Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- The Masked Lecturer; Sastra Anugerah Austin Bessie
- Hakikat Ibadah Menurut Ibnu ‘Arabi
- My Own World 3: Coloring Book for Adults (Family E
- Materi Penunjang Ilmu Kedokteran Forensik dan Medi
- Pembiayaan Musyarakah dan Mudharabah Edisi 2
- Memahami dan Menggunakan Teori-Teori Pendidikan
- Manajemen Pendidikan
- Al Waqi'ah
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Menelusuri Asal Usul Batik
Rp 160.650 Rp 189.000| ISBN | 978-623-01-1855-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Menelusuri Asal Usul Batik
Penulis : Adi Kusrianto
Tebal : xvi + 160 hlm
Ukuran : 20 x 25 cm
Penerbit : Andi
Deskripsi :
Kapankah istilah Batik yang kita kenal sebagai warisan budaya bangsa Indonesia ini mulai digunakan? Banyak orang berpendapat batik berasal dari Jawa Tengah, sekalipun banyak juga yang berpendapat batik sudah ada sejak zaman Majapahit. Meskipun demikian, kita jarang memikirkan asal-usul istilah batik. Apakah hubungan batik dengan wastra yang telah menjadi penanda tingkat sosial pemakainya yang telah berlaku sejak awal abad Masehi di kerajaan-kerajaan Hindu Buddha? Apakah kita pernah mendengar istilah Wdihan dan Ken yang banyak disebut-sebut pada banyak prasasti sejak abad ke-6 hingga ke-10 Masehi? Mungkinkah ini adalah bentuk wastra batik yang kita kenal sekarang? Bahkan, banyak penulis yang dengan berani menyebut bahwa batik berasal dari India. Bukannya terbalik? Rabindranath Tagore-lah yang membawa batik Jawa ke Santiniketan, di mana ia memiliki sekolah Tinggi Seni Bhavana dan dengan bersemangat mengajarkan ilmu membatik. Dapat kita bayangkan, bangsa Jepang yang dulunya sangat tertutup ternyata menggemari Batik Jawa yang mereka kenal sebagai Jawa Sarasah sejak abad ke-16 Masehi. Buku ini memuat banyak informasi yang akan menambah wawasan kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan batik.
Tags: budaya, penerbit andi
Menelusuri Asal Usul Batik
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.109 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Ala’i Nadjib (Editor) Tebal : xxx + 295 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Gading Publishing Deskripsi : Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Beliau sendiri adalah pribadi yang tak terpisahkan dalam perjalanan dan perjuangan fatayat sejak menjadi… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Wasita, dkk Tebal : 204 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tinggalan arkeologi bisa dikaji dari berbagai aspek, dan buku ini menyajikan kajian simbol, yang sebenarnya masih jarang dilakukan pada tinggalan budaya Banjar. Kajian simbol ini memperhatikan tinggalan arkeologi yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Banjar dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Rovi’i Tebal : 187 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Kebudayaan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Sejak awal peradaban hingga saat ini, kebudayaan menjadi landasan dalam membentuk identitas individu maupun masyarakat secara kolektif. Buku “Pengantar Ilmu Budaya: Pemahaman Kebudayaan dalam Memaknai Hidup Manusia” hadir untuk memberikan… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Akhmad Siddiq Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Tema utama teks Centhini atau disebut Suluk Tambangraras – Amongraga adalah tasawuf Jawa atau manunggaling kawula Gusti atau kesempurnaan hidup (kasidan jati). Hakikat Tuhan, hakikat manusia, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya secara benar diuraikan secara tuntas dan sangat mendalam. Perjalanan manusia secara benar dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu syariat/sêmbah raga, tarekat/sêmbah cipta, hakikat/sêmbah jiwa,… selengkapnya
Rp 78.200 Rp 92.000Provinsi Sumatra Utara adalah salah satu provinsi Republik Indonesia di Pulau Sumatra, yang perjalanan sejarahnya terentang jauh sebelum terbentuknya provinsi ini. Jejak-jejak perjalanan budaya di provinsi ini selain dapat diketahui lewat sumber tertulis dan ragam tradisinya, juga tercermin pada berbagai tinggalan materi yang menjadi bahan kajian utama arkeologis. Sebaran data arkeologi di berbagai bentang alam… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Jawa bagian Tengah, khususnya poros Kedu Selatan-Prambanan, pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno abad IX-X Masehi. Lingkungan tersebut merupakan wilayah yang ditandai dengan sederetan gunung api, beberapa perbukitan, dan menghampar dataran kaki gunung api yang cukup luas, dengan sumber daya alam yang memadai sehingga memungkinkan terbentuknya pemukiman masyarakat abad 1X—X Masehi yang dekat dengan… selengkapnya
Rp 79.900 Rp 94.000Penulis : Aries Zulkarnain Tebal : 250 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : “ADAT BERSENDIKAN SYARA, SYARA BERSENDIKAN KITABULLAH” merupakan pedoman dan pegangan bagi warga kolektivitas. Namun sangatlah dipahami oleh semua orang, apabila dilihat berbagai macam bentuk aktivitas tradisi masyarakat. Pada perkembangan kekinian, modernisasi telah merebak dan merasuk pada… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : I Ketut Sandika Tebal : 372 hlm Ukuran : 13,5 x 20 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : Jagat raya bermula dari kehendak Sanghyang Suwung yang misterius. Kehendak itu terekspresi melalui sabda Ong yang mengoyak kehampaan, menciptakan ruang-waktu, menyebar ke segala arah dan membentuk pusaran-pusaran energi yang menempati 8 arah mata angin. Di… selengkapnya
Rp 80.000 Rp 100.000Indonesia mempunyai keragaman suku bangsa dan budaya. Setiap suku bangsa mempunyai kearifan lokal yang menjadi dasar kehidupannya. Dari situlah keseimbangan alam dan manusia terbentuk secara utuh dan berkesinambungan. Secara turun-temurun tradisi itu diwariskan ke generasi bcrikutnya. Kebhinckaan dan harmoni suku-suku bangsa itu menjadi khazanah budaya yang dikagumi dunia. Permasalahan muncul ketika kita—manusia Indonesia—memasuki tahap modern…. selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.