● online
- Matahari Terbit dan Tirai Bambu: Persaingan Dagang
- Mitigasi Bencana Alam
- Setelah Dunia Dilipat: Animalitas, Parasitisme, Pl
- Tata Artistik TV
- Panduan Mengelola Ragam Overthinking
- Satra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak
- Pengelolaan Laboratorium IPA; Berpedoman pada Perm
- Kritik Rendra; Puisi dan Wacana Kritik Sosial
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Pembangkangan Sipil
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-623-305-467-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Esai |
Penulis : Henry David Thoreau
Tebal : 128 hlm
Ukuran : 13 x 20 cm
Penerbit : Basabasi
Pembangkangan Sipil
Termotivasi oleh rasa muak terhadap perbudakan dan Perang Meksiko–Amerika Serikat (1846–1848), Thoreau menulis sebuah esai berjudul “Pembangkangan Sipil”. Dalam esai itu ia berpendapat bahwa individu tidak boleh membiarkan pemerintah untuk menolak atau menghentikan penggunakan hati nurani mereka sebagai masyarakat, dan bahwa tiap individu memiliki kewajiban untuk menghindari kondisi semacam itu—yang memungkinkan pemerintah menjadikan mereka agen ketidakadilan.
Dalam buku ini juga terdapat dua esai lain. Dalam “Berjalan Kaki”, sebuah esai transendental yang menganalisis hubungan antara manusia dan alam, Thoreau mencoba menemukan keseimbangan antara tatanan masyarakat dan sifat hewani manusia. Selain itu, dengan menggunakan kiasan, dalam esai ini ia berhasil memperoleh bentuk puitik, dan dengan ceramahnya serta gaya penulisan yang baru itu, “Berjalan Kaki” menjadi kritik yang segar terhadap kondisi masyarakat yang modern.
Esai yang ketiga adalah “Hidup tanpa Prinsip”. Dalam esai ini, Thoreau memulai dengan menantang anggapan bahwa pekerjaan adalah aspek terpenting dalam kehidupan seseorang. Dia berpendapat bahwa pekerjaan sering kali berbenturan dengan seni dan kehidupan, dan menekankan perlunya pekerjaan untuk mencapai kepuasan. Ia merenungkan rasa simpatinya yang aneh saat mengawasi tetangganya yang bekerja di pagi hari. Namun, pendapatnya berubah ketika dia mengamati hasil akhir dari pekerjaannya sendiri: sebuah karya seni yang tidak berarti.
Pembangkangan Sipil
| Berat | 150 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 283 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Usman Arrumy Tebal : 152 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Saya akhirnya menyadari bahwa tidak setiap sesuatu dapat ditulis ke dalam puisi. Ada sesuatu yang hanya bisa disampaikan melalui esai, ada sesuatu yang hanya bisa disampaikan melalui artikel, ada sesuatu yang hanya bisa disampaikan melalui jurnal, ada sesuatu yang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000“Bahasa tulis itu lebih merepotkan daripada bahasa lisan karena tidak mencakup intonasi pengucapan dan, kadang, konteks situasi. Kalau menulis sampai lepas kon**l, eh kontrol, sehingga salah tulis atau salah tanda baca sehingga penekanan kata jadi enggak sesuai dengan yang dimaksudkan semula, kan berabe, Bung. Paling sederhana sih cuma dikoreksi di depan umum atau diejek, menjadi… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Fatmawati Adnan Tebal : xvi + 190 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Kepak Sayap Bahasa: Kata, Makna, dan Ruang Budaya merupakan kumpulan esai yang mengangkat pernak-pernik kebahasaan yang “berkeliaran” mengelilingi kehidupan manusia Indonesia. Persoalan bahasa memang penuh warna dan lika-liku, meski kadangkala diabaikan tetapi terkadang… selengkapnya
Rp 76.000 Rp 95.000Penulis : Ahmad Khadafi Tebal : 12 x 18 cm Ukuran : viii + 231 hlm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Kita sebagai umat Islam itu harus kembali. Kembali ke Islam yang kaffah. Dan dengan jalan ini kita justru bisa menyatukan persepsi. Menunjukkan pada dunia luar bahwa Islam Indonesia itu kuat karena bersatu,” kata Mas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Hairus Salim Tebal : xii + 216 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Karya sastra, dengan demikian, bisa menjadi teman ngobrol yang baik untuk merenungkan paradoks yang menyerang kehidupan sekarang ini. Saya percaya orang yang mau membaca karya sastra tidak akan mudah terjerembab dalam pikiran yang sempit dan parokial.
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Rusdi Mathari Tebal : 14 x 21 cm Ukuran : 115 hlm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : “Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.” Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan… selengkapnya
Rp 47.600 Rp 56.000Surat kepada Seorang Tawanan diterbitkan di New York pada Februari 1943, dua bulan sebelum Pangeran Kecil. Karya ini merupakan komentar yang matang terhadap cerita anak yang kemudian menyusulnya. Di dalam kedua karya ini, Saint-Exupéry tidak bermaksud untuk menyuguhkan sebuah sistem keyakinan yang teoretis sebagaimana ia mengulang-ulang pekerjaannya dalam menyajikan gambar-gambar yang berbelit-belit. Karya-karya ini memiliki… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Rusdi Mathari Tebal : vi + 214 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Sembilan belas naskah yang berada di tangan Anda adalah sehimpun reportase Rusdi Mathari. Naskah ini disajikan secara mendalam, menarik, dan juga menggelitik. Pembaca akan dibawa oleh Rusdi Mathari untuk menjelajahi reportase dari beragam… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Heidi Priebe Tebal : 168 hlm Ukuran : 13 x 19cm Penerbit : Renebook Deskripsi : This Is Me Letting You Go karya Heidi Priebe adalah kumpulan esai yang mengeksplorasi tema cinta, kehilangan, dan proses melepaskan seseorang yang bermakna dalam hidup kita. Dengan gaya tulisan yang puitis dan emosional, Priebe membawa pembaca melalui berbagai… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Ada orang yang meyakini bahwa manusia adalah domba, namun ada pula yang meyakini bahwa manusia ialah serigala. Kedua keyakinan itu sama-sama beralasan. Pihak yang berpendapat bahwa manusia adalah domba hanya perlu menunjukkan fakta bahwa manusia mudah dipengaruhi untuk melakukan perintah, meskipun itu membahayakan dirinya sendiri. Sedangkan, pihak yang berpendapat bahwa manusia ialah serigala, manusia dalam… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.