● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
Rp 76.500 Rp 90.000| ISBN | 978-602-258-416-2 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Budaya, Sejarah |
Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang disebut Ware Luwu. Dari tempat itu terjadi pemekaran jumlah warga kaum, dan masing-masing memilih jalan persebarannya. Mereka yang tersebar ke arah utara dan barat, ke daerah pegunungan merupakan awal terbentuknya kelompok etnik To-Raja. Adapun yang menetap di pantai menyebut diri To-Luwu yang bermakna orang laut. Warga kaum yang bersebar ke timur dan selatan pesisir barat Teluk Bone, membentuk persekutuan-persekutuan kaum yang kemudian menyebut diri To-Ugi, yang berarti orang Bugis. Hal ini ditegaskan juga oleh Abidin (1999:63) bahwa Luwu’ yang terletak di bagian utara Teluk Bone oleh suku Bugis pada umumnya dianggap sebagai daerah asal.
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
Penulis : AB. Takko Bandung
Tebal : 308 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi:
Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang disebut Ware Luwu. Dari tempat itu terjadi pemekaran jumlah warga kaum, dan masing-masing memilih jalan persebarannya. Mereka yang tersebar ke arah utara dan barat, ke daerah pegunungan merupakan awal terbentuknya kelompok etnik To-Raja. Adapun yang menetap di pantai menyebut diri To-Luwu yang bermakna orang laut. Warga kaum yang bersebar ke timur dan selatan pesisir barat Teluk Bone, membentuk persekutuan-persekutuan kaum yang kemudian menyebut diri To-Ugi, yang berarti orang Bugis. Hal ini ditegaskan juga oleh Abidin (1999:63) bahwa Luwu’ yang terletak di bagian utara Teluk Bone oleh suku Bugis pada umumnya dianggap sebagai daerah asal.
Dewasa ini, di Sulawesi Selatan ada empat suku bangsa besar yang mendiami, yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Suku-suku bangsa di Sulawesi Selatan mempunyai tamadun dan sosial budaya tertentu sehingga berbeda dengan suku bangsa lain yang ada di Nusantara. Berbagai ahli etnologi menjelaskan bahwa asal-usul suku bangsa di Sulawesi Selatan sangat majemuk. Sulawesi Selatan terletak pada posisi geografis yang strategis, yaitu terletak di persimpangan antara benua Asia dan benua Australia serta sirkulasi penyebaran manusia ketika masa glasial sehingga menempatkan Sulawesi Selatan sebagai wilayah arus lalu lintas, yaitu pertemuan manusia dari berbagai penjuru dunia dan menyebar ke wilayah lain atau ke negara lain.
Tags: budaya, bugis, ombak, penerbit ombak, sejarah, sulawesi selatan
To Manurung: Asal-Usul Manusia Dalam Kebudayaan Bugis
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 7.123 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Ni Wayan Sumitri, Ni Wayan Widiastuti, Ni Wayan Sudarti Tebal : xii + 290 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku Budaya dan Ragam Cerita Rakyat Manggarai Timur memerikan secara ringkas kebermaknaan kebudayaan sebagai jendela dunia masyarakat Manggarai Timur, sebagaimana tercermin dalam tujuh puluh empat teks cerita rakyat… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000Penulis : Leo Agung S. Tebal : 202 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Kurikulum adalah program belajar untuk siswa yang harus dijabarkan dan dilaksanakan oleh guru melalui proses pembelajaran. Dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya. Karena pentingnya, maka setiap kurun waktu tertentu… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Soejipto Abimanyu Tebal : 466 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Buku ini menghadirkan kajian menyeluruh tentang Babad Tanah Jawi: dari silsilah raja-raja Jawa—dengan menarik silsilah hingga Nabi Adam—sampai penelitian tentang candi-candi peninggalan kerajaan (orang) Jawa Kuno yang tersebar di seluruh Tanah Jawa. Kelengkapan dan kekayaan… selengkapnya
Rp 136.000 Rp 160.000Setelah dunia dilipat, kita hanyut dalam arus kemudahan, ketangkasan, dan kecepatan. Kita mengira tengah dibawa ke taman-taman firdaus nan penuh kenikmatan dan keserbanyamanan. Namun, yang kita jumpai justru sebaliknya. Kita seakan-akan hidup di dalam sebuah arsitektur peradaban dengan pilar-pilar kukuh humanitas, padahal sesungguhnya sedang terkurung di dalam penjara gelap kemanusiaan yang digerakkan oleh energi animalitas…. selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Dudung Abdurahman Tebal : 86 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Peradaban Islam senantiasa memiliki dinamika yang unik dalam setiap perjalanannya. Keunikan tersebut ditandai dengan munculnya beberapa komunitas-komunitas multikultural yang berasal dari latar belakang kebudayaan berbeda yang juga turut memberikan kontribusi dalam perkembangan perjalanan Peradaban Islam baik… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Rochman Romadon Tebal : 168 hlm Ukuran : 21 x 15 cm Penerbit : Rene Islam Deskripsi : Siapa bilang belajar di pondok pesantren seperti Gontor itu enggak enak? Pilihannya cuma dua: uenakk atau uenakk banget? Hehe… Bangun dini hari, tidur tengah malam. Tiap hari full activity, sampai terkantuk-kantuk. Disiplin bak militer, ngomong… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem nonstruktural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945–1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan satuan-komando komando Kapten Westerling. Menurut belanda, praktik… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Penulis : Fikrul Hanif Sufyan Tebal : xxxvi + 218 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Fort de Kock adalah nama yang disematkan pada Bukittinggi pada masa kolonial. Keindahan alamnya yang eksotis, ditambah lubang karabao (Karbauwengat)—penamaan di masa kolonial Belanda untuk Ngarai Sianok—yang memukau tiap-tiap mata yang memandang,… selengkapnya
Rp 95.200 Rp 112.000Pada 1482, Abu Abdallah Muhammad XI (di Barat dikenal dengan Boabdil) menjadi Raja Muslim ke-23 di Granada. Namun siapa sangka kalau ia akan menjadi raja yang terakhir. Buku ini mengulas pemerintahannya yang penuh bencana dan kekalahan pahit mengakhiri tujuh abad kekuasaan Muslim di Spanyol. Ini adalah kisah penuh aksi tentang intrik, pengkhianatan, kekejaman, kelicikan, kesopanan,… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000“Sebuah buku yang tak diragukan lagi adalah karya terbesar dari jenisnya yang belum pernah diciptakan oleh pikiran siapa pun di waktu atau tempat mana pun.” — Arnold J. Toynbee, Sejarawan Inggris. Apa istimewanya buku Muqaddimah ini sehingga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, memasukannya dalam daftar bacaan wajib manusia era digital? Ibnu Khaldun (1332—1406) adalah manusia abad… selengkapnya
Rp 339.150 Rp 399.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.