Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon mulai 10%;
  • Buku dijamin ASLI;
  • Tidak Menjual buku bajakan;
  • Pengiriman ke seluruh Indonesia;
  • Pengiriman ke luar negeri sila WA kami;
  • Pembayaran: Transfer (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay)
Beranda » Filsafat » Being and Existence
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Being and Existence

Rp 59.500 Rp 70.000
Hemat Rp 10.500
ISBN978-623-6166-63-5
Stok Tersedia
Kategori Filsafat

Eksistensialisme Islam merupakan sebuah upaya untuk memahami realitas batin dari Ada (Wujud/Being). Gerakan filsafat ini, seperti yang direpresentasikan oleh Sadra, lahir dari perdebatan tentang esensi dan eksistensi, tentang mana yang termasuk Realitas/Hakikat. Perdebatan yang sama, tentunya, juga menjadi topik utama kajian dalam eksistensialisme modern, sebagaimana dieksposisikan oleh Heidegger. Maka, kita diarahkan pada satu persoalan: dalam hal apa Sadra dan Heidegger, sebagaimana yang diuji dalam kajian ini, bisa dipandang sebagai sosok eksistensialis? Açikgenç mengujinya melalui metode paralelisme sedemikian rupa sehingga ia kemudian memperoleh suatu hasil yang menawan: ontologi komparatif antara filsafat Sadra dan Heidegger.

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Being and Existence

Penulis     : Alparslan Açikgenç

Tebal         : 278 hlm

Ukuran     :

Penerbit   : Ircisod

Deskripsi :

Martin Heidegger menolak istilah “eksistensialisme” untuk dirinya. Namun, Alparslan Açikgenç mencoba mempertahankan ide bahwa Heidegger haruslah digolongkan sebagai seorang eksistensialis, dan tujuan studinya ini sesungguhnya adalah untuk menguji Heidegger dari perspektif eksistensialisme. Di sisi lain, karya ini juga mempresentasikan perspektif filsafat tertentu dalam Islam yang kita sebut “eksistensialisme Islam”. Gerakan filsafat eksistensialisme di dunia Muslim pertama kali dimulai dengan munculnya pemikiran wahdatul wujud (kesatuan wujud) yang mencapai puncaknya di tangan Mulla Sadra melalui seorang sufi-filsuf kenamaan, Ibnu ‘Arabi.

Eksistensialisme Islam merupakan sebuah upaya untuk memahami realitas batin dari Ada (Wujud/Being). Gerakan filsafat ini, seperti yang direpresentasikan oleh Sadra, lahir dari perdebatan tentang esensi dan eksistensi, tentang mana yang termasuk Realitas/Hakikat. Perdebatan yang sama, tentunya, juga menjadi topik utama kajian dalam eksistensialisme modern, sebagaimana dieksposisikan oleh Heidegger. Maka, kita diarahkan pada satu persoalan: dalam hal apa Sadra dan Heidegger, sebagaimana yang diuji dalam kajian ini, bisa dipandang sebagai sosok eksistensialis? Açikgenç mengujinya melalui metode paralelisme sedemikian rupa sehingga ia kemudian memperoleh suatu hasil yang menawan: ontologi komparatif antara filsafat Sadra dan Heidegger.

Tags: ,

Being and Existence

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 22 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Buku Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: