Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang sejak Kol....
- Perjalanan Bujangga Manik Menyusuri Tanah Jawa Dat....
- Nashaihul 'Ibad....
- Sejarah Islam Nusantara....
- Konstantinopel Abad Ke-17....
- Gunungsewu: Menguak Jejak Sejarah Flora Merekonstr....
- The Culture Code....
- Pendidikan Inklusi untuk Anak-anak Berkebutuhan Kh....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
Rp 76.500 Rp 90.000| ISBN | 978-602-258-416-2 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Budaya, Sejarah |
Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang disebut Ware Luwu. Dari tempat itu terjadi pemekaran jumlah warga kaum, dan masing-masing memilih jalan persebarannya. Mereka yang tersebar ke arah utara dan barat, ke daerah pegunungan merupakan awal terbentuknya kelompok etnik To-Raja. Adapun yang menetap di pantai menyebut diri To-Luwu yang bermakna orang laut. Warga kaum yang bersebar ke timur dan selatan pesisir barat Teluk Bone, membentuk persekutuan-persekutuan kaum yang kemudian menyebut diri To-Ugi, yang berarti orang Bugis. Hal ini ditegaskan juga oleh Abidin (1999:63) bahwa Luwu’ yang terletak di bagian utara Teluk Bone oleh suku Bugis pada umumnya dianggap sebagai daerah asal.
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
Penulis : AB. Takko Bandung
Tebal : 308 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi:
Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang disebut Ware Luwu. Dari tempat itu terjadi pemekaran jumlah warga kaum, dan masing-masing memilih jalan persebarannya. Mereka yang tersebar ke arah utara dan barat, ke daerah pegunungan merupakan awal terbentuknya kelompok etnik To-Raja. Adapun yang menetap di pantai menyebut diri To-Luwu yang bermakna orang laut. Warga kaum yang bersebar ke timur dan selatan pesisir barat Teluk Bone, membentuk persekutuan-persekutuan kaum yang kemudian menyebut diri To-Ugi, yang berarti orang Bugis. Hal ini ditegaskan juga oleh Abidin (1999:63) bahwa Luwu’ yang terletak di bagian utara Teluk Bone oleh suku Bugis pada umumnya dianggap sebagai daerah asal.
Dewasa ini, di Sulawesi Selatan ada empat suku bangsa besar yang mendiami, yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Suku-suku bangsa di Sulawesi Selatan mempunyai tamadun dan sosial budaya tertentu sehingga berbeda dengan suku bangsa lain yang ada di Nusantara. Berbagai ahli etnologi menjelaskan bahwa asal-usul suku bangsa di Sulawesi Selatan sangat majemuk. Sulawesi Selatan terletak pada posisi geografis yang strategis, yaitu terletak di persimpangan antara benua Asia dan benua Australia serta sirkulasi penyebaran manusia ketika masa glasial sehingga menempatkan Sulawesi Selatan sebagai wilayah arus lalu lintas, yaitu pertemuan manusia dari berbagai penjuru dunia dan menyebar ke wilayah lain atau ke negara lain.
Tags: budaya, bugis, ombak, penerbit ombak, sejarah, sulawesi selatan
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 7.244 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Barbara Hatley, dkk. Tebal : 327 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : SDU Press Deskripsi : Mengapa Orde Baru Harus Masih ada dalam kerangka analisis kita? Mengapa kita tidak bisa melakukan yang lebih baik selain menambah ” pasca ” untuk membicarakan yang kekinian? saya sangat menanti-nanti masa dimana kita memutuskan… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Pada 1482, Abu Abdallah Muhammad XI (di Barat dikenal dengan Boabdil) menjadi Raja Muslim ke-23 di Granada. Namun siapa sangka kalau ia akan menjadi raja yang terakhir. Buku ini mengulas pemerintahannya yang penuh bencana dan kekalahan pahit mengakhiri tujuh abad kekuasaan Muslim di Spanyol. Ini adalah kisah penuh aksi tentang intrik, pengkhianatan, kekejaman, kelicikan, kesopanan,… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Rudy Gunawan dan Huriah Tebal : 86 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Alfabeta Deskripsi : Buku ini membahas tentang historiografi novel dengan latar belakang sejarah. Historiografi merupakan kegiatan intelektual dalam memahami sejarah yang diawali dengan penelitian sejarah. Penulis novel berlatar belakang sejarah menulis novelnya pada saat sebuah peristiwa terjadi… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Walaupun kajian tentang masyarakat Minangkabau sudah mengalami kemajuan yang semakin pesat sejak beberapa tahun terakhir ini, penelitian tentang sejarah Sumatera Barat khususnya masih dirasakan amat langka. Terutama mengenai sejarah periode abad ke-19 hanya ada beberapa tulisan tulisan dari Christine Dobbin tentang Perang Paderi,*) yang sejak beberapa tahun terakhir ini belum dapat diterbitkan.
Rp 48.000 Rp 60.000“Para tiran awal mungkin semua kaya dan pebisnis, tetapi kekayaan dan aktivitas bisnis mereka bukan dasar atau fitur pembeda dari pemerintahan mereka.” —Percy Neville Ure Abad ke-7 dan ke-6 Sebelum Masehi (SM) merupakan salah satu periode paling penting dalam sejarah dunia. Pencapaian terbesar bangsa Yunani bermula dari dua abad tersebut, baik di bidang kesusastraan, seni,… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : Bambang Budi Utomo Tebal : xii + 120 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Sejak kedatangan para penutur rumpun bahasa Austronesi dan mendiami pulau-pulau di Nusantara, bangsa ini sudah menjadi Bangsa Bahari. Mereka mendiami pulau-pulau di Nusantara dengan berbeda-beda kebudayaannya, tergantung dari lingkungan alam tempatnya hdup…. selengkapnya
Rp 74.000 Rp 92.500“APA jadinya jika di perkantoran megah mewah sebuah gedung bertingkat yang biasanya di hari-hari kerja gaduh dengan hiruk-pikuk aktivitas kesibukan manusia yang super tinggi, namun ketika tutup atau libur , suasana menjadi sepi, senyap, mamring dan magis. Terlebih ketika malam hari. Tiba-tiba —meski semua ruangan dalam keadaan gelap dan terkunci— terdengar hiruk pikuk yang sama… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Siti Fatimah Tebal : 215 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Hubungan negara dan perempuan di belahan dunia ketiga, khususnya di Asia Tenggara memperlihatkan keunikan tersendiri. Karena itu, bagaimanakah persisnya bentuk hubungan tersebut bila dilihat dalam kasus “Fujinkai” di Indonesia, terutama bagaimana pemerintah Jepang mengontrol dan mengakomodir… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Syamsul Bakri Tebal : 396 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : LKiS Deskripsi: Dalam penggalan sejarah pergerakan di Indonesia, terdapat komunitas masyarakat yang melakukan aktualisasi ajaran Islam dalam gerakan komunisme. Hal itu dilakukan dengan jalan menemukan titik temu, dan menghilangkan pemahaman yang menjauhkan di antara keduanya. Adaptasi ini kemudian berkembang menjadi… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Provinsi Sumatra Utara adalah salah satu provinsi Republik Indonesia di Pulau Sumatra, yang perjalanan sejarahnya terentang jauh sebelum terbentuknya provinsi ini. Jejak-jejak perjalanan budaya di provinsi ini selain dapat diketahui lewat sumber tertulis dan ragam tradisinya, juga tercermin pada berbagai tinggalan materi yang menjadi bahan kajian utama arkeologis. Sebaran data arkeologi di berbagai bentang alam… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.