Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sosial Politik » Pengakuan Pejuang Khilafah
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Pengakuan Pejuang Khilafah

Rp 59.500 Rp 70.000
Hemat Rp 10.500
ISBN978-602-0809-33-5
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik

Penulis     : Ed Husain

Tebal         : xviii+316 hlm

Ukuran     : 14,5×21 cm

Penerbit   : Gading Publishing

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Pengakuan Pejuang Khilafah

Buku ini ditulis dalam rangka refleksi diri sekaligus bahan tawaran dari pertimbangan mendasar atas alasan-alasan kenapa ia keluar dari organisasi yang didalamnya mengkordinir kelompok ekstrimis-radikal Islam yang selama ini ia yakini dan percayai sebelum kemudian insyaf dan taubat dari pembodohan yang dipraktikan. Karena itu, bagi Ed Husain, buku ini adalah sebuah tugas untuk “mengutarakan kebenaran, bahkan andai kata hal itu harus menentang kaum (nya) sendiri”.

Masa kecil dan lingkungan keluarga Ed Husain dalam berislam sangatlah terbuka, moderat dan memahami agama Islam sebagai kultur yang kental akan tradisi sufi, seperti pembacaan maulid Nabi, majelis dzikir, semaan al-Qur’an, dan kegiatan-kegiatan tarekat lainnya. Hal ini disebabkan ayah dan kakek Ed Husain merupakan salah satu pengikut tarekat dan secara rutin menggelar kegiatan-kegiatan tarekat di rumahnya.

Keterlibatan Ed Husain dengan organisasi Islam bersama Hizbut Tahrir dimulai ketika ia dekat dengan seorang teman lalu mulai aktif dalam kegiatan masjid dan kampus, hingga pada puncaknya, ia menempel kutipan Hasan al Banna di dinding kamarnya “Allah adalah Tuhan kami, Muhammad adalah pemimpin kami, al-Qur’an adalah konstitusi kami, jihad adalah jalan kami, Syahid adalah keinginan kami.”

Kutipan tersebut dibaca oleh ayahnya sambil bercucuran air mata seraya menjelaskan “Anakku, Nabi Muhammad bukanlah pemimpin kita, dia adalah guru junjungan kita, sumber santapan ruhani kita… al-Qur’an bukanlah dokumen politik. Islam bukan pula sebuah konstitusi, melainkan sumber kedamaian bagi hati yang beriman…” Ayahnya telah merasa kehilangan anaknya sendiri. (h. 57)

 

Tags: ,

Pengakuan Pejuang Khilafah

Berat 350 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.881 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: