Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
Rp 68.000 Rp 80.000| ISBN | 978-623-6063-29-3 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sastra |
Penulis : Saut Situmorang, Okky Madasari, Rhoma Dwi Aria Yuliantri, Ari J. Adipurwawidjana
Tebal : 300 hlm
Ukuran : 16 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
… ironisnya, giliran kaum Konservatif akhirnya yang menggantikan kaum Liberal dalam memanfaatkan novel Max Havelaar untuk propaganda kebijakan politik mereka setelah mereka tidak berkuasa lagi di Belanda! Dan dalam propaganda kedua partai terbesar di Belanda ini, istilah “demi kepentingan orang-orang pribumi” merupakan slogan yang terus-menerus dipakai. Max Havelaar dengan isinya yang menggambarkan penderi-taan orang-orang pribumi karena kebijakan Cultuurstelsel tentu saja jadi alat propa-ganda yang tak bisa dilewatkan.
— Saut Situmorang
Max Havelaar tak berhenti dikaji hingga hari ini dengan segala pendekatan dan teori. Demikian juga dengan berbagai upaya untuk membongkar sosok Multatuli di luar karyanya. Sebagai seorang pegawai pemerintah Belanda yang ditempatkan di negara jajahan, Multatuli adalah bagian dari para penjajah yang bekerja untuk melayani kepentingan penjajah. Walaupun kemudian setelah ia menerbitkan Max Havelaar, ia memutuskan untuk mengundurkan diri daripada dipindahtugaskan, tetap tak menghapus fakta bahwa Multatuli bekerja untuk kepentingan kolonial.
— Okky Madasari
Keperpihakan terhadap penindasan baik dalam wujud sikap dan gagasan antikolo-nialisme maupun antifeodalisme dan mesianisme itu tecermin salah satunya dalam fragmen “Saidjah dan Adinda”. Fragmen ini menggambarkan sebuah kekecewaan, diskriminasi, dan humanisme yang juga dapat ditemui dalam konteks sejarah sosial petani dalam periode tanam paksa pun demikian masih relevan dalam periode liberal.
— Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Jika Max Havelaar dipandang sebagai semacam gugatan terhadap kolonialisme Belanda, episode ini seakan-akan berfungsi sebagai kesaksian langsung subjek Jawa. Dalam wacana teoretis tentang kondisi kolonial, advokasi merupakan konsep yang problematis karena terkait dengan masalah politik representasi. Advokasi, berdasarkan definisi dasarnya, merupakan upaya untuk berbicara dan bertindak untuk dan atas nama pihak lain.
—Ari J. Adipurwawidjana
Tags: cantrik pustaka, sastra
Manis Tapi Tragis: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.544 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Kemiripan yang terjadi pada suatu karya sastra tidak dapat disebut sebagai plagiat jika masih menjaga batas-batas keasliannya. Itu masih bisa disebut sebagai kreativitas pengarang. Apalagi dalam teori sastra sudah jelas dinyatakan bahwa suatu teks tidak ada yang berdiri sendiri dan kemiripan yang terjadi bagian dari teori intertekstual. Karya sastra seperti novel yang dikaji dengan intertekstual… selengkapnya
Rp 119.680 Rp 140.800Jauh sebelum gerakan feminisme lahir di Barat, purwarupa kesetaraan gender dengan mudah dapat kita jumpai dalam banyak cerita kepahlawanan, mitos, dan legenda yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Perempuan-perempuan yang dinarasikan di dalam cerita tersebut bukan hanya memiliki kedudukan setara dengan laki-laki, melainkan juga mengungguli mereka dalam kepemimpinan, kekuatan politik, dan reputasi sosial yang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : x + 246 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Buku pragmatik sastra ini hendak memberikan garis-garis awal penelitian kegunaan sastra pada tataran empirik. Pragmatik sastra adalah perspektif pemahaman sastra pada taraf fungsi sastra bagi kehidupan manusia. Asumsi dasar pragmatik sastra adalah karya sastra… selengkapnya
Rp 119.680 Rp 140.800Penulis : Retno Winarni Tebal : viii + 116 hlm Ukuran : 15,8 x 23 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Memperkenalkan karya sastra sejak usia dini kepada anak merupakan hal positif yang perlu dilakukan. Selain bermanfaat dalam dunia pendidikan si anak, karya sastra juga dapat menjadi hiburan yang menarik bagi anak-anak. Kurangnya buku… selengkapnya
Rp 38.080 Rp 44.800Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Pengajaran Sastra memiliki peran yang penting bagi negara dan bangsa ini, khususnya dalam membentuk karakter dan menjaga identitas bangsa ini lewat bahasa. Para pendidik pun memiliki peran besar dalam terwujudnya pendidikan yang baik dan berkualitas, sehingga menghasilkan hasil didikan yang baik pula. Guna menjamin kualitas hasil pendidikan, tentu dibutuhkan suatu… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Muhammad Lutfi Tebal : 94 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Pustaka Kita Deskripsi : Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’. Kata dasar ‘sas’ memiliki arti instruksi atau ajaran dan ‘tra’ yang berarti alat atau sarana. Jadi, sastra adalah sarana atau alat berupa teks yang mengandung… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Penulis : Shin Young Duk Tebal : 284 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Seiring dengan meningkatnya minat terhadap bahasa dan budaya Korea, semakin banyak pula masyarakat yang tertarik belajar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea, salah satunya tentang sastra Korea. Buku ini ditulis oleh profesor dan… selengkapnya
Rp 64.000 Rp 80.000Kritik sastra adalah salah satu cabang studi sastra yang langsung berhubungan dengan karya sastra melalui penafsiran, penguraian, dan penilaian; cabang dari studi sastra yang langsung berhubungan dengan sastra melalui interpretasi, analisis, dan evaluasi (Wiyatmi, 2012). Interpretasi adalah upaya memahami karya sastra dengan memberikan tafsiran untuk memperjelas arti bahasa dengan analisis yang dipusatkan pada ambiguitas, kiasan-kiasan,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor) Tebal : xvi + 616 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Kisah ini diawali ketika Wé Datu Sengngeng hamil dan melahirkan kembar emas, yaitu Wé Tenriabéng dan Sawérigading. Sawérigading inilah tokoh utama dalam La Galigo yang kelak kisahnya dipenuhi dengan petualangan laut…. selengkapnya
Rp 140.000 Rp 175.000Penulis : M. Rafiek Tebal : 160 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Refika Aditama Deskripsi : Pengetahuan dan praktik Pengkajian Sastra sangat diperlukan dalam memahami dan mengkaji karya sastra. Dalam mengkaji sastra diperlukan pengetahuan dan praktik yang cukup untuk mengkajinya. Dalam buku ini disajikan praktik pengkajian sastra secara praktis yang akan… selengkapnya
Rp 35.700 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.