Beranda » Sosial Politik » Pengakuan Pejuang Khilafah

Pengakuan Pejuang Khilafah

DISKON 15% ISBN: 978-602-0809-33-5 Stok: Tersedia
Berat 350 gram
Kondisi Baru
Kategori Sosial Politik
Dilihat 581 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Pengakuan Pejuang Khilafah

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 59.500 Rp 70.000
Hemat Rp 10.500
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Pengakuan Pejuang Khilafah
Rp 59.500 Rp 70.000
Tersedia / 978-602-0809-33-5
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Pengakuan Pejuang Khilafah

Penulis     : Ed Husain

Tebal         : xviii+316 hlm

Ukuran     : 14,5×21 cm

Penerbit   : Gading Publishing

Deskripsi :
Buku ini ditulis dalam rangka refleksi diri sekaligus bahan tawaran dari pertimbangan mendasar atas alasan-alasan kenapa ia keluar dari organisasi yang didalamnya mengkordinir kelompok ekstrimis-radikal Islam yang selama ini ia yakini dan percayai sebelum kemudian insyaf dan taubat dari pembodohan yang dipraktikan. Karena itu, bagi Ed Husain, buku ini adalah sebuah tugas untuk “mengutarakan kebenaran, bahkan andai kata hal itu harus menentang kaum (nya) sendiri”.

Masa kecil dan lingkungan keluarga Ed Husain dalam berislam sangatlah terbuka, moderat dan memahami agama Islam sebagai kultur yang kental akan tradisi sufi, seperti pembacaan maulid Nabi, majlis dzikir, semaan al-Qur’an, dan kegiatan-kegiatan tarekat lainnya. Hal ini disebabkan ayah dan kakek Ed Husain merupakan salah satu pengikut tarekat dan secara rutin menggelar kegiatan-kegiatan tarekat di rumahnya.

Keterlibatan Ed Husain dengan organisasi Islam bersama Hizbut Tahrir dimulai ketika ia dekat dengan seorang teman lalu mulai aktif dalam kegiatan masjid dan kampus, hingga pada puncaknya, ia menempel kutipan Hasan al Banna di dinding kamarnya “Allah adalah Tuhan kami, Muhammad adalah pemimpin kami, al-Qur’an adalah konstitusi kami, jihad adalah jalan kami, Syahid adalah keinginan kami.”

Kutipan tersebut dibaca oleh ayahnya sambil bercucuran air mata seraya menjelaskan “Anakku, Nabi Muhammad bukanlah pemimpin kita, dia adalah guru junjungan kita, sumber santapan ruhani kita… al-Qur’an bukanlah dokumen politik. Islam bukan pula sebuah konstitusi, melainkan sumber kedamaian bagi hati yang beriman…” Ayahnya telah merasa kehilangan anaknya sendiri. (h. 57)

 

Tags: ,

Buku Terkait
Diskusi Produk (0)

Silakan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja