Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Bahasa dan Sastra » Novel » Antareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Antareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria

Rp 72.250 Rp 85.000
Hemat Rp 12.750
ISBN978-623-189-513-4
Stok Tersedia
Kategori Novel
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Antareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria

Penulis     : Pitoyo Amrih

Tebal         : 308 hlm

Ukuran     : 14 x 20 cm

Penerbit   : Diva Press

Deskripsi :

Antareja dan Antasena mati karena tipu muslihat Kresna.
Kresna telah menjadikan mereka tumbal
bagi kemenangan Pandawa atas Baratayuda.

Jalan kematian Antareja adalah sebuah pengorbanan.
Pengorbanan yang sama juga dialami oleh Kresna
atas fitnah yang diterimanya.

Dan Antasena… mungkin sampai sekarang dia masih menjalani
hidupnya. Walau bukan lagi berwujud sebagai manusia.

Antareja adalah putera sulung ksatria Pandawa, Raden Bima. Dia adalah anak tunggal Dewi Nagagini, puteri dewa bangsa manusia-ular Sang Hyang Antaboga. Tokoh Antareja ini tidak ada pada pertama kali dituliskannya kisah Mahabarata dalam versi India. Dalam versi Jawa, tokoh ini hanya sekilas muncul sebagai tokoh tanpa tanding, pendiam dan penyendiri. Kematiannya adalah sebuah kontroversi akibat siasat Baginda Sri Kresna dalam rangka menjauhkan keterlibatan Antareja dalam perang Baratayuda.

Antasena hanya muncul dalam wayang carangan versi Jawa Yogyakarta. Dia adalah putra bungsu Raden Bima hasil perkawinannya dengan puteri penguasa bangsa Samudra Batara Baruna, Dewi Urang Ayu. Antasena adalah tokoh yang unik, secara fisik mirip Antareja, bedanya kulit Antasena bersisik kemerahan, sementara kulit Antareja bersisik kehijauan. Tidak begitu peduli terhadap sopan santun dan tata krama. Walaupun tidak pernah diceritakan kesaktiannya, tapi dia dipercaya bisa membuat apa pun yang dia mau menjadi kenyataan. Baginda Sri Kresna juga mendapat mandat dari pimpinan bangsa Dewa, Sang Hyang Guru agar Antasena tidak ikut dalam perang Baratayuda.

Tags: ,

Antareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 268 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: