● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Perang Bali
Rp 60.000 Rp 75.000| ISBN | 978-979-1701-04-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Novel, Sejarah |
Penulis : I Gusti Ngurah Pindha
Tebal : 450 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Dolphin
Perang Bali
“Kalau pelurumu habis, gunakan bayonetmu! Kalu bayonetmu patah, gunakan tanganmu untuk memukul! Kalau tanganmu patah, gunakan gigimu untuk mengigit! Dan kalau gigimu patah, gunakan matamu untuk mematahkan semangat musuh!”
Perang Bali adalah memoar I Gusti Ngurah Pindha, seorang prajurit muda yang mengiringi I Gusti Ngurah Rai dalam perang gerilya mempertahankan tanah Bali dari pendudukan Belanda di awal kemerdekaan. Dengan senjata ala kadarnya, termasuk jimat-jimat yang dipercaya bisa membuat mereka kebal, para kesatria Bali keluar-masuk hutan dan kampung selama berbulan-bulan, meninggalkan istri dan anak-anak mereka. Ngurah Pindha merekam peristiwa heroik itu kedalam sebuah cerita yang bersahaja. Peristiwa-peristiwa sedih, lucu, mistis dan ajaib, yang menyertai masa perang,berbaur jadi satu.
“Merinding bacanya. Penuh intrik dan menegangkan. Mata enggan berhenti mendedah tiap kata hingga halaman terakhir tiba.”
– Khrisna Pabichara, penulis novel Sepatu Dahlan
“Ini buku langka. Sebuah epos dari masa perang kemerdekaan yang sudah lama tak disentuh. Kisah perang yang indah.”
– HermawanAksan, penulis novel Dyah Pitaloka
“Kisah yang heroik dan lugas ini menggetarkan kembali cerita-cerita yang sering saya dengar dari orang-orang dekat Pak Rai. Bagai album kenangan sejarah yang senantiasa saya tengok untuk menyongsong masa depan.”
– I Gusti Ngurah Alit Yudha, Putra I Gusti Ngurah Rai
Perang Bali
| Berat | 430 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.688 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara berproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola permukiman yang terpencar, besarnya migrasi ke… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Ketika arus revolusi semakin kuat di Jawa, maka di luar Jawa terutama Indonesia Timur mengalami nasib yang tragis. Betapa tidak, di daerah yang disebut terakhir, kuasa kolonial justru menguat setelah van Mook membentuk Negara Indonesia Timur yang berpusat di Makassar. Bagaimana hukum pergi berhaji ke Mekah bagi umat Islam Indonesia yang mampu pada era revolusi?… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Berliana Nugraheni Tebal : x + 252 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Calibri Media Deskripsi : Suatu hari nanti, kuingin kau ceritakan mimpi-mimpimu yang tersisa. Kuyakin kau pun memiliki talentamu sendiri yang berharga. Ingatlah bahwa harapan itu tidak akan pernah sirna. Berlarilah, hiduplah, gambarlah masa depan penuh warna. Cerita… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000“Ini merupakan karya luar biasa dari dua pakar sejarah, bahasa dan sastra Jawa,” tulis M.C. Ricklefs dalam pengantar edisi Inggris buku ini. Keluarbiasaannya karena, pertama buku ini lahir dari tangan dua pakar yang sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan: H.J. de Graaf dan Th. G. Th. Pigeaud. Kedua, kompleksitas dan kekaburan periode yang menjadi objek bahasannya…. selengkapnya
Rp 36.550 Rp 43.000Penulis : James Suzman Tebal : 416 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Pekerjaan memberi kita makna, membentuk nilai-nilai, menentukan status sosial, dan menentukan bagaimana kita menghabiskan sebagian besar waktu. Tetapi, tidak hanya sebatas itu: 95 persen dari sejarah umat manusia, pekerjaan telah memainkan peran yang jauh lebih penting… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Peta Asia Tenggara yang dibuat orang Bugis kira-kira pada tahun 1828 memberi kesan betapa jauh dan luasnya wilayah pelayaran orang-orang Bugis dan Makassar pada waktu itu. Pada peta ini, yang pernah dibicarakan oleh C.C.F.M. Le Roux pada tahun 1935, di bagian utara Australia masih terbaca bagian kata “ge” yang menurut Prof. Dr. A.A. Cense selengkapnya… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Pada musim gugur 1915, Forster tiba di Alexandria sebagai sukarelawan Palang Merah selama Perang Dunia I. Tercengang dengan kemegahan kota yang baru didatanginya, ia menghabiskan waktu luangnya untuk menjelajahi “keajaiban, kekunoan, dan kompleksitas” kota tersebut. Ia pun terpacu untuk “menghidupkan” kembali Alexandria, kota romantis Alexander Agung, ibu kota Yunani-Romawi Mesir, suar cahaya dan budaya yang… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000Penulis : Anand Neelakantan Tebal : 502 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : Mahabharata, epos terbesar sepanjang masa, sering kali dipahami sebagai cerita tentang kebaikan (Pandawa) melawan kejahatan (Kurawa). Tetapi sejarah ditulis oleh pemenang. Bagaimana jika Kurawa menyimpan kisah yang luput dari kita? Di India, terdapat 1.260 versi Mahabharata…. selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah… selengkapnya
Rp 57.600 Rp 72.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.