● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-623-6063-29-3 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sastra |
Penulis : Saut Situmorang, Okky Madasari, Rhoma Dwi Aria Yuliantri, Ari J. Adipurwawidjana
Tebal : 300 hlm
Ukuran : 16 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
… ironisnya, giliran kaum Konservatif akhirnya yang menggantikan kaum Liberal dalam memanfaatkan novel Max Havelaar untuk propaganda kebijakan politik mereka setelah mereka tidak berkuasa lagi di Belanda! Dan dalam propaganda kedua partai terbesar di Belanda ini, istilah “demi kepentingan orang-orang pribumi” merupakan slogan yang terus-menerus dipakai. Max Havelaar dengan isinya yang menggambarkan penderi-taan orang-orang pribumi karena kebijakan Cultuurstelsel tentu saja jadi alat propa-ganda yang tak bisa dilewatkan.
— Saut Situmorang
Max Havelaar tak berhenti dikaji hingga hari ini dengan segala pendekatan dan teori. Demikian juga dengan berbagai upaya untuk membongkar sosok Multatuli di luar karyanya. Sebagai seorang pegawai pemerintah Belanda yang ditempatkan di negara jajahan, Multatuli adalah bagian dari para penjajah yang bekerja untuk melayani kepentingan penjajah. Walaupun kemudian setelah ia menerbitkan Max Havelaar, ia memutuskan untuk mengundurkan diri daripada dipindahtugaskan, tetap tak menghapus fakta bahwa Multatuli bekerja untuk kepentingan kolonial.
— Okky Madasari
Keperpihakan terhadap penindasan baik dalam wujud sikap dan gagasan antikolo-nialisme maupun antifeodalisme dan mesianisme itu tecermin salah satunya dalam fragmen “Saidjah dan Adinda”. Fragmen ini menggambarkan sebuah kekecewaan, diskriminasi, dan humanisme yang juga dapat ditemui dalam konteks sejarah sosial petani dalam periode tanam paksa pun demikian masih relevan dalam periode liberal.
— Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Jika Max Havelaar dipandang sebagai semacam gugatan terhadap kolonialisme Belanda, episode ini seakan-akan berfungsi sebagai kesaksian langsung subjek Jawa. Dalam wacana teoretis tentang kondisi kolonial, advokasi merupakan konsep yang problematis karena terkait dengan masalah politik representasi. Advokasi, berdasarkan definisi dasarnya, merupakan upaya untuk berbicara dan bertindak untuk dan atas nama pihak lain.
—Ari J. Adipurwawidjana
Tags: cantrik pustaka, sastra
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.422 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Edy Suyanto Tebal : x + 180 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Torehan penyair dan sastrawan tak akan pernah sia-sia. Torehannya justru menjadi bukti sejarah terkait dengan sifat dan kebutuhan manusia tentang pentingnya seni dan estetika. Sebagai wujud tanggung jawab sebagai anggota masyarakat, mereka menorehkan pengalaman… selengkapnya
Rp 97.580 Rp 114.800Penulis : Anton Kurnia Tebal : 204 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Kerja penerjemahan memang bukan soal gampang. Mikhail Rudnitzky, pakar penerjemahan dari Rusia, menggambarkan proses penerjemahan itu terkadang seperti seseorang yang harus melukiskan sebuah rumah indah di negara lain, sementara di negaranya sendiri rumah dengan arsitektur… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Masyarakat yang sedang membangun sebagaimana masyarakat kita dewasa ini, atau bahkan masyarakat yang sudah maju sekalipun, akan senantiasa menuntut berbagai macam kebutuhan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting, termasuk di dalamnya adalah pendidikan/pengajaran sastra. Namun, hingga kini masih saja ada lontaran bahwa pengajaran sastra yang ideal belum memperoleh bentuknya. Pengajaran sastra yang menekankan pada menghafal… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Buku ini hanya membahas sekelompok kecil dari pengarang-pengarang tersebut. Kami hanya mengambil yang paling populer, yang namanya dikenal secara internasional. Mungkin pula pengarang dipilih berdasarkan sudut pandang atau preferensi penulisnya semata-mata. Abad pertengahan (Moyen Age) dan abad ke-16 tidak dihilangkan karena merupakan awal kegiatan kesusastraan di Prancis dan pengarang-pengarangnya mempunyai gagasan yang relative modern.
Rp 112.000 Rp 140.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : xvi + 224 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Esai-esai ini memang dipresentasikan semacam “tarian pikiran pengebara”. Lewat Yogya, kita membayangkan Indonesia. Lewat kampung halaman, kita telusuri lekuk-liku perkembangan budaya bangsa ketika “isu” telah menjadi santapan utama setiap hari dimana media massa,… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Rachmat Djoko Pradopo Tebal : 254 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Dalam kesusastraan Indonesia modern, kritik sastra ilmiah baru muncul pada awal tahun 1950-an, berupa tulisan-tulisan Slamet Muljana. Mulai saat itu, berkembanglah kritik sastra ilmiah pada kurun waktu 1950-1970 secara perlahan-lahan, terutama ditulis oleh… selengkapnya
Rp 69.700 Rp 82.000Politik puisi sufi berposisi dan berhadapan dengan wacana nondiskursif, terutama wacana diskursif seperti Pancasila, ataupun wacana-wacana yang diadopsi sebagai akibat terjadinya globalisasi, seperti wacana pembangunan (ekonomi), modernisme (sekularisme), demokrasi, dan pluralisme. Hal itu dilakukan negara untuk menjaga kemapanan ordernya. Aparat-aparat ideologis yang dimanfaatkan oleh negara ialah situs-situs pendidikan, media massa, partai politik, dan kelompok-kelompok kepentingan… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Liaw Yock Fang Tebal : xxvi + 634 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Seperti dapat langsung dikenali dari judulnya, Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik ini memperkenalkan, mendokumentasikan, dan membahas berbagai naskah, sumber, pertumbuhan, demografi, dan berbagai pemikiran mengenai kesusastraan Melayu klasik,… selengkapnya
Rp 176.000 Rp 220.000Penulis : Danarto Tebal : 412 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sebagai seniman yang peka terhadap lingkungannya, Mas Danarto seolah-olah membawa ‘senter ajaib’ di tengah-tengah kegelapan dalam kehidupan yang konon modern ini. Dengan ‘senter ajaib’ itu, dia menyorot ke sana kemari, mencoba menolong mereka yang tidak ingin… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Kemiripan yang terjadi pada suatu karya sastra tidak dapat disebut sebagai plagiat jika masih menjaga batas-batas keasliannya. Itu masih bisa disebut sebagai kreativitas pengarang. Apalagi dalam teori sastra sudah jelas dinyatakan bahwa suatu teks tidak ada yang berdiri sendiri dan kemiripan yang terjadi bagian dari teori intertekstual. Karya sastra seperti novel yang dikaji dengan intertekstual… selengkapnya
Rp 119.680 Rp 140.800




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.