● online
- Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII
- Sistem Keuangan Daerah
- Jalan Menggapai Ridha Allah: Amaliah Lengkap Thari
- Struktur dan Perkembangan Tumbuhan
- Kupas Tuntas Dasar-dasar Filsafat
- Peran Kearifan Lokal dan Modal Sosial Dalam Pengur
- Erdoganisme
- Manajemen Sumber Daya Manusia diperkaya dengan Stu
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Metode Etnografi
Penulis : James P. Spradley
Tebal : xxiv + 348 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Tiara Wacana
Deskripsi :
…. bagi Spradley, “ilmu untuk ilmu” sudah ketinggalan zaman. Ilmu harus mempunyai kegunaan praktis dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Begitu juga halnya dengan penelitian etnografi: seorang peneliti yang berhasil adalah juga seorang problem solver.
Metode etnografi yang diuraikan dalam buku ini adalah tipe metode yang bersumber pada ethnoscience, atau yang dikenal sebagai etnografi baru. Bila etnografi modern, yang dipelopori oleh Radcliffe-Brown dan Malinowski, berusaha mengarahkan kajian etnografi pada upaya generalisasi, yakni penyusunan kaidah-kaidah umum tentang masyarakat (melalui komparasi antara organisasi internal masyarakat dan sistem sosial), maka etnografi baru justru berusaha menemukan keunikan’ dari suatu masyarakat, yakni persepsi dan organisasi pikiran dari masyarakat atas fenomena material yang ada di sekelilingnya. Oleh karenanya, objek kajian antropologi tidak lagi berkenaan dengan fenomena material, melainkan dengan cara fenomena tersebut diorganisasikan di dalam pikiran (mind) manusia. Singkatnya, lantaran budaya berada di dalam pikiran manusia, dan bentuknya adalah organisasi pikiran tentang fenomena material, maka tugas etnografi adalah menemukan dan menggambarkan organisasi pikiran tersebut. Dengan acuan perspektif yang demikian itu, di dalam buku ini Spradley melukiskan empat tipe analisis etnografis, yakni analisis domain; analisis taksonomik; analisis komponen; dan analisis tema.
Cara terbaik untuk belajar menulis adalah dengan menulis itu sendiri. Anjuran serupa juga disampaikan oleh James P. Spradley di dunia etnografi. Menurutnya, cara terbaik untuk belajar etnografi adalah dengan melakukan etnografi. Dan, agar proses tersebut bisa berjalan secara sistematis, terarah, dan efektif, Spradley melengkapinya dengan suatu panduan metode yang khas, yang disebutnya The Developmental Research Sequence, yang didasarkan pada lima prinsip, yaitu teknik tunggal, identifikasi tugas, maju bertahap, penelitian orisinal, dan problem-solving. Kemudian, dengan menggunakan pendekatan etnosemantik, Spradley mengajak para (calon) etnografer untuk menekuni dua belas (12) langkah pokok yang dapat digunakan sebagai panduan dalam teknik wawancara etnografis.
Dalam tingkatan kebutuhan yang paling praktis, buku ini cukup tepat untuk digunakan sebagai buku panduan perihal cara melakukan entografi selangkah demi selangkah. Oleh karenanya, buku ini sangat dianjurkan sebagai buku acuan bagi para peneliti etnografi pemula. Di samping itu, untuk kepentingan kajian komparasi dan pengembangan lebih lanjut mengenai metode penelitian, buku ini juga relevan untuk digunakan sebagai referensi pembanding — jika pun bukan sebagai referensi utama — bagi kalangan etnografer berpengalaman.
Daftar Isi
- Bagian Satu
Penelitian Etnografi
Bab Satu Etnografi dan Kebudayaan
Bab Dua Bahasa dan Penelitian Lapangan
Bab Tiga Informan
- Bagian Dua
Alur Penelitian Maju Bertahap
Langkah 1. Menetapkan Seorang Informan
Langkah 2. Mewawancarai Seorang Informan
Langkah 3. Membuat Catatan Etnografis
Langkah 4. Mengajukan Pertanyaan Deskriptif
Langkah 5. Melakukan Analisis Wawancara Etnografis
Langkah 6. Membuat Analisis Domain
Langkah 7. Mengajukan Pertanyaan Struktural
Langkah 8. Membuat Analisis Taksonomik
Langkah 9. Mengajukan Pertayaan Kontras
Langkah 10. Membuat Analisis Komponen
Langkah 11. Menemukan Tema-tema Budaya
Langkah 12. Menulis Sebuah Etnografi
- Apendiks A
- Apendiks B
- Apendiks C
- Bibliografi
- Indeks
Tags: antropologi, budaya, tiara wacana
Metode Etnografi
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.670 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Gunungan Wayang Kulit purwa atau Kayon adalah simbol hidup, gambaran alam semesta beserta isinya. Menjadi simbol hidup karena dalam pertunjukkan wayang kulit apabila kayon belum digerakkan oleh sang dalang berarti belum ada kehidupan, masih kosong, sepi, tak ada gerak, tidak ada dinamika. Bedhol kayon atau pertama kali Gunungan dicabut dari panggung pakeliran kemudian digerakkan oleh… selengkapnya
Rp 125.630 Rp 147.800Penulis : Aryo Sunaryo Tebal : 311 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Dunia yang berlari telah membawa umat manusia—dalam skala global—ke dalam sebuah ruang-waktu, kesadaran dan pengalaman baru, yang tak terbayangkan sebelumnya. Dunia yang berlari telah menciptakan sebuah “dunia kehidupan” (life world), yang tak terpikirkan sebelumnya. Ia telah mengubah bentuk kehidupan, tempo kehidupan, cara hidup, relasi sosial, pertukaran ekonomi, pertarungan politik, panggung seni, nilai budaya dan makna… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Beliau sendiri adalah pribadi yang tak terpisahkan dalam perjalanan dan perjuangan fatayat sejak menjadi Ketua Umum sampai akhir hayatnya. Kami ingat, November 2008 adalah saat bersama dengan fatayat dalam acara publik, seminar tentang gender dan kebudayaan,… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Kang Maman Tebal : 288 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Mendatangi lokasi kejadian, di perkampungan yang padat, mengusik pikiranku, betapa “senyapnya” kejadian sehingga tidak seorang pun mendengar apa-apa yang terjadi di kamar korban. Padahal, di lantai dua ada sedikitnya 10 kamar, yang kalau seseorang menaiki anak tangga, maka orang… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Pidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia. Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal,… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Minangkabau (Minang) adalah kelompok etnis Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Wilayah kebudayaan Minang meliputi daerah Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Etnografi Minangkabau adalah “the way of life” masyarakat Minangkabau, dalam hal etnografi tidak hanya… selengkapnya
Rp 73.185 Rp 86.100Buku Musik Keroncong ini membahas tentang sejarah musik keroncong, periode perkembangan musik keroncong, jenis-jenis musik keroncong, penyajian lagu keroncong, para seniman dan penyanyi musik keroncong, serta perkembangan musik keroncong saat ini. Selain itu, penulis juga mencoba menjelaskan tentang penyebaran musik keroncong di Indonesia dan peranannya sebagai warisan budaya bangsa. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia,… selengkapnya
Rp 61.880 Rp 72.800Penulis : Riyan Hidayatullah Tebal : viii + 60 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Arttex Kemampuan membaca dan mendegar adalah modal utama untuk mempelajari teori musik. Kedua kemampuan ini saling terkait dengan materi pembelajaran musik lainnya karena sifatnya saling mendukung. Bermain alat musik akan sulit tanpa mendengar, selain itu kemampuan membaca… selengkapnya
Rp 84.830 Rp 99.800Buku ini merupakan seri ke-3 dari buku Makanan Tradisional Indonesia yang berjudul Makanan Tradisional yang Populer: Menu Sepiring Lengkap dan Makanan Berbasis Buah-Buahan. Hidangan atau menu sepiring lengkap merupakan suatu jenis hidangan yang disajikan dalam satu pinggan atau satu piring yang berbahan utama serealia atau umbi-umbian, dilengkapi dengan bahan hewani, kacangan-kacangan, dan sayur-sayuran. Beberapa hidangan sepiring… selengkapnya
Rp 98.600 Rp 116.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.