Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
Rp 128.000 Rp 160.000| ISBN | 978-602-433-474-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sastra |
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
Penulis : Rétna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa (editor)
Tebal : xii + 526 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi:
Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal untuk mencarinya. Ketika Rukkelleng Mpoba bersaudara datang, mereka langsung sembah sujud di hadapan Patotoqé dan berkata: “Kami baru saja pulang dari bumi memperlagakan kilat dan guntur, Tuanku, dan menyaksikan tidak ada satu pun manusia di dalamnya, tidak ada arti kekuasaan dan ketuhananmu tanpa ada manusia yang menyembahmu”.
Sejenak Patotoqé terpekur dan berkata dalam hati: “Betul juga apa kata Rukkelleng Mpoba itu”. Maka ia pun memerintahkan mengadakan musyawarah agung di Boting Langiq, untuk memutuskan siapakah putranya yang akan diturunkan di dunia untuk menghuni dunia yang kosong, agar ada manusia yang menyembahnya. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk mengirim putra Patotoqé bernama La Togeq Langiq, yang setelah di dunia bernama Batara Guru. Patotoqé menurunkan pula seluruh warisan Batara Guru di langit termasuk istana, selir-selir, pasukan, pengawal, dayang-dayang, pendeta-pendeta bissu,sanro (dukun), dan para pelayan yang kelak akan menghibur, menemani, dan melayani Batara Guru agar ia betah dan bertahan hidup di bumi.
Batara Guru dijodohkan dengan putri Dewi Sinauq Tojang dari Buriq Liu/Pérétiwi (kerajaan bawah laut), bernama Wé Nyiliq Timoq. Pertemuan, percintaan, dan perkawinan Batara Guru dengan sang putri dari istana bawah laut ini, penuh dengan kisah-kisah unik, mistis, magis, dan romantik yang secara purba menggambarkan hubungan manusia secara natural dan universal. Perkawinan dewa dari Boting Langiq dan dewi dari Buriq Liu inilah yang menghuni dunia tengah (Alé Kawaq/Alé Lino) dan diyakini sebagai manusia pertama yang mengisi bumi dan kemudian berkembang-biak, beranak-pinak, dan meramaikan dunia yang sekarang lebih dikenal sebagai tanah Bugis dan manusia Bugis. Karena itulah jilid I cerita La Galigo seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini disebut episode Mula Tau (awal mula penciptaan manusia).
Putri pertama dewa-dewi ini bernama Wé Oddang Riuq, yang meninggal ketika berusia tujuh hari, dan dari kuburnya muncul padi menguning, itulah yang dikenal Sangiang Serri, yang kelak akan memberikehidupan manusia. Anak kedua pasangan Batara Guru dengan We Nyiliq Timoq adalah Batara Lattuq.
Di Tompoq Tikkaq hiduplah sepasang dewa-dewí́ yang bernama La Urung Mpessi dan permaisurinya Wé Pada Uleng. Keduanya mempunyai dua anak perempuan, yaitu Wé Adiluwuq dan Wé Datu Sengngeng. Sekali waktu, pasangan dewa ini sedang mempersiapkan upacara kedatuan di Tompoq Tikkaq, tapi tak ada satu pun tamunya yang datang dari negeri seberang. La Urung Mpessi murka, danmembuang semua hidangan yang telah dipersiapkannya ke dalam sungai. Tindakan ini membuat Patotoqé marah, dan menghukumnya dengan cara mengambil nyawa suami istri tersebut, yang meninggal pada waktu bersamaan. Serta merta kedua putrinya menjadi anak yatim piatu. Penderitaan kedua anak ini bertambah, ketika seluruh harta dan warisan kedua orang tuanya diambil oleh bibinya, yang menyebabkan kedua putri ini pergi membuang diri. Setelah mengembara di hutan, atas desakan seorang utusan dari Pérétiwi, meréka pun pulang ke inang pengasuhnya di Istana Tompoq Tikkaq.
Tags: obor indonesia, sastra
La Galigo menurut Naskah NBG 188 Jilid 1
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.429 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : xvi + 224 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Esai-esai ini memang dipresentasikan semacam “tarian pikiran pengebara”. Lewat Yogya, kita membayangkan Indonesia. Lewat kampung halaman, kita telusuri lekuk-liku perkembangan budaya bangsa ketika “isu” telah menjadi santapan utama setiap hari dimana media massa,… selengkapnya
Rp 50.150 Rp 59.000Penulis : Goenawan Mohamad Tebal : 416 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Sebagai sastrawan, Goenawan Mohamad juga memberikan ceramah, kuliah, atau sambutan dalam beberapa acara kebudayaan, juga di beberapa universitas, di dalam dan di luar negeri. Buku ini merupakan kumpulan teks-teks presentasi itu—diantaranya berupa terjemahan dari bahasa Inggris…. selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Widyastuti Purbani dan Laura Apol Tebal : viii + 190 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Selama bertahun-tahun, para ahli telah berusaha mendefinisikan sastra anak secara tepat, tetapi hingga kini definisi yang sempurna tetap sulit dicapai karena semua aspek sastra anak terus menerus berubah dan berkembang…. selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Dibanding sastra Barat, teori sastra Arab memang telat mendapat tempat di dalam teropong perhatian para pengkaji sastra dunia, bahkan dalam karya-karya sarjana Arab sendiri. Hasan Taufiq al-‘Adl, salah seorang pionir yang mengenalkan sejarah sastra Arab, terdorong oleh rasa prihatin akan sejarah kesusastraan bangsanya sekaligus keterpukauan menyaksikan langsung gemerlap kemajuan sastra Eropa. Agaknya, keterlambaran itu juga… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Jerome Stern Tebal : 388 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Inilah buku panduan paling lengkap, rigid, dan detail seputar tata cara menulis prosa “yang indah”, cocok jadi buku pegangan baik bagi penulis pemula, penulis mapan, bahkan kritikus prosa. Ditulis oleh Jerome Stern (1938–1996), kepala program Creative Writing di Florida State University,… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Dian Pratiwi Tebal : viii + 54 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Penelitian kesusastraan secara umum kurang diminati dibandingkan kajian sastra, pendidikan maupun linguistik. Masih sedikitnya literatur mengenai kajian kesusastraan sendiri kemudian memunculkan kebingungan-kebingungan bagi para mahasiswa/peneliti untuk memperdalam mengenai seperti apa dan bagaiama menganalisis… selengkapnya
Rp 67.830 Rp 79.800Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : xxx + 478 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Buku ini mencatat bagaimana hubungan antara manusia Jawa dengan tumbuhan yang mencuat lewat hadirnya ribuan nama desa di Jawa yang menggunakan nama tumbuhan. Iman Budhi Santosa kembali mengingatkan kepada pembaca bahwa, manusia Jawa… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : Danarto Tebal : 412 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sebagai seniman yang peka terhadap lingkungannya, Mas Danarto seolah-olah membawa ‘senter ajaib’ di tengah-tengah kegelapan dalam kehidupan yang konon modern ini. Dengan ‘senter ajaib’ itu, dia menyorot ke sana kemari, mencoba menolong mereka yang tidak ingin… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Nyoman Kutha Ratna Tebal : xii + 497 hlm Ukuran : cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini menjanjikan masalah keindahan dalam kaitannya dengan sastra dan kebudayaan pada umumnya. Estetika sastra berkaitan dengan bahasa sebagai sistem simbol di satu pihak, dan dengan hakikat karya sastra itu sendiri, yaitu sebagai kreativitas imajinatif… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : x + 246 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Buku pragmatik sastra ini hendak memberikan garis-garis awal penelitian kegunaan sastra pada tataran empirik. Pragmatik sastra adalah perspektif pemahaman sastra pada taraf fungsi sastra bagi kehidupan manusia. Asumsi dasar pragmatik sastra adalah karya sastra… selengkapnya
Rp 119.680 Rp 140.800



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.