● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Maskulinisme dalam Konstruksi Ilmu
Rp 56.100 Rp 66.000| ISBN | 978-602-386-874-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Buku ini dapat diterima sebagai semacam upaya untuk memperkenalkan pemikiran feminisme dalam disiplin epistemologi dan filsafat ilmu. Kajian atas khazanah pemikiran feminisme di bidang ini masih belum tersentuh untuk konteks kajian filsafat di Indonesia. Hal ini sebenarnya mencerminkan terbatasnya diskusi tentang kritik dan pemikiran feminisme dalam tradisi epistemologi dan filsafat ilmu itu sendiri. Bagi sebagian besar mereka yang berkecimpung di dunia ilmu-ilmu sosial dan humaniora, filsafat itu sendiri, apalagi epistemologi, merupakan wilayah studi yang sulit. Dengan memperkenalkan feminisme, membuat seolah-olah kajian ini menjadi lebih ruwet dan secara akademik hampir tak terjangkau. Barangkali hal-hal tersebut yang membuat pemikiran feminisme dalam studi ini nyaris tidak terdengar di dunia akademik di Indonesia.
Maskulinisme dalam Konstruksi Ilmu
Penulis : Rachmad Hidayat
Tebal : 166 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Buku ini ditulis sebagai bentuk ketertarikan penulis terhadap sudut pandang dan model berpikir kritis feminisme dalam filsafat, khususnya dalam epistemologi dan filsafat ilmu. Teori pengetahuan dan filsafat ilmu feminisme menunjukkan bahwa gender sebagai tatanan sosial-politik yang mapan menyediakan atmosfer berpikir yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Pada tatanan yang mana laki-laki memegang kendali atas akses-akses paling mendasar pada produksi pengetahuan, hal tersebut menghasilkan atmosfer maskulin yang mana dunia laki-laki menjadi norma pengetahuan dan berada di atas wilayah kritik. Bentuk pengetahuan dan ilmu yang muncul dalam atmosfer tersebut bukan hanya mewakili cara berpikir laki-laki tentang dunianya, melainkan lebih jauh merefleksikan cara mereka memosisikan diri dan dunia di luarnya. Model pengetahuan yang kemudian menjadi dominan ini bukan hanya mendorong pada apa yang bisa disebut penyingkiran epistemologis terhadap kelompok sosial-politik marginal, melainkan juga menciptakan dominasi epistemologis bagi laki-laki dalam berbagai konteks sosial.
Pemikiran feminisme juga membuka cakrawala yang berbeda. la tidak hanya mengenai ilmu dan pengetahuan, tetapi juga lebih jauh tentang cara manusia sendiri dalam melembagakan keterhubungannya dengan dunianya. Pemikiran feminisme dalam epistemologi dan filsafat ilmu menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya mewakili cara manusia memahami dunia di luarnya, melainkan juga merefleksikan cara manusia memosisikan dirinya di dalam dunia dan orientasinya dalam berinteraksi dengan dunia tersebut. Cara berpikir yang mengandaikan keterpisahan dan superioritas manusia atas dunianya akan menghasilkan karakter pengetahuan yang dominatif dan manipulatif.
Argumentasi utama buku ini adalah pengetahuan selalu bergender, demikian juga ilmu. Hal ini berarti, tatanan gender yang sudah umum dijumpai dalam situasi sosial, budaya, dan politik memberikan pengaruh yang mendasar pada produksi, distribusi, institusionalisasi, dan aplikasi pengetahuan serta implikasinya bagi posisi laki-laki dan perempuan dalam tatanan tersebut. Ilmu, dapat dikatakan, dihasilkan di dalam dan berkontribusi pada tatanan tersebut. Namun, pada saat yang sama, ilmu juga memungkinkan perubahan atas tatanan tersebut apabila kehendak pada keadilan dan kesetaraan dapat ditanamkan dalam konstruksi pengetahuan melalui sumber-sumber pengetahuan alternatif.
Buku ini dapat diterima sebagai semacam upaya untuk memperkenalkan pemikiran feminisme dalam disiplin epistemologi dan filsafat ilmu. Kajian atas khazanah pemikiran feminisme di bidang ini masih belum tersentuh untuk konteks kajian filsafat di Indonesia. Hal ini sebenarnya mencerminkan terbatasnya diskusi tentang kritik dan pemikiran feminisme dalam tradisi epistemologi dan filsafat ilmu itu sendiri. Bagi sebagian besar mereka yang berkecimpung di dunia ilmu-ilmu sosial dan humaniora, filsafat itu sendiri, apalagi epistemologi, merupakan wilayah studi yang sulit. Dengan memperkenalkan feminisme, membuat seolah-olah kajian ini menjadi lebih ruwet dan secara akademik hampir tak terjangkau. Barangkali hal-hal tersebut yang membuat pemikiran feminisme dalam studi ini nyaris tidak terdengar di dunia akademik di Indonesia.
Maskulinisme dalam Konstruksi Ilmu
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.231 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Simon Blackburn Tebal : xi + 951 hlm Ukuran : 15 x 24 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi: 1. Kamus Filsafat memiliki lebih dari 3.000 entri- termasuk 500 biografi filsuf paling terkenal dan berpengaruh 2. Mencakup istilah-istilah dan konsep-konsep terbaru di tradisi-tradisi filsafat barat, China, India, Islam, dan Yahudi. 3…. selengkapnya
Rp 168.000 Rp 210.000Penulis : Jacques Derrida Tebal : 148 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Apa jadinya jika seorang filsuf masyhur yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh utama postrukturalisme dan posmodernisme membahas tiga filsuf lain yang tak kalah masyhur dan banyak mempengaruhi para pemikir di zaman mereka dan bahkan generasi filsuf… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Frederick Copleston Tebal : 502 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Pada periode Socrates, kehidupan politik Yunani tumbuh intensif, khususnya di Athena yang demokratis. Warga bebas memainkan peran apa pun, dalam hal apa pun, dan jika ingin terjun ke dalam politik, mereka mengikuti semacam pendidikan. Namun, pendidikan… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Any Rufaedah Tebal : 150 hlm Ukuran : 13 X 20 cm Penerbit : LKiS Deskripsi : Sepanjang sejarah filsafat manusia, definisi manusia tidak pernah usai. Definisi manusia layaknya musafir, tak pernah berhenti pada satu pemikiran atau aliran pemahaman.Buku ini hadir sebagai upaya untuk memahami tatanan fundamental manusia menurut kacamata Sigmund Freud: tentang… selengkapnya
Rp 44.200 Rp 52.000Penulis : Syekh Fakhruddin Ar-Razi Tebal : 216 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : “Dari semua punggawa dalam teologi Islam, hanya Fakhruddin ar-Razi yang tampaknya telah menumpahkan perhatian secara sungguh-sungguh kepada persoalan waktu.”—Sir Muhammad Iqbal Buku ini merupakan terjemahan dari Al-Mabahits al-Masyriqiyyah karya seorang polymath Persia yang mendapatkan julukan Sultan Para Teolog, yaitu… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Buku yang mengulas mengenai sosok Alfred Schutz, terlebih metodologinya, dapat dikatakan tidak banyak tersedia di tengah dunia akademik. Padahal, sosok Alfred Schutz merupakan salah satu tokoh penting baik dalam ranah ilmu sosial maupun filsafat. Dalam ranah filsafat, ia dikenal sebagai sosok yang mendalami tradisi fenomenologi Husserlian. Dalam ranah ilmu sosial, khususnya sosiologi, ia mendalami proyek… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Filsafat modern menganalisis tentang kekinian. Semangat kekinian ini tumbuh sebagai perlawanan terhadap cara berpikir tradisional Abad Pertengahan yang dianggap sudah tidak relevan dan cenderung mengekang kebebasan berpikir. Zaman modern diawali dengan zaman Renaisans sebagai pendobraknya, lalu mencapai puncaknya di zaman Pencerahan (Aufklärung atau Enlightenment). Di zaman ini terdapat dua peristiwa penting, yaitu Revolusi Inggris dan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Filsafat politik merupakan pemikiran yang mendasar tentang konsep negara, kekuasaan, dan keadilan. Dalam hal ini, ditinjau dari sudut pandang filsuf terbesar sepanjang zaman yaitu Plato dan Aristoteles. Uraiannya akan kian menarik sebab berkaitan dengan kosmologi Yunani Kuno, sebagai refleksi awal peradaban tradisi filosofis dan ilmu pengetahuan. Bagian BAB I dalam buku ini mengupas perihal memahami… selengkapnya
Rp 88.230 Rp 103.800Penulis : Seyyed Hossein Nasr Tebal : 442 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Dua dekade yang lalu, kosmologi tradisional—seperti kosmologi Islam, Hindu, Buddha, Kabbala, dan Taoisme—diremehkan. Bahkan sempat dituduh sebagai takhayul. Sebaliknya, sains modern diagung-diagungkan melebihi batas kewajaran hingga dianggap sebagai sebuah disiplin keilmuan yang paling sempurna dan mampu menjelaskan segala yang… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000“Tidak mudah menjelaskan secara detail dimensi ontologi, epistemologi dan aksiologi ilmu komunikasi. Nyatanya, itu tidak berlaku bagi penulis buku ini. Uraiannya jelas, bahasanya pun lugas. Di sini kepiawaian penulis teruji baik. Selamat membaca….” —Dr. Andy Dermawan, M.Ag., Dosen Filsafat Ilmu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ada sebuah “kegamangan” yang terus menghinggapi benak kita, ketika mempersoalkan kebenaran… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.