbagai hal yang berbalut romantisme… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Selama itu pula kota ini tak lepas dari ancaman, namun selalu selamat dari penyerangan rata-rata setiap empat puluh tahun. Hingga akhirnya, sultan Usmani, Mehmet II, pemuda 21 tahun yang haus keagungan, berhasil melewati tembok pertahanan kota dengan bala tentaranya yang… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Sebagai bangsa yang punya sejarah panjang di Nusantara, bangsa Indonesia boleh dikatakan sudah kenyang makan asam garam. Di samping memiliki nilai dan etos tersendiri, bangsa ini juga pernah menyerap pengaruh luar dan menghadapi situasi yang dibawakan oleh dunia luar untuk kemudian memadukan dengan nilai asli, suatu kemampuan yang jamak disebut local genius. Saat buku ini… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Penulis : J. Stroomberg Tebal : 484 hlm Ukuran : 15 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini memaparkan banyak sekali informasi berharga seputar Hindia Belanda (Indonesia) pada tahun-tahun sekitar 1930 dan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari keadaan flora-fauna, populasi, pendidikan, kesehatan, layanan transportasi publik, pemerintah, perundangan agraria, hukum, bank, pertanian dan holtikultura,… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : A. Rani Usman Tebal : xxvi + 186 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku “Memahami Sejarah konflik Aceh” (dulunya terbitnya dengan jadul “Atjeh Sepintas Lalu”) berbicara tentang sebuah penggalan sejarah Aceh. Kalau kita melihat dengan kacamata sekarang, buku ini pun sebenarnya sudah menjadi bagian dari… selengkapnya
Rp 44.000 Rp 55.000Penulis : J.H. Neumann Tebal : 92 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Terlepas dari benar atau tidaknya analisis dan pendapat Neumann yang menyatakan bahwa daerah asli dari orang Karo di Dataran Tinggi Karo mula-mula didiami suatu suku-bangsa, yang rupanya juga tersebar sampai jauh ke selatan, yaitu daerah Samosir… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.