● online
- Konvensi....
- Akhlak Tasawuf....
- Seri Cerita Dongeng Dunia: Kumpulan Dongeng Negeri....
- Dasar-Dasar Beton Bertulang....
- Augmented dan Virtual Reality; Transformasi Teknol....
- Oase di Tengah Kota: Kota Ekologis dan Penyiapan R....
- Jurnalistik: Teori dan Praktik....
- Kawasan Pembangunan “Semeja” Edisi 2....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
An Inventory Of Losses – Tentang Memori dan Kehilangan Abadi
Rp 72.000 Rp 90.000| ISBN | 978-602-433-990-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Esai |
An Inventory Of Losses – Tentang Memori dan Kehilangan Abadi
Penulis : Judith Schalansky
Tebal : xxxii + 282 hlm
Ukuran : 13,5 x 18,5 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Mengapa baru ketika sesuatu hilang untuk selamanya, kita merasakan betapa besar artinya bagi kita? Mengapa sesuatu yang ditutup-tutupi – entah dalam sejarah sebuah bangsa atau dalam keluarga sendiri – bisa berdampak begitu besar? Mengapa saya tidak bisa membuang apa pun? dan mengapa hewan yang telah punah, lukisan yang dirusak, dan buku yang dibakar terasa jauh lebih menarik dan lebih memesona dibandingkan seluruh sisanya yang masih ada?
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan keinginan dalam diri saya untuk menyusun semacam inventaris kehilangan, sebuah daftar mengenai hal-hal yang kita tahu pernah ada, tetapi kemudian lenyap – entah karena sengaja dimusnahkan atau karena menghilang begitu saja seiring berjalannya waktu.
Sebab sesuatu yang hilang-apakah orang yang disayangi atau seikat kunci- akan meninggalkan ruang realitas dan memasuki ruang mitos, berubah dari sesuatu yang faktual menjadi hal yang fiktif. Lalu muncullah peran bercerita, semua kisah dan anekdot yang membuat duka cita menjadi lebih tertahankan. Sebab bercerita itu membantu. Bercerita adalah pelipur lara terbaik dan pengalaman kehilangan, saya mendadak menyadari, adalah awal dari semua budaya.
Sebuah buku, menurut hemat saya, adalah terbaik dan terindah untuk menyimpan sesuatu. Buku seperti itulah yang ingin saya tulis dan rancang. Sebuah buku yang mengumpulkan dan menceritakan berbagai hal yang saya rindukan. Sebuah buku duka dan penghiburan. Buku yang menyoroti bukan hanya kehilangan, tetapi juga yang perolehan. Sebab tidak ada yang dapat dihadirkan kembali, namun segala sesuatu dapat dibuat agar bisa dialami lagi.
Tags: esai, obor indonesia, sastra
An Inventory Of Losses – Tentang Memori dan Kehilangan Abadi
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 94 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sampai sekarang, perempuan Jawa tidak melupakan Kartini, meski hanya sebagian kecil yang pada hari Kartini mengenakan kain kebaya. Tapi dengan sikap biasa-biasa, Kartini masa kini bisa mengagungkan Kartini. Nalarnya gimana? Bertanya lagi Toean Gossip dengan mendesak. Rerasan menjawab bahwa dewasa ini, kehidupan di sekeliling semakin hari semakin penuh dengan ketidak jujuran. Orang yang baik-baik semakin… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Roland Barthes Tebal : 66 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Roland Barthes, dalam kumpulan esainya, The Rustle of Language, menelusuri tanda-tanda dan simbol-simbol dalam bahasa. Ia pun mengulik bahasa sastra secara umum dan batas-batas di mana bahasa ilmiah dan bahasa sastra berbeda. Buku kumpulan esai itu… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Afrizal Malna Tebal : 192 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Buku ini semacam dapur teks dari kerja kepenyairan. Afrizal Malna memiliki kebiasaan mencatat jejak-jejak tertentu pada sebagian karya-karyanya. Bahasa membuat seseorang hilang dalam bayangan medan representasi berbagai konsepsi pengertian. Tubuh, objek, ruang, kembali diburu seperti memburu bayangan itu sendiri…. selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Goenawan Mohamad Tebal : 188 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Hidup dan bumi jadi tampak gawat.” Manusia melihat ke dalam diri dan sekitarnya dengan waswas, menciptakan batas-batas yang ketat, yang ingin kekal dan berlaku kapan saja, “baik buat semua, keji buat semua”, disertai alasan-alasan yang… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Surat kepada Seorang Tawanan diterbitkan di New York pada Februari 1943, dua bulan sebelum Pangeran Kecil. Karya ini merupakan komentar yang matang terhadap cerita anak yang kemudian menyusulnya. Di dalam kedua karya ini, Saint-Exupéry tidak bermaksud untuk menyuguhkan sebuah sistem keyakinan yang teoretis sebagaimana ia mengulang-ulang pekerjaannya dalam menyajikan gambar-gambar yang berbelit-belit. Karya-karya ini memiliki… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Kalau selama ini yang Anda temukan lebih banyak kisah-kisah ‘konyol’ tentang orang Madura, saat ini Anda bisa membaca kisah-kisah kecil tentang orang Madura dari sudut hidup yang lain, yaitu sudut “rohani”. Membaca kisah-kisah ini tentunya tidak untuk sekadar tersenyum atau tertawa, lebih dari itu pembaca diharap untuk menemukan pengalaman yang lain, yaitu pengalaman yang sedikit-banyak… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Ahmad Khadafi Tebal : 12 x 18 cm Ukuran : viii + 231 hlm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Kita sebagai umat Islam itu harus kembali. Kembali ke Islam yang kaffah. Dan dengan jalan ini kita justru bisa menyatukan persepsi. Menunjukkan pada dunia luar bahwa Islam Indonesia itu kuat karena bersatu,” kata Mas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Sebagaimana buku yang telah terbit sebelumnya, Wayahe Ngopi (Ngopéni Ati) dan Wayahe Ngopi 2, di dalam Wayahe Ngopi 3 ini, Tri Wibowo BS berbicara tentang hal-hal yang dekat dengan diri kita sendiri, namun sering terlupakan karena kesibukan kita, yaitu hati. Hati perlu senantiasa dibersihkan dan ditata. Membersihkan dan menata hati merupakan praktik ibadah yang bukan… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Tidak mudah mencari benang merah antara esai yang satu dengan esai yang lain. Lalu, apa yang mengikat hubungan antara topik yang satu dengan yang lainnya? Jawabannya adalah cara memproblematisasikannya; dan cara memproblematisasikan itu merupakan implikasi logis dari seperangkat asumsi dan nilai dalam memandang kenyataan, atau yang disebut paradigma. Paradigma menuntun cara kita memproblematisasikan sesuatu. Paradigma… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000“Bahasa tulis itu lebih merepotkan daripada bahasa lisan karena tidak mencakup intonasi pengucapan dan, kadang, konteks situasi. Kalau menulis sampai lepas kon**l, eh kontrol, sehingga salah tulis atau salah tanda baca sehingga penekanan kata jadi enggak sesuai dengan yang dimaksudkan semula, kan berabe, Bung. Paling sederhana sih cuma dikoreksi di depan umum atau diejek, menjadi… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.