● online
- Cinta dan Hati Istri-Istri Sukarno
- Statistika Untuk Kependidikan Sekolah Dasar
- Geologi dan Bencana Alam
- Silvikultur: Ilmu Seni dan Teknologi Membangun Hut
- Model-Model Pembelajaran Geografi
- Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 dari E
- Kamus Politik
- Ragam Topik dalam Kajian Ekonomi Pertanian dan Agr
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Bukan Sekadar Merek Jeans dan Lukisan Pemandangan
Rp 80.750 Rp 95.000| ISBN | 978-623-305-460-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Penulis : Wahyudin
Tebal : 284 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Basabasi
Bukan Sekadar Merek Jeans dan Lukisan Pemandangan
Pada satu tahun setelah Reformasi 1998, Wahyudin, seorang pemelajar antropologi, mendapati kenyataan mengejutkan: seni rupa kontemporer Indonesia benar-benar tak terjamah pengkaji dan peneliti antropologi di republik ini.
Atas kenyataan itulah, dari pengalaman dan sudut pandang pemelajar antropologi dan penghayat seni rupa kontemporer Indonesia, buku ini terbit bersandar pada kebijaksanaan Nestor Garcia Canclini bahwa untuk memahami yang terjadi di dunia seni rupa dan budaya kontemporer, seseorang perlu menghabiskan banyak waktu di studio, galeri, museum, biennale, bursa seni rupa, dan simposium di banyak kota—berbicara dengan pemirsa yang menikmati atau menolaknya.
Tak pelak lagi, buku ini adalah pengejawantahan kebijaksanaan itu sekaligus percobaan menggalakkan perbincangan antara antropologi dan seni rupa kontemporer Indonesia sebagaimana terjadi di pelbagai negeri lain.
Hari-hari ini antropolog-antropolog kiwari seperti Arnd Schneider, Christopher Wright, Nestor Garcia Canclini, Paul van der Grijp, Roger Sansi, Stuart Plattner, dan Thomas Fillitz, untuk menyebut beberapa nama saja, giat meneliti dan menulis seni rupa kontemporer.
Para antropolog itu insaf, seturut Nestor Garcia Canlini, mereka bukan hanya mengandalkan inovasi artistik dan pameran terampu untuk memikirkan antropologi, melainkan juga bernapas dan hidup berkat seni rupa kontemporer dan berkomitmen akan kontribusinya.
Bukan Sekadar Merek Jeans dan Lukisan Pemandangan
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 254 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nirmana sebagai bahan pembelajaran dasar yang wajib diketahui oleh mahasiswa seni dan desain, dapat menjadi pemacu dalam mengkreasi beberapa karya besar. Karya lukisan, graffiti, poster, bumper untuk video atau iklan, sebagai beberapa karya besar dari seniman dan desainer yang dipengaruhi oleh pengetahuan nirmana dwi dimensi. Faktor-faktor garis, warna dengan berbagai pengaruhnya, serta akibat dari bentuk-bentuk… selengkapnya
Rp 166.430 Rp 195.800Penulis : St. Sunardi Tebal : xvi + 444 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Jalasutra Deskripsi :
Rp 80.000Seni representasi realitas kehidupan kesehariannya, membuat seniman dalam realitas kehidupan manusia tidak dominan. Meskipun seni, warna realitas kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Seni memperlihatkan taraf hidup kesejahteraan sebuah bangsa. Sejalan perkembangan kota, menjadi pertemuan di dalam suatu perniagaan, dan tempat itu memungkinkan untuk terjadi transaksi. Intensitas ekonomi yang cepat, menarik masyarakat daerah, mereka pindah, dan perpindahan…. selengkapnya
Rp 101.830 Rp 119.800Penulis : Soekmono Tebal : 240 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Bangunan-bangunan purbakala yang berasal dari zaman purba terkenal dengan nama “candi”, terutama sekali di Jawa. Khusus di Jawa Timur, bangunan-bangunan itu—kecuali yang berupa gapura, yang juga disebut “candi”—lebih lazim disebut cungkup. Dijelaskan pula bahwa pengertian candi sebagai… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Hartatik Tebal : 188 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pada masa kolonial, kata dayak dan melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah menjadi muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Suwung. Satu kata yang menjadi intisari seluruh ajaran spiritual leluhur Jawa. Suwung, yang bermakna kosong, adalah realitas terdalam kehidupan, sumber penciptaan, yang tenteram-damai sepenuhnya, melampaui suka-duka, sunyi dari gejolak emosi. Leluhur Jawa memahami Tuhan sebagai Suwung, Kemahasadaran dan Kemahakuasaan dalam bentuk kekosongan yang memangku dan meliputi seluruh keberadaan (Suwung hamengku ana). Seseorang yang telah mengalami… selengkapnya
Rp 63.200 Rp 79.000Wayang dan gamelan telah membawa kita pada diskursus-diskursus yang tebanya sangat luas. Dua seni pertunjukan “adiluhung” ini merupakan pertunjukan multimedia yang mempunyai sejarah yang panjang, mengandung kedalaman estetika dan ungkapan simbolis dan religiusita, dan berafiliasi kuat dengan emosi pelaku dan penontonnya. Dalam perkembangannya, wayang dan gamelan tidak bisa lepas dari konteks sosial-politik dan budaya, termasuk… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Truman Simanjuntak Tebal : 412 hlm Ukuran : 20 x 26 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Siapa yang dimaksud “Manusia Indonesia”, dari mana asal usulnya, dan bagaimana perkembangannya hingga bersatu menjadi Bangsa Indonesia di masa kini? Apa saja capaian-capaiannya dalam ruang dan waktu serta konsepsi pemikiran apa yang melatarbelakanginya hingga menciptakan… selengkapnya
Rp 467.500 Rp 550.000That language is one of intellectual products of human culture is not questioned anymore. Language and culture are in close-complex interrelationship naturally used by human beings as a main tool of communication. For linguists, the phenomena of language-culture relations are interesting and challenging, as well. It is not surprising that in recent decades the studies… selengkapnya
Rp 111.180 Rp 130.800Fantastis, itulah ungkapan untuk menggambarkan eksotisme megalitik Indonesia. Fenomena megalitik muncul sebagai manifestasi gagasan kepercayaan terhadap pemujaan nenek moyang. Kehadirannya tentu saja dipicu oleh adanya inovasi-inovasi teknologi pada masyarakat akhir prasejarah yang membawa dampak dalam perkembangan kebudayaan. Manusia yang semula hidupnya bergantung sepenuhnya pada alam melalui berburu dan meramu, kemudian berubah mulai menguasai alam sekitarnya…. selengkapnya
Rp 54.400 Rp 64.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.