Beranda » Sejarah » Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara

Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara

DISKON 15% Kode: 978-602-258-337-0 Stok: Tersedia
Berat 250 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 1.158 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 59.500 Rp 70.000
Hemat Rp 10.500
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara
Rp 59.500 Rp 70.000
Tersedia / 978-602-258-337-0
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara

Penulis       : Imam Muhtarom, dkk (editor)

Tebal           : 224 hlm

Ukuran       : 15 x 23 cm

Penerbit     : Ombak

Deskripsi

Sebagian penduduk Indonesia hidup di atas cincin api yang paling aktif di dunia. Cincin api ini di daratan akan membentuk gunung berapi. Dalam sepuluh tahun terakhir letusan gunung berapi di Nusantara dapat dilihat daya rusaknya. Sewaktu-waktu gunung berapi ini bisa memuntahkan magma. Tidak kurang terdapat seratus dua puluh tujuh gunung berapi yang masih aktif di jalur berapi Nusantara. Di atas jalur berapi ini merentang mulai Danau Toba di Sumatera Utara menyambung di hampir daratan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Ambon, Seram.
Letusan gunung api bisa menimbulkan bencana tidak hanya lingkungan sekitar gunung, tetapi bisa mencapai masyarakat lintas benua. Letusan dalam kategori kolosal dan superkolosal pada Gunung Tambora dan Toba berakibat pada hilangnya kerajaan serta berpengaruh pada proses evolusi. Sementara dampak lintas benua berupa anomali alam di luar kendali manusia sehingga dalam waktu tiga tahun langit gelap dan selama dua tahun tak ada musim panas di Eropa. Akibatnya, panen gagal dan kelaparan merajalela di Eropa.
Pada saat yang bersamaan letusan gunung berapi memberi manfaat bagi manusia. Dari perut bumi keluar berbagai materi yang dibutuhkan tanah untuk menyuburkan tanaman. Material lain dari gunung juga berguna bagi kegiatan bercocok tanam dalam waktu yang lama. Juga persediaan bahan bangunan yang melimpah.

Dalam perjalanan peradaban di nusantara hubungan gunung dan manusia ini menempati posisi yang istimewa. Hampir semua puak peradaban di nusantara memiliki penghormatan kepada gunung ini. Penghormatan ini bisa berbagai macam maknanya. Bisa berarti ungkapan rasa takut, ucapan terima kasih, atau pemujaan karena menganggap sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Pelbagai bentuk penghormatan ini bisa dalam wujud kesenian, ritual, candi, batuan menhir, mitos, hikayat, nyanyian rakyat, dan legenda. Wujud ekspresi ini menunjukkan betapa gunung menjadi bagian yang tak terpisah dari proses spiritual bagi bentuk peradaban di Nusantara. Pada beberapa puak di Nusantara gunung tak ubahnya sebagai pusat di mana titik spiritual itu berada.

 

Tags: , , ,

Ditambahkan pada: 12 November 2015
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja