Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Prinsip Moderat Paham Ahlussunnah Wal Jama'ah (Asw
- Struktur Senyawa Anorganik
- Media Pembelajaran Geografi; Berbasis Lectora Insp
- Cerita-Cerita Klasik dari Rusia
- An Inventory Of Losses - Tentang Memori dan Kehila
- Masa Muda dan Kisah-Kisah Lainnya
- Aku Kini Doa
- Kitab Lima Unsur: Falsafah Kesejatian Manusia
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Hidup adalah Solusi
Rp 63.750 Rp 75.000| ISBN | 978-623-5348-11-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Hidup adalah Solusi
Penulis : Karl Popper
Tebal : 254 hlm
Ukuran :
Penerbit : Ircisod
Deskripsi :
Sains selalu berawal dari masalah. Demikian pula, dinamika kehidupan adalah dinamika masalah satu ke masalah yang lain. Dan, untuk memecahkan masalah ini, sains menggunakan metode trial and error, atau metode coba-coba. Metode ini mengasumsikan bahwa kita bekerja dengan sejumlah besar eksperimentasi solusi. Dan, solusi tersebut ditimba pula dari kehidupan, dari lingkungan tempat masalah itu muncul. Satu demi satu solusi diuji dan dihilangkan. Kemudian, solusi yang keliru dibuang, dan yang diambil adalah solusi yang paling presisi dalam memecahkan masalah.
Pada dasarnya, prosedur ini digunakan oleh seluruh organisme, mulai dari amoeba hingga Albert Einstein. Setiap organisme mencoba untuk melepaskan diri dari masalah yang merepotkan. Baik hewan, tumbuhan, atau manusia melakukan prosedur demikian karena mereka rindu akan hukum dan keteraturan, dan menurut Karl R. Popper, harapan akan hal ini tercetak secara genetik. Mereka mempelajari fenomena alam, melakukan pengujian, hingga ditemukan sesuatu yang mampu memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Namun, pertanyaannya, apa bedanya amoeba dengan Einstein?
Amoeba menghindari falsifikasi (pemalsuan). Ia membuat hipotesis secara subjektif, dan harapannya terhadap hipotesis itu terlampau besar. Sehingga, kalau hipotesisnya terbukti keliru, ia tak dapat memecahkan masalah, lalu ia binasa. Sementara, Einstein membuat hipotesisnya secara objektif. Kemudian, ia menghancurkan hipotesisnya melalui kritik, tanpa ikut menjadi binasa. Alih-alih menghindari, ia malah menjadikan falsifikasi sebagai landasan untuk menyangkal teori yang ia hasilkan dari hipotesis tersebut. Namun, teorinya ia maksudkan bukan untuk dibuktikan bahwa teori itu benar, melainkan untuk diuji agar terbukti bahwa teori itu salah.
Hidup adalah Solusi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 822 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sepertinya, setiap zaman selalu melahirkan tokoh-tokohnya sendiri. Tidak terkecuali pada awal abad ke-20; sebuah masa transisi di mana pergerakan nasional tumbuh subur di tanah jajahan Hindia Belanda, yakni Indonesia. Era itu menandai kegelisahan sebuah “bangsa jajahan” untuk mencari identitas baru dalam haru-biru gejolak masa transisi yang pelik sekaligus menyakitkan. Salah satu tokoh terkenal pada masa… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Hermeneutika adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan interpretasi, suatu perilaku yang melekat pada kehidupan kita sehari-hari. Sebagai manusia, kita menguraikan makna artikel surat kabar, buku, masalah hukum, teks agama, pidato politik, surat elektronik, dan bahkan percakapan makan malam, pesan WhatsApp, atau apa pun setiap hari. Namun, bagaimana pengetahuan dimediasi melalui bentuk-bentuk ini? Apa yang dimaksud… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Bernadette Bucher, dkk Tebal : xviii + 370 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari enam bab, yaitu: “Totemisme: Istilah dan Benda-bendanya” ditulis oleh Alfred Adler; “Struktur, Transformasi Dan Morfogenesis Atau Strukturalisme Yang Diilustrasikan Oleh Pascal dan… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Heddy Shri Ahimsa-Putra Tebal : 234 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Setelah menelaah secara kritis pemikiran Kuntowijoyo mengenai ilmu sosial profetik, Ahimsa-Putra mencoba memperbaiki dan memperkuat bangunan ilmu sosial tersebut dengan meletakkan terlebih dulu basis dan inti dari ilmu tersebut, yakni paradigma profetik. Untuk… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Tom Chatfield Tebal : 456 hlm Ukuran : 19 x 23 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku Pertama Tentang Pemikiran Kritis, Dengan Canggih Memperkenalkan Landasan Pemikiran, Argumentasi, Retorika Bias, Dan Cara Memahami Konsep-konsep Tersebut, Sehingga Kita Sebagai Pembaca, Pembicara, Penulis, dan Penelitian Menjadi Lebih Baik. Chatfield dengan tempat memilih kombinasi penulisan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Wahyudin Tebal : 244 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : “Membaca,” kata Goenawan Mohamad, “adalah berargumentasi, menciptakan, membentuk, mengubah: semua itu pada saat yang sama juga proses menghidupkan apa yang dibaca.” Dengan hikmat itulah tiga puluh tiga tulisan Wahyudin di buku ini lahir. Kalau boleh menegaskannya dengan… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Hans Albert Tebal : 336 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Inilah satu dari dua buku terpenting karya Hans Albert, filosof sosial Jerman kontemporer yang—menurut Karl Popper—paling penting. Buku ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan persoalan-persoalan sekarang dari sudut pandang filsafat kritis dan berusaha menunjukkan konsekuensi yang… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Filsafat modern menganalisis tentang kekinian. Semangat kekinian ini tumbuh sebagai perlawanan terhadap cara berpikir tradisional Abad Pertengahan yang dianggap sudah tidak relevan dan cenderung mengekang kebebasan berpikir. Zaman modern diawali dengan zaman Renaisans sebagai pendobraknya, lalu mencapai puncaknya di zaman Pencerahan (Aufklärung atau Enlightenment). Di zaman ini terdapat dua peristiwa penting, yaitu Revolusi Inggris dan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Bangsa Indonesia telah dikaruniai oleh Allah Swt. mozaik keragaman masyarakat dan budaya yang sangat kaya. Akan tetapi, keragaman tersebut berpotensi memicu konflik bila anggota masyarakatnya salah dalam mengelola atau merawatnya. Di Indonesia, keragaman rentan memicu perselisihan internal seperti terlihat dalam konflik-konflik SARA yang mewarnai perjalanan bangsa. Untuk menjaga keragaman bangsa, Indonesia perlu rumusan konsep jati… selengkapnya
Rp 56.100 Rp 66.000Ilmu dakwah adalah ilmu yang berhubungan dengan upaya mewujudkan masyarakat Islam (ummah) yang ideal sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Karena itu, dalam ilmu dakwah terdapat dua hal yang saling berkaitan; yaitu dimensi empirik kehidupan sosial dan dimensi pemikiran yang terkandung dalam teks (Alquran dan sunah). Ketika yang dituju adalah perbaikan kualitas hidup manusia, maka memahami… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.