● online
- Bukan Buku Agama Bukan Resep Masakan....
- How Leaders Learn: Rahasia Bagaimana Para Pemimpin....
- Kayu Lapuk Membuat Kapal....
- Sunan Gunung Jati; Sejarah Hidup dan Perjuangan Wa....
- Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembangan ....
- Dampak Perubahan Iklim; Proyeksi Luasan Tanaman Pa....
- Dunia Koleksi: Hulu Hilir Kepemilikan Karya Seni....
- Khazanah Intelektual Islam....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer
Rp 76.000 Rp 95.000| ISBN | 978-623-321-225-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Gerry Van Klinken
Tebal : 284 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer
“Buku yang ditulis Gerry van Klinken ini merupakan sumbangan penting di bidang studi kewargaan, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Berlawanan dengan paradigma bapakisme (patronase-klientelisme) yang umum di Selatan Global, penulis menunjukkan bahwa konsep kesamarataan, keadilan, keikutsertaan, inklusivitas, dan mobilisasi menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam sejarah Indonesia. Ide-ide ini memberikan semangat berbuat kepada warganya untuk melawan penindasan dan ketidaksamaan.”
– Roel Meijer, Associate Professor, Universitas Radboud, Belanda.
Kewargaan pascakolonial di Indonesia meneliti sejarah pembentukan negara di Indonesia pascakolonial. Buku ini berawal dengan cerita kematian Jan Djong, seorang aktivis dan mantan kepala desa dekat kota kecil Maumere. Selanjutnya ia memandang perdebatan masa kini tentang kewargaan di dunia pascakolonial dari perspektif sejarah.
Kewargaan pernah disebut “prinsip dasar organisasi hubungan antara negara dengan masyarakat di negara-negara modern.” Kini, proses demokratisasi bersifat lebih intensif di dunia non-Barat yang pascakolonial daripada di Barat. Namun kewargaan yang dianggap “nyata” tampaknya jarang ditemukan di sini. Buku pegangan umumnya menganggap warga yang nyata adalah individu yang meng-klaim haknya, yang bersifat otonom, dan individualistik. Justru warga semacam ini jarang ada di dunia pascakolonial.
Sambil merenungkan satu cerita yang konkret, studi ini mengangkat dilema-dilema inti yang menghadapi studi kewargaan di dunia pascakolonial. Ia menantang etnosentrisme yang masih kuat di bidang studi kewargaan pada umumnya, yang menganggap sah hanya model kewargaan yang ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, buku dengan enam bab ini menghadapi secara jujur persoalan kerapuhan institusional, kekerasan politik, di samping soal legitimasi dan aspirasi kemerdekaan yang hidup dalam budaya-budaya non-Barat.
Tags: obor indonesia, sejarah
Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.042 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Valina Singka Subekti Tebal : xii + 236 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Deskripsi: PSII yang berawal dari syarikat Islam (SI) adalah organisasi pelopor gerakan kebangsaan pertama di Indonesia yang bergerak memperjuangkan kemerdekaan yang sifatnya lintas etnis, lintas kelas, dan berskala nasional. Sampai saat ini belum ada satu… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 274 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Bengkulu merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang pernah mengalami kolonialisme Inggris secara langsung. Sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda berdasarkan Traktak London 1824 yang membagi Nusantara menjadi dua bagian dengan Selat Malaka sebagai batasnya. Buku ini membahas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Rizem Alzid Tebal : 104 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti Islam yang menggantikan Dinasti Umayyah. Di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah, Islam mampu mencapai masa keemasannya melebihi capaian Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasiyah dapat dikatakan merupakan dinasti Islam kedua yang berkuasa dalam waktu… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Benedict Anderson Tebal : xii + 378 hlm Ukuran : 14 x 20,3 cm Penerbit : Marjin Kiri Deksripsi: “Anderson mengajukan argumentasinya dengan kegigihan seorang peneliti yang sedang membongkar sejarah tersembunyi, merujuk sumber-sumber dari ber-bagai bahasa dalam rentang yang mengagumkan … paparan memukau tentang arus global ide-ide anarkis dan antikolonial.”PUBLISHERS WEEKLY “Anderson sendiri tak bisa dengan gampang digolong-golongkan. Seorang ilmuwan… selengkapnya
Rp 83.300 Rp 98.000Pandemi mengharuskan para siswa dan guru memiliki gebrakan dalam melakukan pembelajaran supaya tetap berjalan dengan optimal. Buku ini mencoba untuk memberikan solusi kepada para guru, terutama dalam usaha melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi.
Rp 102.000 Rp 120.000Demak Bintara merupakan negara Islam pertama di Tanah Jawa, negara Islam ketiga di Nusantara, dan negara Islam keempat di Asia Tenggara. Kerajaan ini—yang didirikan oleh Wali Sanga dengan Raden Patah bertindak sebagai raja—dicetuskan tidak lebih dari alasan sebagai penopang dakwah Islam yang dikomando oleh Sunan Ampel dan Raden Santri. Para wali menginginkan dakwah Islam yang… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Kuntowijoyo Tebal : 216 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : IrCISOD Deskripsi : Umat Islam sedang menghadapi suatu “proses sejarah”, dan apabila umat Islam tidak bisa menjumbuhkan kepentingan nasional dengan kepentingan Islam, maka mereka akan mudah menjadi korban atau disingkirkan dari proses sejarah.
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Fikrul Hanif Sufyan Tebal : xxxvi + 218 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Fort de Kock adalah nama yang disematkan pada Bukittinggi pada masa kolonial. Keindahan alamnya yang eksotis, ditambah lubang karabao (Karbauwengat)—penamaan di masa kolonial Belanda untuk Ngarai Sianok—yang memukau tiap-tiap mata yang memandang,… selengkapnya
Rp 95.200 Rp 112.000Penulis : Faisal Ismail Tebal : 420 hlm Ukuran : 15 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim. Islam mengalami kemajuan pesat yang ditandai dengan kekuasaan yang sangat luas serta penyatuan antarwilayah Islam. Daulah Abbasiyah di Baghdad… selengkapnya
Rp 123.250 Rp 145.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.