● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Islam Kita Ngga Ke Mana-mana Kok Disuruh Kembali
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-623-7284-01-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Esai |
Rumahku itu ya Al-Quran dan As-Sunnah. Lah ngapain aku disuruh kembali kalau aku sudah di dalam rumah? Jangan-jangan justru yang mewanti-wanti itu yang sebenarnya belum kembali?
Islam Kita Ngga Ke Mana-mana Kok Disuruh Kembali
Penulis : Ahmad Khadafi
Tebal : 12 x 18 cm
Ukuran : viii + 231 hlm
Penerbit : Buku Mojok
Deskripsi :
Kita sebagai umat Islam itu harus kembali. Kembali ke Islam yang kaffah. Dan dengan jalan ini kita justru bisa menyatukan persepsi. Menunjukkan pada dunia luar bahwa Islam Indonesia itu kuat karena bersatu,” kata Mas Is.
“Kembali ke mana, Is, maksudmu?”
“Ya kembali ke Al-Quran dan As-Sunnah dong, Gus,” jawab Mas Is lagi.
“Lah, memang kita selama ini hidup harus selalu pakai itu. Kita nggak pernah dan nggak boleh ke mana-mana memang. Lah masa nggak ke mana-mana kok disuruh kembali. Rumahku itu ya Al-Quran dan As-Sunnah. Lah ngapain aku disuruh kembali kalau aku sudah di dalam rumah? Jangan-jangan justru yang mewanti-wanti itu yang sebenarnya belum kembali?”
Tags: buku mojok, esai
Islam Kita Ngga Ke Mana-mana Kok Disuruh Kembali
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 923 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Saya selalu kebingungan jika ditanya puisi yang seperti apakah yang baik itu. Saya juga akan kebingungan jika ditanya bagus mana antara puisi cinta dan puisi protes, antara puisi pendek dan puisi panjang, antara puisi yang sulit dan mudah dipahami, atau puisi yang ditulis wanita dan lelaki. Saya selalu menjawab bahwa puisi yang baik adalah puisi… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Termotivasi oleh rasa muak terhadap perbudakan dan Perang Meksiko–Amerika Serikat (1846–1848), Thoreau menulis sebuah esai berjudul “Pembangkangan Sipil”. Dalam esai itu ia berpendapat bahwa individu tidak boleh membiarkan pemerintah untuk menolak atau menghentikan penggunakan hati nurani mereka sebagai masyarakat, dan bahwa tiap individu memiliki kewajiban untuk menghindari kondisi semacam itu—yang memungkinkan pemerintah menjadikan mereka agen… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Tidak mudah mencari benang merah antara esai yang satu dengan esai yang lain. Lalu, apa yang mengikat hubungan antara topik yang satu dengan yang lainnya? Jawabannya adalah cara memproblematisasikannya; dan cara memproblematisasikan itu merupakan implikasi logis dari seperangkat asumsi dan nilai dalam memandang kenyataan, atau yang disebut paradigma. Paradigma menuntun cara kita memproblematisasikan sesuatu. Paradigma… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Rusdi Mathari Tebal : vi + 266 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Di buku ini, Rusdi… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Mumu Aloha Tebal : 266 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Aku ingin mengalami kegagalan. Tidak apa-apa kalau aku merasa kehilangan. Biarkan saja segala kegelisahan, cemas, dan rasa bosan. Aku tak akan melawan kemalasan. Yang kuperlukan hanya duduk sejenak, tidak berpikir, mengabaikan semua suara batin dan berdiam dalam keheningan momen… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000“Bahasa tulis itu lebih merepotkan daripada bahasa lisan karena tidak mencakup intonasi pengucapan dan, kadang, konteks situasi. Kalau menulis sampai lepas kon**l, eh kontrol, sehingga salah tulis atau salah tanda baca sehingga penekanan kata jadi enggak sesuai dengan yang dimaksudkan semula, kan berabe, Bung. Paling sederhana sih cuma dikoreksi di depan umum atau diejek, menjadi… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Rusdi Mathari Tebal : 296 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Buku kumpulan tulisan Rusdi Mathari. Membaca tulisan Cak Rusdi dalam kumpulan ini berarti membaca sosoknya. Bagaimana tingkahnya saat ia muda, keras kepalanya saat menjadi wartawan, hingga bagaimana ia ketika menjadi sosok suami sekaligus ayah.
Rp 66.300 Rp 78.000Mendatangi lokasi kejadian, di perkampungan yang padat, mengusik pikiranku, betapa “senyapnya” kejadian sehingga tidak seorang pun mendengar apa-apa yang terjadi di kamar korban. Padahal, di lantai dua ada sedikitnya 10 kamar, yang kalau seseorang menaiki anak tangga, maka orang yang berada di kamar-kamar itu, kemungkinan besar akan mendengar detak langkahnya. Tidak adakah sama sekali variabel… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Rusdi Mathari Tebal : 14 x 21 cm Ukuran : 115 hlm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : “Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.” Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan… selengkapnya
Rp 47.600 Rp 56.000Penulis : Goenawan Mohamad Tebal : 188 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Hidup dan bumi jadi tampak gawat.” Manusia melihat ke dalam diri dan sekitarnya dengan waswas, menciptakan batas-batas yang ketat, yang ingin kekal dan berlaku kapan saja, “baik buat semua, keji buat semua”, disertai alasan-alasan yang… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.