Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
Rp 140.000 Rp 175.000| ISBN | 978-602-433-476-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xvi + 616 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Kisah ini diawali ketika Wé Datu Sengngeng hamil dan melahirkan kembar emas, yaitu Wé Tenriabéng dan Sawérigading. Sawérigading inilah tokoh utama dalam La Galigo yang kelak kisahnya dipenuhi dengan petualangan laut.
Seperti diketahui, hampir semua episode La Galigo mengusung tema utamapelayaran dan perantauan. Tema ini mengandung budaya maritim, yang mengajarkan kepada manusia tentang banyak hal, antara lain, sikap egalitarian, keterbukaan, musyawarah, menghargai perbedaan, dan independen.
Hamba sahaya yang hina-dina seperti yang ditemukan dalam kisah-kisah kuno lainnya hampir-hampir tak ditemukan dalam naskah La Galigo, bahkan mereka diberi gelar khusus yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kebudayaan Bugis yakni Bissu Pattudang.
Hubungan dengan berbagai negeri dan negara dibangun atas dasar saling pengertian dan saling menghargai, baik di Nusantara maupun di dunia.
Hubungan antara laki-laki dan perempuan berlangsung setara, independen,simbiosis, dan negosiasi tanpa ada dominasi antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini terlihat ketika Sawérigading bertemu, bercinta, dan bertunangan dengan Senrima Wéro di Istana Tanra Tellu di Boting Langiq (kerajaan langit). Keduanya saling jatuh cinta namun tetap berpijak pada keyakinan dan prinsip yang mereka anut tanpa saling memaksakan kehendak antara keduanya. Senrima Wéro mencintaiSawérigading, tapi dengan syarat harus tetap tinggal di kerajaan langit, sementaraSawérigading bertahan untuk menikahi Senrima Wéro dan membawanya turun kedunia tengah (Alé Lino). Meski keduanya saling mencintai, tapi keduanya tidak bisa menyatu karena perbedaan prinsip tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.
Sistem perkawinan dalam La Galigo adalah negosiasi, bila laki-laki lebih tinggi derajat kebangsawanannya dibanding perempuan, maka perempuanlah yang mengadakan pesta dan mengawini laki-laki, sebaliknya, bila perempuan lebih tinggi derajatnya dari laki-laki, maka laki-lakilah yang mengadakan pesta dan menikahi perempuan.
Hubungan yang seimbang itu tetap berlangsung, sampai sesudah menikah.
Keseimbangan, antara dunia langit (Boting Langiq) dan dunia bawah laut(Pérétiwi), diantarai oleh dunia tengah yakni bumi manusia (Alé Lino), yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan antara dunia atas dan dunia bawah laut. Dan pengarang La Galigo begitu apik dan sempurna mengadopsi kehamonisan alam ini secara makro ke dalam hubungan manusia secara mikro, termasuk dalam hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dengan balutan bahasa halus dan simbolik tanpa kesan eksploitasi bahasa seksualitas dan porno. Kisah purba dalamLa Galigo lahir melampaui zamannya, di dalamnya menggambarkan tentang jiwa-jiwa petualang, bebas, dan merdeka dari negeri para pemberani. Cinta, romantisme, dan erotisme diramu dengan sempurna melebihi kisah-kisah seperti Kama Suteradan Lontaraq Assikalibiningeng.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 3
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.414 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Esti Ismawati Tebal : 190 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Melaksanakan penelitian tentu merupakan hal yang biasa bagi para mahasiswa. Bukankah mereka merupakan bagian dari masyarakat intelektual yang memang dibekali dengan beragam ilmu dan teori penelitian? Namun, mengapa selalu saja muncul kesulitan ketika mereka mengadakan penelitian?… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Arshy Mentari Tebal : vi + 118 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Kita ada di zaman mahalnya harga sebuah telinga. Mendengar dengan empati jadi pekerjaan sulit. Sekadar menjadi pendengar, akan diingat dengan cara yang berbeda. Ketika dunia tidak pernah mau berganti bicara, sibuk bersuara, pada… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Rachmat Djoko Pradopo Tebal : 256 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Jika diamati dari berbagai sudut pandang, kritik sastra tidak hanya terdiri dari satu bentuk atau jenis saja, melainkan ada berbagai macam. Buku ini mencoba memberikan penjelasan mengenai kritik sastra yang berupa pokok-pokok teori kritik… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Edy Suyanto Tebal : x + 180 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Torehan penyair dan sastrawan tak akan pernah sia-sia. Torehannya justru menjadi bukti sejarah terkait dengan sifat dan kebutuhan manusia tentang pentingnya seni dan estetika. Sebagai wujud tanggung jawab sebagai anggota masyarakat, mereka menorehkan pengalaman… selengkapnya
Rp 97.580 Rp 114.800Salah satu bentuk sastra yang disampaikan secara lisan atau dituturkan dari mulut ke mulut yang berkembang di tengah masyarakat. Bentuk sastra ini disebut dengan sastra lisan atau sastra tutur, yang disebut juga dengan sastra daerah. Istilah lain untuk menyebutkan sastra tutur, seorang peneliti Z. Abidin Gaffar, menyebutnya dengan teater tutur karena seni ini memenuhi persyaratan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Buku ini akan membuka wawasan baru, bahkan terbaru alam pemahaman sastra. Zoologi sastra merupakan perpaduan antara ilmu humanis (sastra) dan ilmu eksakta (zoologi). Keduanya dirangkum manis dalam kolaborasi metodologis. Perpaduan ilmu ini akan membuka mata pemerhati sastra. Sastra yang memiliki objek garap hewan, ternyata perlu dimunculkan ilmu baru yang bersifat transdidipliner. Asal-usul dan ruang lingkup… selengkapnya
Rp 224.230 Rp 263.800Tujuan yang bersifat agak pragmatis yang hendak dicapai adalah mengembalikan karya pada kompetensi masyarakat. Karya seni diciptakan dengan tujuan tertentu, termasuk suprakarya. Setiap karya dengan demikian memiliki fungsi dalam menopang interaksi sosial, mekanisme sosiokultural, termasuk dalam mengantisipasi mental. Buku ini tidak bermaksud menyajikan teori-teori baru, melainkan mengajak pembaca untuk berdiskusi mengenai berbagai kemungkinan dalam mendekati… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Rainer Maria Rilke Tebal : 136 hlm Ukuran : Penerbit : Basabasi Deskripsi : Jangan menulis puisi cinta; pertama-tama hindari bentuk-bentuk yang terlalu akrab dan biasa: bentuk-bentuk itulah yang paling sulit, karena Anda membutuhkan kedewasaan dan kekuatan yang besar untuk menghasilkan sesuatu yang berasal dari diri Anda sendiri dalam wilayah di mana terkadang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Pardi Suratno Tebal : xvi + 126 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Tema dari sebuah novel seringkali menjadi cermin dari realitas sosial, dan pendapat sang pengarang novel tidak jarang membawa pesan zaman, baik pesan itu berupa permakluman, kritikan, atau seruan moral. Buku ini memotret pesan-pesan… selengkapnya
Rp 33.600 Rp 42.000Penulis : Dian Pratiwi Tebal : viii + 54 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Penelitian kesusastraan secara umum kurang diminati dibandingkan kajian sastra, pendidikan maupun linguistik. Masih sedikitnya literatur mengenai kajian kesusastraan sendiri kemudian memunculkan kebingungan-kebingungan bagi para mahasiswa/peneliti untuk memperdalam mengenai seperti apa dan bagaiama menganalisis… selengkapnya
Rp 67.830 Rp 79.800



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.