● online
- Love 24 Jam
- Lebih Mahir dengan Microsoft Word 2019, Membantu M
- Versi Ringkas the Art of Seduction
- Pengantar Kosmografi: Memahami Proses di Langit Ya
- Metodologi Penelitian Hasil Hutan
- Manusia dan Lingkungan dengan Berbagai Perubahanny
- Sabda Palon 1: Kisah Nusantara yang Disembunyikan
- Pribadi di Balik Topeng
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Metode Etnografi
Penulis : James P. Spradley
Tebal : xxiv + 348 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Tiara Wacana
Deskripsi :
…. bagi Spradley, “ilmu untuk ilmu” sudah ketinggalan zaman. Ilmu harus mempunyai kegunaan praktis dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Begitu juga halnya dengan penelitian etnografi: seorang peneliti yang berhasil adalah juga seorang problem solver.
Metode etnografi yang diuraikan dalam buku ini adalah tipe metode yang bersumber pada ethnoscience, atau yang dikenal sebagai etnografi baru. Bila etnografi modern, yang dipelopori oleh Radcliffe-Brown dan Malinowski, berusaha mengarahkan kajian etnografi pada upaya generalisasi, yakni penyusunan kaidah-kaidah umum tentang masyarakat (melalui komparasi antara organisasi internal masyarakat dan sistem sosial), maka etnografi baru justru berusaha menemukan keunikan’ dari suatu masyarakat, yakni persepsi dan organisasi pikiran dari masyarakat atas fenomena material yang ada di sekelilingnya. Oleh karenanya, objek kajian antropologi tidak lagi berkenaan dengan fenomena material, melainkan dengan cara fenomena tersebut diorganisasikan di dalam pikiran (mind) manusia. Singkatnya, lantaran budaya berada di dalam pikiran manusia, dan bentuknya adalah organisasi pikiran tentang fenomena material, maka tugas etnografi adalah menemukan dan menggambarkan organisasi pikiran tersebut. Dengan acuan perspektif yang demikian itu, di dalam buku ini Spradley melukiskan empat tipe analisis etnografis, yakni analisis domain; analisis taksonomik; analisis komponen; dan analisis tema.
Cara terbaik untuk belajar menulis adalah dengan menulis itu sendiri. Anjuran serupa juga disampaikan oleh James P. Spradley di dunia etnografi. Menurutnya, cara terbaik untuk belajar etnografi adalah dengan melakukan etnografi. Dan, agar proses tersebut bisa berjalan secara sistematis, terarah, dan efektif, Spradley melengkapinya dengan suatu panduan metode yang khas, yang disebutnya The Developmental Research Sequence, yang didasarkan pada lima prinsip, yaitu teknik tunggal, identifikasi tugas, maju bertahap, penelitian orisinal, dan problem-solving. Kemudian, dengan menggunakan pendekatan etnosemantik, Spradley mengajak para (calon) etnografer untuk menekuni dua belas (12) langkah pokok yang dapat digunakan sebagai panduan dalam teknik wawancara etnografis.
Dalam tingkatan kebutuhan yang paling praktis, buku ini cukup tepat untuk digunakan sebagai buku panduan perihal cara melakukan entografi selangkah demi selangkah. Oleh karenanya, buku ini sangat dianjurkan sebagai buku acuan bagi para peneliti etnografi pemula. Di samping itu, untuk kepentingan kajian komparasi dan pengembangan lebih lanjut mengenai metode penelitian, buku ini juga relevan untuk digunakan sebagai referensi pembanding — jika pun bukan sebagai referensi utama — bagi kalangan etnografer berpengalaman.
Daftar Isi
- Bagian Satu
Penelitian Etnografi
Bab Satu Etnografi dan Kebudayaan
Bab Dua Bahasa dan Penelitian Lapangan
Bab Tiga Informan
- Bagian Dua
Alur Penelitian Maju Bertahap
Langkah 1. Menetapkan Seorang Informan
Langkah 2. Mewawancarai Seorang Informan
Langkah 3. Membuat Catatan Etnografis
Langkah 4. Mengajukan Pertanyaan Deskriptif
Langkah 5. Melakukan Analisis Wawancara Etnografis
Langkah 6. Membuat Analisis Domain
Langkah 7. Mengajukan Pertanyaan Struktural
Langkah 8. Membuat Analisis Taksonomik
Langkah 9. Mengajukan Pertayaan Kontras
Langkah 10. Membuat Analisis Komponen
Langkah 11. Menemukan Tema-tema Budaya
Langkah 12. Menulis Sebuah Etnografi
- Apendiks A
- Apendiks B
- Apendiks C
- Bibliografi
- Indeks
Tags: antropologi, budaya, tiara wacana
Metode Etnografi
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.724 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Muhaji Fikriano Tebal : 440 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : Ki Ageng Suryomentaram adalah seorang spiritualis pembaharu dalam olah kebatinan Jawa, salah satu pemikir terbesar yang pernah dimiliki Nusantara. Pemikirannya yang universal menjangkau banyak jiwa hingga Presiden Soekarno pun berguru kepadanya. Kawruh Jiwa merupakan rangkuman pengetahuan… selengkapnya
Rp 92.000 Rp 115.000Sebuah konsep hidup Skandinavia yang dilafalkan sebagai ‘huu-ga’, menjadikan Denmark bangsa yang paling bahagia di muka bumi. Tanpa padanan kata dalam bahasa Inggris, Hygge menggambarkan perasaan yang muncul dengan sendirinya. Misalnya ketika berjalan-jalan di taman bersama adik, membaca buku yang menarik di tempat favorit. Atau ketika kita berbagi makanan dengan teman baik. Namun sayangnya, tidak semua orang… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : Umberto Eco Tebal : x + 530 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Buku ini bermaksud menggali kemungkinan teoretis suatu pendekatan terpadu terhadap setiap fenomena signifikasi dan/atau komunikasi yang berlangsung antarmanusia. Lebih penting lagi, dia juga ingin menelisik fungsi-fungsi sosial seperti apa yang bisa dimainkan pendekatan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Supriadi Hamdat Tebal : 171 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tulisan ini bertujuan mempelajari mengenai rumah tangga dalam fungsinya sebagai unit produksi melalui kegiatan usaha bertenun sutra tradisional di Wajo Sulawesi Selatan sekitar akhir abad ke-20. Selanjutnya, buku ini mencoba melihat sejauh mana rumah tangga sebagai… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Suwardi Endraswara Tebal : 262 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi ; Sastra sebagai ilmu “pembaca” budaya akan banyak berhadapan tentang bagaimana manusia menciptakan sebuah karya sastra. Salah satu ranah kajian sastra yang bisa dikatakan sangat bersinggungan dengan manusia adalah antropologi sastra. Antropologi sastra barangkali terdengar asing di… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Cita Yustisia Serfiyani, Iswi Hariyani, dan R. Serfianto Tebal : xvi + 438 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Ekonomi Kreatif (termasuk industri kreatif) telah menjadi andalan ekonomi negara maju setelah era ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi. Menyadari pentingnya sektor perekonomian yang baru… selengkapnya
Rp 132.600 Rp 156.000Penulis : Arya Tangkas, Lilik Jatmiko Prasetyo, Marwiyati Tebal : xx + 166 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Deepublish Deskripsi : Buku Lighting Production: Studio TV, Film, dan Stage Performance menempatkan tata cahaya sebagai bahasa visual yang menentukan rasa, arah pandang, dan kekuatan sebuah pertunjukan. Cahaya tidak sekadar menerangi, tetapi membentuk ruang dan menegaskan emosi… selengkapnya
Rp 126.650 Rp 149.000Penulis : S.K. Sewan Susanto Tebal : xxiv + 592 hlm Ukuran : 19 x 23 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Seni Batik merupakan perpaduan antara karya seni rupa dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia secara turun temurun. Seni budaya khas Indonesia yang bahkan telah diakui oleh dunia sebagai refresentatif budaya tak benda warisan… selengkapnya
Rp 416.500 Rp 490.000Penulis : Angela Mc Robbie Tebal : x + 402 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Ada banyak kajian tentang budaya pop dan posmodernisme yang termuat dalam buku ini. Kajian tersebut mengungkap berbagai ragam isu menarik bagi para akademis dan orang-orang yang tertarik pada segala wacana posmodernisme dan… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Dunia yang berlari telah membawa umat manusia—dalam skala global—ke dalam sebuah ruang-waktu, kesadaran dan pengalaman baru, yang tak terbayangkan sebelumnya. Dunia yang berlari telah menciptakan sebuah “dunia kehidupan” (life world), yang tak terpikirkan sebelumnya. Ia telah mengubah bentuk kehidupan, tempo kehidupan, cara hidup, relasi sosial, pertukaran ekonomi, pertarungan politik, panggung seni, nilai budaya dan makna… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.