● online
- Teori dan Praktik Database Management System....
- Menjadi Dokter untuk Keluarga Sendiri....
- Soto Sufi dari Madura....
- Sherlock Holmes Sebuah Skandal di Bohemia....
- Panduan Esoteris Mengolah Jiwa: Menumbuhkan Perila....
- Sufisme Al-Hallaj: Biografi, Perjalanan Ruhani, da....
- Menatap Masa Depan Jurnalisme Indonesia....
- Orang-Orang yang Memusuhi Nabi Muhammad saw....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-602-258-458-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
Penulis : Hartatik
Tebal : 188 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Pada masa kolonial, kata dayak dan melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah menjadi muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara disebut orang Melayu, sedangkan yang tinggal di bagian hulu dan menganut kepercayaan leluhur disebut Dayak. Pada masa itu kata dayak sering digunakan dalam konotasi yang negatif dan rasis sehingga banyak yang merasa tidak nyaman menjadi orang Dayak. Seiring dengan berjalannya waktu, kini istilah Dayak telah menjadi sebuah identitas etnis yang membanggakan. Orang tidak malu-malu lagi menyebut dirinya sebagai orang Dayak. Tapi, benarkah Dayak Meratus merupakan bagian dari suku Dayak Ngaju? Ada tiga hal utama yang akan disampaikan melalui buku ini, yaitu religi, peralatan tradisional, dan rekonstruksi identitas Dayak Meratus.
Buku ini mengungkap bukti-bukti arkeologis dan etnografi yang kemudian dianalisis dengan pendekatan etnoarkeologi dan sejarah. Data primer dalam buku ini diperoleh dari penelitian tahun 2011 di Kabupaten Balangan, tahun 2012 di Kotabaru, dan tahun 2013 di Paramasan Kabupaten Banjar. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode survei (observasi) dan wawancara. Sebagian besar data primer bertumpu pada data etnografi, terutama yang berkaitan dengan konsep dan peralatan religi. Sebagai sebuah peneltian arkeologi etnografi, penulis berupaya menggali informasi etnografi dari pemillik idioteknik (narasumber) semaksimal mungkin.
Tags: budaya, dayak, kalimantan, ombak
Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.061 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dinamika perkembangan masyarakat dan kebudayaan berjalan sangat cepat. Perkembangan itu didorong oleh penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kemudian membawa sejumlah perubahan pada kehidupan masyarakat. Fenomena itu memengaruhi hubungan-hubungan sosial yang ada di dalam masyarakat. Bagaimana perubahan sosial dan perubahan budaya yang terjadi pada masyarakat? Buku ini didesain secara khusus untuk menjawab serangkaian… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Dalam konteks pembelajaran, buku ini dikemas dalam format semi-ilmiah, berisi beragam kisah awal kehidupan dan budaya pribumi “Orang Toala”, diikuti kehadiran ras Austronesia hingga pengaruh ‘laten’ tradisi masa silam di Bantaeng bagi masyarakat sekarang. Pembahasannya meliputi: teknologi alat batu, seni lukis purba, sumber makanan, perhiasan prasejarah, kehadiran logam dan ragam benda warisannya, serta akar tradisi… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Kehadiran buku berjudul Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi ini merupakan upaya penulis untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari bidang seni pertunjukan dalam memahami perkembangan seni pertunjukan lebih komprehensif, yang temyata banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal non seni. Di antara faktor-faktor eksternal yang sangat dominan pengaruhnya itu ialah politik, sosial, dan… selengkapnya
Rp 85.850 Rp 101.000Jawa bagian Tengah, khususnya poros Kedu Selatan-Prambanan, pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno abad IX-X Masehi. Lingkungan tersebut merupakan wilayah yang ditandai dengan sederetan gunung api, beberapa perbukitan, dan menghampar dataran kaki gunung api yang cukup luas, dengan sumber daya alam yang memadai sehingga memungkinkan terbentuknya pemukiman masyarakat abad 1X—X Masehi yang dekat dengan… selengkapnya
Rp 79.900 Rp 94.000Prof. Dr. Sumarsam adalah pengrawit sekaligus intelektual yang sadar bahwa estetika karawitan Jawa penuh perhitungan yang sangat kompleks. Bunyi-bunyi gamelan secara empirik terwujud lewat konstruks, konsep, proposisi artistik-musikal yang terdefinisikan. Dalam buku ini, ia berusaha tekun memahami dan menjelaskannya Tesisnya mengenai kedalaman lagu gamelan di tahun 1976 (bagian pertama buku ini) merupakan reputasi menyejarah dan… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Iman Budhi Santosa dan Wage Daksinarga Tebal : xii + 190 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : “Bunuh diri memang misteri kehidupan umat manusia yang sulit dipecahkan dan sebaiknya kita terus belajar dengan cara apapun untuk menghindarinya…”
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 356 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Dalam masyarakat yang didominasi oleh modus produksi kapitalisme, nasib seseorang akan selalu ditentukan oleh hukum kompetisi. Mereka yang lemah akan kalah, dan mereka yang menang akan bertindak sebagai penguasa atas yang kalah. Kekuatan yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : AB. Takko Bandung Tebal : 308 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Di sela rutinitas kita berlari cepat setiap saat, kadangkala kita perlu berhenti, duduk rileks barang sekejap. Karena itulah, kita membutuhkan banyak rest area. Air bah informasi mengalir susul-menyusul. Jika kita memaksa diri untuk terus mengikutinya, kita pasti terengah-engah. Kita memang akan sampai pada tahap “mengetahui”, namun belum tentu kita paham ada apa di balik segunung… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.