Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Manusia, Tempat, dan Lingkungan....
- Ath-Thibbu An-Nabawi (HC)....
- Mencari Kedamaian Jiwa....
- Tata Artistik TV....
- Metodologi Penelitian Wisata Sastra; Konsep, Persp....
- The Power of Humor: Humor sebagai Senjata Ampuh da....
- Turn Your Podcast Into Cash; Cara Membuat Podcast ....
- Kaum Marxis: Ide-ide Dasar dan Sejarah Perkembanga....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Fort De Kock dan Depresi Ekonomi: Catatan Suksesnya Kongres XIX Muhammadiyah di Bawah Empasan Badai Malaise
Rp 95.200 Rp 112.000| ISBN | 978-623-359-609-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Fort De Kock dan Depresi Ekonomi: Catatan Suksesnya Kongres XIX Muhammadiyah di Bawah Empasan Badai Malaise
Penulis : Fikrul Hanif Sufyan
Tebal : xxxvi + 218 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Fort de Kock adalah nama yang disematkan pada Bukittinggi pada masa kolonial. Keindahan alamnya yang eksotis, ditambah lubang karabao (Karbauwengat)—penamaan di masa kolonial Belanda untuk Ngarai Sianok—yang memukau tiap-tiap mata yang memandang, membuat Fort de Kock booming, terutama di kalangan para pelancong. Namun, siapa yang pernah menduga, di masa depresi ekonomi melanda dunia, ranah kelahiran Bung Hatta ini menjadi tuan rumah perhelatan akbarnya Muhammadiyah.
Penunjukan Fort de Kock selaku tuan rumah Kongres ke-19 Muhammadiyah adalah kali pertama di luar Jawa. Di Kongres ke-18 di Solo, Kiai Fachrodin meminta pada utusan asal Minangkabau agar bersedia menjadi tuan rumah berikutnya untuk menyelenggarakan acara besar di luar tanah Jawa. Pengalamannya dua kali kunjungan ke Sumatra Westkust dan menyaksikan semaraknya Islam modernis yang bergerak bersama Muhammadiyah menjadi satu dari sekian sebab Kiai Fachrodin terpesona dengan pesatnya persyarikatan di ranah Minang.
Kongres yang diadakan pada tahun 1930 merupakan sebuah kegiatan besar yang diadakan di tengah-tengah krisis ekonomi yang lazim disebut malaise, sesuatu yang tak pernah diduga sebelumnya oleh para pengurus Muhammadiyah Cabang Bukittinggi yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Meski secara umum kondisinya tidak begitu baik, ternyata pelaksanaan Kongres Muhammadiyah ke-19 di Bukittinggi, yang sering disebut sebagai Kongres Muhammadiyah Minangkabau, yang diselenggarakan pada 14-21 Maret 1930 berjalan amat sukses.
Fort De Kock dan Depresi Ekonomi: Catatan Suksesnya Kongres XIX Muhammadiyah di Bawah Empasan Badai Malaise
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 120 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : I Gde Parimartha Tebal : 494 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Dalam tulisan ini, tema-tema utama yang diajukan adalah perdagangan dan politik pada abad ke-19-20, dengan titik berat perdagangan. Di sini dilihat bahwa perdagangan tidak dapat dipisahkan dari soal-soal politik, karena kekuasaan dan kekayaan adalah saling berkaitan…. selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Palestina adalah tanah istimewa dan sangat bersejarah. Menjadi bagian dari wilayah Bulan Sabit Subur yang terkenal dengan peradaban besar umat manusia pada masa lalu, ia adalah tempat lahirnya para nabi dan rasul (Yudaisme dan Kristen) pembawa risalah Tuhan dengan misi membawa manusia kepada kebaikan, kemajuan, kedamaian, dan keharmonisan. Namun, akibat ulah tangan-tangan rakus politik dan… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Penulis : Arifin Suryo Nugroho Tebal : xvi + 148 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada malam hari, 30 November 1957, Presiden Sukarno menghadiri ulang tahun kelima belas Perguruan Cikini di Jakarta Pusat. Kebetulan putra-putrinya Guntur Sukarnoputra dan Megawati Sukarnoputri juga belajar di sekolah tersebut. Bazar dan berbagai kegiatan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Nadhira Z.P. Tebal : 104 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Perang Aceh dapat disebut sebagai mimpi buruk bagi Belanda selama menduduki Indonesia. Perlawanan rakyat Aceh terjadi selama kurang lebih 31 tahun. Dimulai dari tahun 1873 hingga 1904. Bahkan setelahnya masih ada perlawanan dari rakyat di… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Membaca perempuan adalah membaca dunia penuh warna. Ada cita-cita, perjuangan, dan tantangan yang seluruhnya dapat dilihat dari Sejarah Organisasi Perempuan dalam buku ini. Sebagai sebuah buku tentang cita-cita, perjuangan, dan tantangan organisasi perempuan, buku ini menghadirkan warna lain dari perempuan yang tidak pernah hadir dalam historiografi Indonesia. Dengan mengambil judul Sejarah Organisasi Perempuan 1928-1998, buku ini tidak saja menarasikan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Sartono Kartodirdjo Tebal : 367 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Penciptaan NKRI yang amat panjang dan melelahkan sejatinya adalah anak kandung dari pemikiran-pemikiran progresif yang bertumpu kepada nilai kemanusiaan, baik kebebasan, kesetaraan maupun kesejahteraan manusia. Kondisi amat buruk yang dialami bangsa ini… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : 228 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi Menulis sejarah sastra tidak begitu mudah. Tidak bisa sekadar kompilasi. Sejarah sastra adalah rentetan peristiwa. Di dalamnya ada kronologi. Sejarah sastra yang asal-asalan tentu hasilnya tidak akan memuaskan. Persoalannya apakah mungkin menulis sejarah sastra yang memuaskan? Paling… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Sudarman Tebal : xviii + 151 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini mengungkapkan bagaimana pengaruh perdagangan terhadap proses islamisasi di Kerajaan Inderapura yang dengan detail menjelaskan tentang kondisi pelabuhan dan pelayaran, komoditas perniagaan dan jaringan perniagaan Kerajaan Inderapura. Walaupun buku ini fokus bahasannya pada proses… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis al-Quran yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka ilmiah Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan al-Quran serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini. Dengan demikian, obyek studi ini mencakup keseluruhan etape perjalanan kesejarahan al-Quran, dan hasilnya diharapkan memberikan kontribusi signifikan… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 338 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Studi gerakan sosial dalam perspektif sejarah untuk wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu hingga kini masih terasa langka, karena belum banyak mendapat perhatian secara akademis, baik dari kalangan sejarawan maupun sosiolog. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk melakukan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.