Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sejarah » The Lost City: Menelusuri Jejak Nyai Undang dari Kuta Bataguh dalam Memori Suku Dayak Ngaju
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

The Lost City: Menelusuri Jejak Nyai Undang dari Kuta Bataguh dalam Memori Suku Dayak Ngaju

Rp 85.000 Rp 100.000
Hemat Rp 15.000
ISBN978-602-258-436-0
Stok Tersedia
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

The Lost City: Menelusuri Jejak Nyai Undang dari Kuta Bataguh dalam Memori Suku Dayak Ngaju

Penulis     : Herry Porda N.P.,  M. Z. Arifin Anis, Mansyur

Tebal         : 390 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Wilayah Kalimantan (Borneo), menyimpan banyak urban legend, ceritera lisan/folklore, legenda hingga artefak yang mengindikasikan adanya kota hilang/the lost city yang kini menjadi misteri terbalut cerita mistis. Seperti legenda dari Suku Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Legenda Nyai Undang dan Kerajaan Tanjung Pematang Sawang/Kuta Bataguh pada Abad ke-14 M. Nyai Undang meninggalkan misteri tentang Kuta Bataguh, kota yang dibangun pada masa pemerintahannya yang kemudian hilang dari catatan sejarah. Tim peneliti dari PSP Sejarah, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin berupaya memberikan paparan tentang Legenda Nyai Undang dan menelusuri jejak Kuta Bataguh, kota hilang di pedalaman Borneo berdasarkan riset dan analisa historis dalam buku ini.

“Tulisan ini sangat bagus dan komplit dalam meninjau keberadaan Legenda Nyai Undang dan Kerajaan Tanjung Pematang Sawang/Kuta Bataguh dari sudut pandang ilmiah. Diharapkan generasi muda dapat meneliti lebih lanjut aspek kesejarahan di Kapuas guna memperkuat identitas sekaligus pelestarian budaya Dayak.”
Talinting Erick Toepak,
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas

“Buku ini menarik. Secara metodologi keberadaan Legenda Nyai Undang dan Kerajaan Tanjung Pematang Sawang/Kuta Bataguh adalah bagian mentifact yang melegenda pada masyarakat Suku Dayak Ngaju, di Kabupaten Kapuas. Buku ini mengangkat mitos menjadi fakta historis.”
Prof. Dr. H. Wahyu, MS,
Sosiolog, Dekan FKIP Univ. Lambung Mangkurat

“Karya ini merupakan historiografi tentang Kuta Bataguh dan Legenda Nyai Undang. Keterkaitan Legenda Nyai Undang, data Arkeologi serta data pendukung lainnya berhasil dipaparkan secara sistematis. Pemikiran penulis mudah diikuti serta menarik seakan mengajak pembaca bernostalgia ke masa lalu.”
Gauri Vidya Dhaneswara. S.Psi, S.Ant,
Antropolog, Disbudpar Prov. Kalteng

Tags: , , , , , ,

The Lost City: Menelusuri Jejak Nyai Undang dari Kuta Bataguh dalam Memori Suku Dayak Ngaju

Berat 400 gram
Kondisi Baru
Dilihat 4.812 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: