● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
Rp 140.000 Rp 175.000| ISBN | 978-602-433-476-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xvi + 616 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Kisah ini diawali ketika Wé Datu Sengngeng hamil dan melahirkan kembar emas, yaitu Wé Tenriabéng dan Sawérigading. Sawérigading inilah tokoh utama dalam La Galigo yang kelak kisahnya dipenuhi dengan petualangan laut.
Seperti diketahui, hampir semua episode La Galigo mengusung tema utamapelayaran dan perantauan. Tema ini mengandung budaya maritim, yang mengajarkan kepada manusia tentang banyak hal, antara lain, sikap egalitarian, keterbukaan, musyawarah, menghargai perbedaan, dan independen.
Hamba sahaya yang hina-dina seperti yang ditemukan dalam kisah-kisah kuno lainnya hampir-hampir tak ditemukan dalam naskah La Galigo, bahkan mereka diberi gelar khusus yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kebudayaan Bugis yakni Bissu Pattudang.
Hubungan dengan berbagai negeri dan negara dibangun atas dasar saling pengertian dan saling menghargai, baik di Nusantara maupun di dunia.
Hubungan antara laki-laki dan perempuan berlangsung setara, independen,simbiosis, dan negosiasi tanpa ada dominasi antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini terlihat ketika Sawérigading bertemu, bercinta, dan bertunangan dengan Senrima Wéro di Istana Tanra Tellu di Boting Langiq (kerajaan langit). Keduanya saling jatuh cinta namun tetap berpijak pada keyakinan dan prinsip yang mereka anut tanpa saling memaksakan kehendak antara keduanya. Senrima Wéro mencintaiSawérigading, tapi dengan syarat harus tetap tinggal di kerajaan langit, sementaraSawérigading bertahan untuk menikahi Senrima Wéro dan membawanya turun kedunia tengah (Alé Lino). Meski keduanya saling mencintai, tapi keduanya tidak bisa menyatu karena perbedaan prinsip tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.
Sistem perkawinan dalam La Galigo adalah negosiasi, bila laki-laki lebih tinggi derajat kebangsawanannya dibanding perempuan, maka perempuanlah yang mengadakan pesta dan mengawini laki-laki, sebaliknya, bila perempuan lebih tinggi derajatnya dari laki-laki, maka laki-lakilah yang mengadakan pesta dan menikahi perempuan.
Hubungan yang seimbang itu tetap berlangsung, sampai sesudah menikah.
Keseimbangan, antara dunia langit (Boting Langiq) dan dunia bawah laut(Pérétiwi), diantarai oleh dunia tengah yakni bumi manusia (Alé Lino), yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan antara dunia atas dan dunia bawah laut. Dan pengarang La Galigo begitu apik dan sempurna mengadopsi kehamonisan alam ini secara makro ke dalam hubungan manusia secara mikro, termasuk dalam hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dengan balutan bahasa halus dan simbolik tanpa kesan eksploitasi bahasa seksualitas dan porno. Kisah purba dalamLa Galigo lahir melampaui zamannya, di dalamnya menggambarkan tentang jiwa-jiwa petualang, bebas, dan merdeka dari negeri para pemberani. Cinta, romantisme, dan erotisme diramu dengan sempurna melebihi kisah-kisah seperti Kama Suteradan Lontaraq Assikalibiningeng.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.369 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Cahyaningrum Dewojati Tebal : 126 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ledakan sastra pop pada tahun 2000-an merupakan fenomena sastra yang sangat menarik. Penerbit yang semula enggan menerbitkan karya sastra pun kini berubah agresif. Mereka berlomba berburu penulis, berburu naskah novel… selengkapnya
Rp 34.850 Rp 41.000… ironisnya, giliran kaum Konservatif akhirnya yang menggantikan kaum Liberal dalam memanfaatkan novel Max Havelaar untuk propaganda kebijakan politik mereka setelah mereka tidak berkuasa lagi di Belanda! Dan dalam propaganda kedua partai terbesar di Belanda ini, istilah “demi kepentingan orang-orang pribumi” merupakan slogan yang terus-menerus dipakai. Max Havelaar dengan isinya yang menggambarkan penderi-taan orang-orang pribumi karena kebijakan Cultuurstelsel tentu saja jadi… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor) Tebal : xii + 526 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Penulis : Dian Pratiwi Tebal : viii + 54 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Penelitian kesusastraan secara umum kurang diminati dibandingkan kajian sastra, pendidikan maupun linguistik. Masih sedikitnya literatur mengenai kajian kesusastraan sendiri kemudian memunculkan kebingungan-kebingungan bagi para mahasiswa/peneliti untuk memperdalam mengenai seperti apa dan bagaiama menganalisis… selengkapnya
Rp 67.830 Rp 79.800Sastra anak diyakini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian anak. Sastra anak dapat dijadikan salah satu sumber penting untuk menanam, memupuk, dan mengembangkan nilai-nilai karakter serta perasaan keindahan. Apalagi sastra anak berada di sekitar kehidupan sehari-hari yang meliputi berbagai genre mulai dari tembang-tembang dolanan, fabel, dongeng, dan berbagai cerita tradisional yang lain, cerita fiksi,… selengkapnya
Rp 107.100 Rp 126.000Penulis : Arran Stibe Tebal : xvi + 398 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Ekolinguistik: Bahasa, Ekologi dan Cerita-cerita yang Kita Jalani adalah buku inovatif yang mengungkapkan cerita-cerita yang mendasari berbagai masyarakat dan penelitian yang tidak setara dan tidak berkelanjutan untuk bentuk-bentuk bahasa inspirasional yang dapat membantu… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Jalaludin Rumi Tebal : 327 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Dan ketika Waktu telah kehilangan waktu, dan Maqam kesucian telah dicapai oleh seseorang. Dan udara kehidupan duniawi di hadapan Simurgh Ruhani telah terbang lenyap dan kemurahan serta kasih sayang Tuhan benar-benar dilimpahkan Setiap ruang dari… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Buku ini disusun berdasarkan kurikulum yang disesuaikan dengan tujuan konsep dan apresiasi sastra. Karena itu, di samping membahas teori prosa fiksi, juga membahas contoh-contoh prosa fiksi dalam sastra Indonesia untuk diapresiasi. Tentu saja tidak semua prosa fiksi diapresiasi. Para mahasiswa ditugasi secara aktif mengapresiasi sendiri karya-karya mutakhir agar lebih mendalami karya sastra Indonesia.
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Desy Wijaya Tebal : 182 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : “Karena Anda begitu berharga.” Saat membaca atau mendengar tagline tersebut, pikiran Anda tentu akan langsung tertuju pada sebuah produk kecantikan asal Paris, Prancis. Hanya dengan kalimat yang begitu singkat, produk kecantikan tersebut jadi mudah diingat orang. Itulah kekuatan dari copywriting…. selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Buku ini memberikan paparan teori dan praktik, tentang bagaimana penelitian wisata sastra. Wisata sastra itu luas ruang lingkupnya, antara lain meliputi sastra pariwisata, eksplorasi sastra di objek wisata, wisata kultural sastra, proses kreatif berbasis wisata, dan mengunjungi situs-situs wisata berbasis kreasi. Pembaca akan diajak memahami berbagai teori kajian wisata sastra, wawasan metodologis, dan beragam perspektif… selengkapnya
Rp 151.980 Rp 178.800




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.