Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D
- Konstruksi Pendidikan Keagamaan Islam Multikultura
- Warisan Bahari Indonesia
- Lighting Production: Studio TV, Film, dan Stage Pe
- Fiqh Tata Negara
- Perniagaan dan Islamisasi di Kerajaan Inderapura (
- Belajar Membaca Lewat Gambar
- Merajut Harmoni, Membangun Bangsa
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Nyai Madura
Penulis : Tatik Hidayati
Tebal : 372 hlm
Ukuran : 14 x 20,5 cm
Penerbit : Ircisod
Deskripsi :
Kajian tentang pesantren telah cukup ekstensif selama beberapa dekade terakhir, khususnya setelah tahun 1990-an. Terdapat beberapa fokus penting dalam kajian dan karya tentang pesantren yang dibuat oleh pengamat dari dalam maupun luar: peran sosial-politik para tokoh pesantren, jejaring sosial dan politik para tokoh pesantren, peran politik elektoral pesantren yang menguat terutama pasca-reformasi, serta tentang teologi dan pengembangan ilmu di pesantren. Masalahnya, di hampir semua fokus kajian tentang pesantren itu, terjadi pengabaian yang cukup serius terhadap peran-peran para tokoh perempuan. Tak cukup banyak—bahkan bisa dibilang sangat sedikit—karya yang menonjol tentang peran para istri kiai, yang biasanya disebut nyai atau ibu nyai.
Padahal, jika kita mengunjungi pesantren-pesantren, akan segera terasa betapa sangat besarnya peran para ibu nyai dalam pengelolaan pesantren, baik ke dalam maupun keluar. Peran-peran dakwah dan politik mereka sangat menarik untuk dibahas. Menyadari kekosongan itu, Tatik Hidayati melakukan penelitian yang serius dan mendalam tentang eksistensi nyai di Madura. Penggambaran yang dibuatnya tentang tipologi para nyai dan modalitas mereka, serta peran masing-masing nyai—dari tipologi itu—terutama dalam bidang dakwah, manajemen pendidikan dan organisasi, politik, dan pemberdayaan perempuan merupakan kontribusi yang luar biasa. Ketika membacanya, akan kita rasakan penyajiannya tentang eksistensi para ibu nyai di dunia modern: dekat, rinci, dan sangat insightful.
Nyai Madura
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.081 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Melalui survei CNN, Soto Ambengan Pak Sadi dari Surabaya dipuji dan diakui dunia sebagai salah satu dari 20 makanan lezat tingkat Asia yang surveinya dilakukan pada tahun 2007. Menyadari bahwa makanan menjadi salah satu identitas bangsa, maka saat ini semakin banyak pemerhati industri kuliner mulai merapatkan diri dan membentuk Forum Komunikasi Kuliner Indonesia (Forkomkulindo)serta mencoba… selengkapnya
Rp 109.650 Rp 129.000Penulis : Bambang Budi Utomo Tebal : xii + 120 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Sejak kedatangan para penutur rumpun bahasa Austronesi dan mendiami pulau-pulau di Nusantara, bangsa ini sudah menjadi Bangsa Bahari. Mereka mendiami pulau-pulau di Nusantara dengan berbeda-beda kebudayaannya, tergantung dari lingkungan alam tempatnya hdup…. selengkapnya
Rp 74.000 Rp 92.500Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000“Orang Madura itu tidak feodal, sikap sosialnya egaliter, rajin kerja, kukuh mempertahankan nilai yang dianggapnya mendasar. juga cara berpikirnya aneh dan cerdas, meskipun di permukaan tampak seolah-olah bodoh.”—Cak Nun, Budayawan. “Salah satu ciri utama yang melekat pada orang Madura adalah kelincahannya dalam berkelit dengan logika-logika polos. Orang Madura, konon, pandai berkelit dan cerdik, tapi tidak… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Aksara Serang adalah salah satu variasi dari aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan pada zaman kedatangan tamadun Islam mulai sekitar abad ke-17. Buku ini akan menjawab pertanyaan pokok: bagaimanakah proses perkembangan aksara-aksara di dunia ini, sehingga aksara Arab dipinjam ke masyarakat Sulawesi Selatan? Bagaimanakah perhubungan aksara Serang dengan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : R. Muhammad Mihradi dan Maman S. Mahayana Tebal : xii + 45 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Begitulah hukum di Indonesia. Ibarat buku tabungan, kondisi hukum, negara, dan budaya di negeri ini seperti rekening dengan saldo yang pas-pasan. Tak seluruhnya gelap memang. Agak remang-remang, tetapi belumlah terang-benderang. Posisi Mahkamah Konstitusi, misalnya, segala putusan yang dikeluarkan lembaga ini… selengkapnya
Rp 140.000 Rp 175.000Buku ini pada awalnya merupakan bahan kuliah untuk mahasiswa S-1 Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IPM), FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, yang kemudian dijadikan salah satu mata ajar untuk Bahan Kuliah Konsentrasi kepada mahasiswa S-3 calon Doktor Teologi di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Setelah mengalami revisi, dikaji lagi oleh GAG (Gregor… selengkapnya
Rp 104.000 Rp 130.000Ketika memperbincangkan kebudayaan Jawa dan para pendukungnya, kita akan segera mengetahui bahwa orang Jawa mengenal etika dan etiket yang dipergunakan oleh orang Jawa dalam berinteraksi, baik dengan sesamanya, maupun dengan lingkungan fisik dan metafisik di sekitarnya. Etika dan etiket itu terkandung dalam alam pemikiran orang Jawa yang berlandaskan pada tata nilai dan filsafat yang mendalam…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Abdur Rahman Tebal : 156 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : Siapa sih yang tidak kenal Gus Dur? Presiden ke-4 RI yang memiliki tingkah nyentrik dan humoris ini bahkan sampai sekarang masih digandrungi banyak orang. Kuburannya di Jombang tidak sepi peziaah. Seolah Gus Dur masih hidup secara jasadi, mereka berwasilah kepadanya… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : I Made Purna Tebal : 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Secara manifes (over) kearifan lokal memiliki fungsi: 1. Fungsi penghormatan terhadap leluhur dan Maha Pencipta; 2. Pengembangan sumber daya manusia; 3. Konservasi dan pelestarian sumber daya alam dan; 4. Pengendalian sosial/konflik. Sedangkan fungsi laten yang… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.